Minggu, 21 September 2014
Home Berita Daerah Takut, Masyarakat Lobar Jual Tabung Gas LPG 3 Kg

Daerah

 
Takut, Masyarakat Lobar Jual Tabung Gas LPG 3 Kg PDF Cetak E-mail
Oleh Idham Khalik   
Kamis, 12 Mei 2011 21:44
Lombok Barat, Tambangnews.com – Program konversi minyak tanah ke gas elpiji tabung 3 kg di beberapa desa di Kabupaten Lombok Barat ternyata tidak dapat berjalan dengan baik. Bahkan cenderung sia-sia. Ini karena sejumlah masyarakat penerima lebih memilih menjualnya kepada pihak lain seharga antara Rp 25 ribu-Rp 50 ribu pertabung, daripada menggunakan untuk keperluan sehari-hari kendati sudah menerima pendistribusian dari Pertamina sejak sebulan lalu.
Penjualan tabung gas elpiji ukuran 3 kg ini karena masyarakat memiliki kekhawatiran peristiwa kebakaran rumah akibat ledakan tabung di beberapa daerah di Indonesia juga menimpa mereka. “Tadi malam saya lihat ada masyarakat menjual dua tabung gas elpiji ke salah satu toko elektronik di Kuripan. Bahkan ada makelarnya, yang berkeliling membeli tabung gas dari masyarakat, mengumpulkan dan mejualnya lagi ke Mataram,” kata Munawir Haris, anggota Komisi II  DPRD Lobar di Giri Menang, Gerung, Kamis (12/5).
Kendati masyarakat sudah menerima pendistribusian dari pihak Pertamina sejak sebulan lalu, sejumlah warga di antaranya justru sama sekali tidak berani mengotak-atik tabung gas ini alias mengganggurkannya bak barang rongsokan. Mereka malah tetap pada penggunaan minyak tanah atau kayu bakar untuk keperluan sehari-hari. “Ini kan sia-sia namanya,” kata anggota Fraksi Persatuan Pembangunan DPRD Lobar dari PKNU ini.
Sementara itu,  Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindstibusian dan Perdagangan Lobar, H Joko Wiratno mengakui adanya penjualan tabung gas ukuran 3 kg ini juga terjadi di Desa Ombe Baru, Kecamatan Kediri. Untungnya, pemerintah desa setempat bergegas menariknya kembali dan juga mengembalikan uang hasil penjualan tabung kepada pihak pembeli.
Bahkan pemerintah desa sudah memberikan peringatan kepada sejumlah masyarakat penerima akan menindak tegas dan memeroses mereka secara hukum apabila kedapatan tetap melakukan penjualan tabung gas elpiji 3 kg ini.
Joko mengatakan, dengan adanya program konversi mitan ini, suka atau tidak suka, masyarakat harus dapat menerimanya menyusul kebijakan pemerintah pusat akan menghapus dan mengalihkan subsidi mitan untuk kegiatan pembangunan lainnya. Apalagi peristiwa kebakaran rumah akibat ledakan tabung gas elpiji 3 kg di sejumlah daerah di Indonesia kisarannya sangat kurang dari satu persen. “Yang aman-aman saja sebenarnya juga banyak tapi tidak pernah terekspose,” ujarnya.
Menurut Joko, dengan adanya fenomena penjualan tabung gas di beberapa desa di Lobar ini, sosialisasi tentang tata cara dan manfaat penggunaan bahan bakar gas elpiji ini harusnya lebih intens kepada masyarakat agar mereka semakin paham dan tidak perlu takut atau khawatir lagi. [Idham Halik]
SocialTwist Tell-a-Friend
 

Gold Price Update

Gas Price Update

Artikel Terkait

Komentar