Kamis, 21 Agustus 2014
Home Berita Daerah PT INA Touna Mining Angkat Kaki Dari Touna

Daerah

 
PT INA Touna Mining Angkat Kaki Dari Touna PDF Cetak E-mail
Oleh Rialdo Rezeki   
Selasa, 01 Mei 2012 15:24

Palu, TambangNews.Com,- Pada Pertengahan bulan Maret 2012 PT INA Touna Mining telah angkat kaki dari Desa Uekuli dan Desa Betaua Kecamatan Tojo Kabupaten Tojo Una-una (Touna). Seluruh  peralatan tambang seperti Buldozer, Truk, dan Tongkang telah dievakuasi. Alat-alat berat ini ditarik setelah dalam beberapa tiga bulan terakhit Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una melakukan moratorium atas aktivitas tambang PT INA Touna Mining. Meski demikian, hingga saat ini Surat Keputusan (SK) tentang moratorium belum juga diterbitkan oleh Bupati Touna.

PT INA Touna Mining beroperasi pada tanggal awal november 2011 atas persetujuan Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi (OP) yang diterbitkan Bupati Touna. Luas areal konsesi tambang biji besi itu izin konsesi seluas 9.925 hektar. Kehadiran perusahaan ini memantik reaksi keras dari masyarakat Tojo terutama Betaua dan Uekuli karena tiga alasan utama”, tegas Andika, Aktivis JATAM Sulteng, baru-baru ini.

Andika menjelaskan, alasan pertama, produksi udang milik petambak setempat merosot. Penghasilan setiap bulan-nya para penambak udang biasanya mencapai 200 Kilogram per bulan. Tetapi setelah PT. Ina Touna Mining operasi diwilayah tersebut turun menjadi 40 kilogram perbulan. Sebab utama penurunan hasil panen udang adalah akibat limbah (bakan bakar) kapal milik PT. Ina Touna Mining yang dibuang ke-laut hingga mencapai 10 liter perhari.

“Alasan kedua, kehadiran perusahaan telah menciptakan konflik antar Desa Betaua dan Desa Uwekuli soal tapal batas desa. Bupati Touna telah menggeser tapal batas sejauh 480 M dari lokasi sebelumnya masuk dalam Desa Betaua untuk kepentingan pembangunan terminal nikel, atau pelabuhan PT INA Touna Mining”, ungkap Andika.

Menurut Andika alasan ketiga, PT. INA Touna Mining memegang izin konsesi seluas 9.925ha. dan sebagian besar wilayah konsesi tersebut masuk dalam kawasan hutan lindung yang merupakan cadangan air bari konsumsi sehari-hari dan kebutuhan pertanian masyarakat.

Untuk itu, Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) Sulawesi Tengah mendesak Bupati Tojo Una-Una untuk tidak memberikan ruang yang kedua bagi PT Ina Touna Mining maupun Perusahaan yang lain untuk mengolah tambang di wilayah itu;  Pemerintah harus bekerja membentuk komite land reform (pokja pembagian tanah) untuk membagi lahan konsesi tambang tersebut pada petani yang tidak bertanah, dan petani penggarap sesuai amanat Undang Undang Pokok Agraria tahun 1960. (Rialdo Rezeky)

SocialTwist Tell-a-Friend
 

Gold Price Update

Gas Price Update

DPR Pertanyakan Mundurnya Karen Agustiawan 19 Agustus 2014, 20.57 Administrator Utama
DPR Pertanyakan Mundurnya Karen Agustiawan
LSM: Karen Mundur, Dugaan Korupsi Harus Tetap Diusut 19 Agustus 2014, 20.47 Administrator Utama
LSM: Karen Mundur, Dugaan Korupsi Harus Tetap Diusut
Inilah Penerima Penghargaan Energi Ke-4 Dari Kementeria ESDM 19 Agustus 2014, 06.52 Administrator Utama
Inilah Penerima Penghargaan Energi Ke-4 Dari Kementeria ESDM
DPR: Subsidi BBM Lebih Baik untuk Masyarakat 19 Agustus 2014, 06.48 Administrator Utama
DPR: Subsidi BBM Lebih Baik untuk Masyarakat