Jumat, 18 Mei 2012
Home Berita Daerah BEM STISIP Tolak Marmer Oi Fo’o
BEM STISIP Tolak Marmer Oi Fo’o PDF Cetak E-mail
Oleh Khairul   
Minggu, 30 Oktober 2011 22:00

Kota Bima, Tambangnews.com.- Sejumlah mahasiswa dari Badan Eksekutif  Mahasiswa (BEM) STISIP Mbojo - Bima, Senin (24/10) di halaman Kantor Walikota Bima menggelar aksi penolakan terhadap pertambangan Marmer di Kelurahan Nitu. Penolakan secara tidak bersyarat itu karena pemerintah dinilia telah melanggar UU Nomor 4 tahun 2009 dan Kota Bima merupakan daerah agribisnis dan pertanian.

Proyek tambang yang berlangsung di seluruh wilayah Indonesia ini, notabennya hanya membawa kesengsaraan bagi rakyat dan satupun tidak ada yang mensejahterakan rakyat, demikian pernyataan Jenderal Lapangan Abdul Hafid pada sejumlah wartawan dihalaman Kanto Walikota Bima.

Seharusnya untuk mensejahterakan rakyat, yakni program Bumi Sejuta Sapi (BSS) yang di galakkan Pemerintah Propinsi (Pemrop) NTB, “Kota Bima ini kan memilki lahan pertanian yang luas, sehingga cocok untuk agribisnis hewan ternak maupun mengespor keluar hasil-hasil pertaniannya,” singkat Abdul Hafid.      
Seperti dalam orasinya salah seorang mahasiswa Sahroni, yang mempertanyakan kebenaran investor PT Pasifik Union International yang melakukan investasi pada sektor pertambangan tersebut.

Menuurut Sahroni, pihaknya sangat mendukung program pemerintah daerah, hanya saja selama ini tingkat sosialisasi pertambangan minim dilakukan, katanya.
Aspirasi yang berlangsung selama dua jam itu, massa dari BEM STISIP bubar dengan sendirinya. Lantaran tidak satupun dari perwakilan pemerintah yang menerima kehadiran mereka. Sementara Walikota Bima HM Qurais H Abidin yang ditemui di Kelurahan Ntobo, menjelaskan kehadiran pertambangan di Kota Bima dalam upaya mensejahterakan masyarakat. Karena Kota Bima memiliki potensi batu Marmer, ”jika perusahaan pertambangan mulai beroperasi kenapa kita tidak manfaatkan untuk masyarakat, belum lagi perekrutan tenaga kerja yang dapat menekan angka penggangguran,’’ sebutnya ditemui di Kelurahan Ntobo.
terkait kritikan mahasiswa yang mengatakan minimnya sosialisasi, menurut Qurais. Tugas sosialisasikan tersebut bukan hanya menjadi tanggungjawab pemerintah, tapi juga harus ada keterlibatan masyarakat. Utamanya mereka yang sebelumnya pernah study banding ke Tulung Agung.

Mereka yang ke Tulung Agung melihat sendiri bagaimana batu marmer mengangkat derajat kehidupan warga setempat. Terkait dampak lingkungan yang akan terjadi, kata Qurais sudah dilakukan analisa dampak lingkungan melalui Amdal, UPL, UKL dan lainnya. Yang jelas pemerintah tidak akan mengorbankan masa depan daerah karena pertambangan. Pasti akan diperhitungkan dampak positif dan negatifnya, tambahnya. (Khairul)

SocialTwist Tell-a-Friend
Comments
Add New Search
uggs  - uggs     |50.117.119.xxx |2011-11-01 08:12:49
This position is able to express what they want to convey to the reader. It has
led to profitable output to all lucky enough to find a very effective way!
nike free run 2  - nike free run 2     |50.117.119.xxx |2011-11-01 08:13:39
I intend to put you a little word, to help say thank you
Again, for those
beautiful principles, you have a feature on this page.
This is simple,
especially if you open hand, now open
Many books have been sold to earn the
Some
for their own profit, mainly because you may have done
In the event you want.
Strategies and efforts
You know, the rest of the desire to have a similar good
way
I really like to know this
The problem. I'm sure there are several instances
more enjoyable
In advance by the person reading your blog.
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
 

Gold Price Update

Gas Price Update

Artikel Terkait

Komentar

 

Berita Terbaru

Last Update:
17-05-2012 06:36
[cached @07:52]