| Tambang Labaong Dukung Ekonomi Masyarakat |
|
|
|
| Oleh Lukmanul Hakim | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Senin, 09 Agustus 2010 22:44 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
SUMBAWA BESAR, Sumbawanews.com.- Geliat ekonomi di kabupaten Sumbawa nampaknya tidak terbantahkan lagi. Indikatornya semakin membaiknya tingkat anak sekolah di kabupaten Sumbawa. Bahkan keberadaan Labaong menjadi salah satu factor pendukung geliat ekonomi masyarakat. Desa Hijrah Kecamatan Lape yang ternyata menyimpan kekayaan tambang. “Ini karunia dan rahmat Allah yang diturunkan kepada masyarakat Sumbawa. Inilah cara Allah memberikan solusi di tengah bencana gagal panen yang dialami sebagian besar petani,” kata Johan. Justru mengherankan Pemda ingin menghilangkan kesempatan masyarakat yang berusaha keluar dari himpitan ekonomi dengan mengeluarkan larangan dan mengerahkan tim penertiban. “Jika Pemda Sumbawa menganggap Olat Labaong adalah persoalan, saya sebagai wakil rakyat justru melihatnya sebagai kebangkitan ekonomi,” kata Johan. Ia mengingatkan Pemda tidak latah melarang masyarakat untuk menggali dan merasakan manfaat kekayaan alam yang diberikan Yang Maha Kuasa. Namun yang perlu dilakukan pemerintah adalah menata, bagaimana eksplorasi dan eksploitasi yang dilakukan oleh masyarakat dapat berjalan tanpa merusak lingkungan. “Jangan dilarang tapi ditata dengan memberikan solusi yang tidak merugikan masyarakat. Atur gelondong-gelondong, pembuangan limbah hingga kegiatan eksploitasi,” sarannya, seraya mendesak pemerintah untuk membuat birokrasi yang memudahkan rakyat. Jika dikatakan aktivitas masyarakat melakukan penambangan di Olat Labaong melanggar hokum karena bertentangan dengan Perda RTRW Propinsi, Johan menegaskan, Perdanya yang harus dirubah, bukan menertibkan penambang dan menangkap rakyat. Sekarang ungkap Johan, aksi kriminalitas seperti pencurian, pemalakan dan lainnya sudah berkurang karena kesejahteraan mereka teratasi dengan Olat Labaong. “Makanya saya sempat khawatir, jangan-jangan undangan reses saya tidak ada yang hadir,” selorohnya. Home Industry Di bagian lain Johan mengatakan bahwa Olat Labaong telah membuka mata semua orang bahwa ternyata pengolahan emas hanya merupakan kegiatan industry rumah tangga (home industry). Dengan menggunakan alat sederhana dan pengolahan secara tradisional, masyarakat dapat menghasilkan emas. Ia mempertanyakan kegiatan perusahaan besar yang hanya menghasilkan lumpur yang dinamakan konsentrat. “Kalau dikatakan pengolahan di Olat Labaong bukan skala besar, tinggal alatnya saja yang dibuat dalam skala besar,” imbuhnya. Pemda katanya harus memiliki bargaining yang kuat dengan perusahaan yang akan menggarap kandungan alam di daerah ini terutama emas. Pemda harus mendesak pembangunan pabrik dan fasilitas pendukung di lokasi setempat.(TSX)
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||



















cvnrlv http://ukcheappharmacy.co.uk/ ...
Welcome to Oakley Sunglasses Outlet S...
> Timer3.Enabled = False link...
Consequently it occurs that the web i...
Mass have not got word totally from t...