| Pengolahan Emas Laboang Marak di Kakiang |
|
|
|
| Oleh Zulkarnaen |
| Sabtu, 31 Juli 2010 20:41 |
Sumbawa Besar, Tambangnews.com.- Aktifitas Labaong (bukit mengandung emas, red) Desa Hijrah Kecamatan Lape tidak hanya dilokasi setempat, buktinya Desa Kakiang tidak kurang dari tujuh puluh alat gelondong beroperasi sepanjang bantaran sungai dan limbah langsung terbuang kesungai sebelum dilakukan pemurnian terlebih dahulu, bahkan yang lebih parah ada aktifitas pengelondongan ditengah-tengah permukiman penduduk, dan diareal persawahan. Pro kontra masyarakat atas keberadaan alat gelondong semakin terlihat, Syukri beserta beberapa tokoh masyarakat berhasil ditemui sumbawanews menyampaikan keprihatinannya bahwa pemerintah ini benar-benar tidak dapat mengurus rakyatnya, apa menunggu dampak dulu baru akan mengambil sikap. "Saya kira ini tidak benar," tukas Syukri. Kami sudah berupaya mendekati pemilik alat untuk menghentikan aktivitas sementara waktu, kami khawatir limbahnya akan terbuang keareal persawahan yang ada disekitarnya. Didampingi beberapa masyarakat lainnya meminta kepada pemilik gelondongan agar bisa bekerjasama, karena padi yang mereka tanam jika tercemar bahan aditiv seperti merkuri/air raksa atau bahan lainnya sangat berbahaya bagi kesehatan. "Saya menganalogikan bahwa kehidupan ini tidak terlepas dari sistem mata rantai, jika bahan makanan tercemar maka yang mengkonsumsi bahan juga akan terkena dampak sebelum ini menjadi kejadian luar biasa, baik yang berada pada wilayah sekitar mapun diluar itu secara lebih luas, dan saya tetap berharap agar pemilik gelondongan dapat memakluminya." ungkapnya Sementara itu Subhan pemiliki gelondongan mengakui bahwa kegiatan penggelondongan ini baru dua minggu beraktifitas, dan diakui bahwa banyak orang yang miminta untuk menggelondong batu hasil galiannya. "Saya tidak dapat menolak, meski sebelumnya ada juga beberapa pihak meminta untuk menghentikan aktifitas.Saya juga cari untung mas," ujarnya, ditanya berkaitan dengan ijin operasional, Subhan tidak mampu menjawab. KUPT Moyo Hilir I Made Yudhayana, M.Si dimintai konfirmasinya tentang keberadaan alat gelondong di komplek UPT yang dipimpinnya mengakui pihaknya sudah pernah menegor, tapi hanya sebatas itu dan memberikan masukan saja pentingnya menjaga kesehatan lingkungan, "karena memang bukan wilayah perkantoran UPT, saya tidak dapat memaksa," jelasnya. Sementara itu hasil penelusuran sumbawanews di Desa Kakiang kecamatan Moyo Hilir berdasarkan data dan fakta lapangan, jumlah alat gelondong yang tersebar disepanjang bantaran sungai kakiang, dan pada daerah persawahan dan pemukiman penduduk tidak kurang dari 70 alat gelondong, bahkan satu orang ada yang memiliki hingga dua belas alat gelondongan. Hal ini dibenarkan oleh Kasi Pemerintahan Desa Abdul Hamid, memang selama ini aktivitas penggelondongan sangat meresahkan, hingga saat ini pemerintah desa tetap melakukan komunikasi yang sifatnya persuasif terhadap pemilik alat. Dengan adanya kejadian ini kami akan mempercepat langkah-langkah selanjutnya sehingga tidak ada yang merasa dirugikan, "jika dipandang perlu pemerintah kabupaten harus segera turun ke Desa Kakiang melakukan sosialisasi aturan dan dinas terkait lainnya berkaitan dengan banyak hal, misalkan dinas kesehatan, tentang bahaya merkuri dan lain sebagainya," ujar hamid. (naen) |





Sumbawa Besar, Tambangnews.com.- Aktifitas Labaong (bukit mengandung emas, red) Desa Hijrah Kecamatan Lape tidak hanya dilokasi setempat, buktinya Desa Kakiang tidak kurang dari tujuh puluh alat gelondong beroperasi sepanjang bantaran sungai dan limbah langsung terbuang kesungai sebelum dilakukan pemurnian terlebih dahulu, bahkan yang lebih parah ada aktifitas pengelondongan ditengah-tengah permukiman penduduk, dan diareal persawahan. 














Please remember that vintage link:htt...
Thanks for your great post. I gonna b...
Nice post and Here,you can find all&n...
mnptpdrj http://paydayloansjjj.ca/ pa...
aqoqgqn http://paydayloansltv.com/ qu...