Jumat, 10 Februari 2012
Home Berita Daerah Longsor Labaong Terus Terjadi, Jumlah Korban Terkesan Ditutupi
Longsor Labaong Terus Terjadi, Jumlah Korban Terkesan Ditutupi PDF Cetak E-mail
Oleh Lukmanul Hakim   
Kamis, 12 Agustus 2010 23:38
Sumbawa Besar, Tambangnews.com.- Longsornya bukit Labaong Desa Hijrah gian gencar tersebar. Meski untuk jumlah kroban akibat longsor masih simpang siur bahkan terkesan ditutupi. Aparat kecamatan setempat, polsek hingga polres Sumbawa sejauh ini terus saja melakukan pengembangan informasi. Hanya saja yang diketahui ada lima orang yang menjadi korban.

Kapolres Sumbawa, AKBP Kurnianto, kepada wartawan menyebutkan, data yang diperoleh dari puskesmas Lopok menyebutkan korban tersebut bernama M Zain  kelahiran tahun 1985 beralamat di RT 02 Dusun Lopok Beru Kecamatan Lopok. Korban mengalami luka  berlobang diantara mata selebar dua centi meter, patah tangan kanan, memartangan kiri. Kemduian Johan 22 Rt 02/ Rt 02 Dusun Bage Tango Kecamatan Lopok. Korban mengalami luka pada kaki kiri sepanjang 10 cm dengan kedalaman 1 cm. Kemudian Hasanullah (26), Dusun Sigar Mandang, Dusun Langam Kecamatan Lopok. Korban mengalami luka tangan 5 cm, lecet kaki kiri. Korban lainnya adalah Egi Pratama, 23 Rt 01 Dusun  Buin Panan, Desa Langam Kecamatan Lopok. Korban mengalami patah tulang tangan kanan. Seorang lagi yang berhasil diidentifikasi lengkap adalah  Samsul Hadi, (21), Debok, Dusun Santong Kecamatan Terare Kabupaten Lombok Timur. Korban mengalami  luka di mata kiri sekitar 10 centi, kemudian kepala mengalami benjol serta luka dalam.

Menurut Kapolres,  hingga sore ini  anggota dari Polres serta bekerjasama dengan polsek Lape, terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap seberapa banyak korban akibat longsor. Dikatakan, longsor yang terjadi menurutnya pada saat menjelang masuknya bulan ramadhan. Bahkan sebelumnya juga pernah terjadi longsor yang menyebabkan korban.  

Sementara itu, Camat Lopok, Tata K menjelaskan,  pihaknya terus melakukan koordinasi dengan pihak Polsek. Ini dilakukan untuk mencari tahu persis persoalan yang sebenarnya, terutama sekali mengenai korban akibat lonsor. Secara data, menurutnya ia terus memantau  perkembangan.  Kalau saja, setiap korban langsung melakukan perawatan di puskesmas, tentu ini akan mudah dilakukan pemantauan. Namun memang ada beberapa orang dua hari lalu semat dirawat di puskesmas.

Informasi lain menyebutkan, bahwa  setiap kejadian baik longsor maupun korban jiwa terkesan disembunyikan. Padahal kenyataannya banyak warga yang menjadi korban. Bahkan sebuah informasi menyebutkan setiap korban yang parah dibawah turun secara diam-dia lewat jalur Desa Langam dan sekitarnya. Karena  jalur tersebut cukup sepi dari pengamatan petugas.(TSX)
SocialTwist Tell-a-Friend
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
 

Gold Price Update

Gas Price Update

Artikel Terkait

Komentar

 

Berita Terkini

Penawaran Langsung Oleh Pertamina Dalam WK Migas Non Konvensional 10 Februari 2012, 11.23 Administrator Nasional
Penawaran Langsung Oleh Pertamina Dalam WK Migas Non Konvensional
Pengadaan Hulu Migas 2011 Capai Rp 106 Triliun 10 Februari 2012, 11.19 Administrator Nasional
Pengadaan Hulu Migas 2011 Capai Rp 106 Triliun
Delegasi US-Asean Council Tawarkan Kerjasama Energi 10 Februari 2012, 11.02 Administrator Utama
Delegasi US-Asean Council Tawarkan Kerjasama Energi
Wamen ESDM Mencak-Mencak di DPD RI 09 Februari 2012, 23.45 Administrator Utama
Wamen ESDM Mencak-Mencak di DPD RI
Stefi: Pengelolaan CSR Berlandaskan Kesepakatan 08 Februari 2012, 22.37 Administrator Utama
Stefi: Pengelolaan CSR Berlandaskan Kesepakatan

Berita Terbaru

Last Update:
10-02-2012 04:23
[cached @23:20]