 Tony Margasaputra Taliwang KSB, Tambangnews.com - Sikap tegas yang terlontar melalui statemen wakil Bupati Sumbawa Barat, Drs. H. Mala Rahman, seperti dilansir SumbawaNews, Sabtu (7/5/2011) lalu, terkait dengan upaya dan usaha Pemerintah daerah yang terus memperjuangkan Divestasi Saham 7 persen Newmont sekalipun secara aklamasi saham yang menjadi perebutan sengit antara Pemda KSB dengan Pusat telah resmi dimenangi pemerintah pusat melalui Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Jum'at (6/5/2011) lalu, mendapat respon dari ketua yayasan Derap Revitalisasi Ekonomi Kerakyatan (DEREK) Sumbawa Barat, Toni Marga Putra.
Dalam pernyataan Pers yang diungkapkan secara langsung kepada Tambangnews.Com, Senin (9/5/2011) Toni, sapaan akrab ketua Derek, menyesalkan, statemen yang terlontar dari H. Mala Rahman (Wabub KSB). Mengutip pernyataan yang disampaikan orang nomor Dua di Kabupaten yang mengusung peradaban Fitrah (KSB-red), bahwa Saham 7 persen menjadi harga mati bagi daerah sekalipun konsekwensi merealisasikan harus dengan darah tertumpah di Bumi Pariri Lema Bariri, dinilai Toni, sebagai pernyataan yang tidak menggambarkan seorang pejabat pemerintahan yang mengedepankan azas intelektual.
Bahkan dirasakan Toni, makna dari ungkapan yang disampaikan Wabub KSB dalam upaya membakar semangat rakyat untuk mendapatkan dukungan, memperjuangkan saham 7 persen, sangat kental dengan nuansa makar dan cenderung sebagai tindakan kamuflase yang kerap mengatasnamakan kepentingan rakyat.''Sangat tidak realistis seorang petinggi daerah mengajak rakyat berkorban jiwa dan raga hingga titik darah terakhir hanya karena persoalan saham. Apa tidak ada cara lain ? Kalau kita mau jujur, apa benar saham itu nantinya murni dipergunakaan untuk kepentingan dan kemakmuran rakyat KSB ? Apa para penguasa itu berani menjamin ? Ingat, sampai sekarangpun saham 24 persen belum dirasakan mamfaatnya oleh rakyat KSB. Apa mereka tidak malu, berkoar-koar kalau saham 7 persen akan digunakan untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat ? Disini nuansa kepentingan dengan mengkambing hitam kan rakyat sangat kental, kami tidak mau rakyat selalu dikorbankan, dan kami melawan untuk itu,''ujar Toni dengan nada lantang.
Hal senada juga diungkapkan Bulyadi H Bahtiar. Aktor intelektual muda KSB itu, bahkan secara ekstrim menuding pihak penentu kebijakan di daerah KSB seperti manusia yang sudah tidak memiliki akal sehat. Alasannya, semua kebijakan selalu mengatasnakan rakyat, tapi tidak jelas rakyat yang mana yang diperjuangkan. Ironisnya sambung Bulyadi, rakyat kini diajak berjuang hingga titik darah penghabisan dalam upaya terus memperjuangkan saham 7 % dengan kerap mendengung-dengungkan saham 7 % sebagai sebuah harga diri daerah KSB. Padahal kalau dikaji lebih luas, perjuangan yang dilakukan rakyat KSB selama ini jelas bukan untuk daerah tetapi lebih kepada perjuangan untuk Titan Metal selaku swasta nasional yang digandeng Pemda.
''Kalau berbicara perjuangan untuk daerah seharusnya keuntungan dari kepemilikan saham 7 % akan lebih besar dipeloreh KSB, bukannya PT Titan Metal selaku mitra. Ini jelas sebuah kebohongan publik yang nyata-nyata dilakukan para penentu kebijakan didepan mata kita. Dan lucunya kok banyak masyarakat kita yang belum sadar kalau mereka hanya dimamfaatkan pengorbanan darah dan raga untuk sebuah perusahaan yang belum jelas kontribusinya buat daerah ini,''sindir Bulyadi yang akrab disapa Bori.
Disisi lain, Bori mempertanyakan pola pikir yang dianut para penentu kebijakan di daerah Sumbawa Barat sejauh ini. Pasalnya, dalam memperjuangkan saham 7 %, tidak semestinya dilakukan dengan mempertontonkan arogansi, apalagi cara tersebut sangat menyimpang dengan peradaban Fitrah yang diusung KSB. Seharusnya Pemda mau bersikap fleksibel karena Pemerintah pusat pastinya tetap membuka pintu komunikasi dengan Pemda. Apalagi sekarang jaman dimana manusia dituntut untuk mengedepankan intelektual bukan kekerasan.
''Kalau aku lihat masih ada celah untuk meminta pertimbangan pemerintah pusat agar saham itu diberikan kepada KSB. Untuk ini dibutuhkan cara-cara yang santun dalam berdiplomasi dan jelas bukan dengan aksi yang mempertontonkan arogansi,''ungkap Bori sembari mengingatkan agar Pemda mau lebih terbuka dalam menerima masukan dan saran dari sejumlah element masyarakat KSB karena tidak menutup kemungkinan ada titik terang dalam mendapatkan win-win solusi realisasi saham 7 %. (ian)
|
Please remember that vintage link:htt...
Thanks for your great post. I gonna b...
Nice post and Here,you can find all&n...
mnptpdrj http://paydayloansjjj.ca/ pa...
aqoqgqn http://paydayloansltv.com/ qu...