| Junaidin : Saya Yang Angkat Mayat Korban Tambang Labaong |
|
|
|
| Oleh Indra Jaya |
| Jumat, 13 Agustus 2010 21:45 |
Sumbawa Besar, Tambangnews.com.- Longsor susulan area Illegal Mining Olat Labaong yang terjadi Kamis malam (13/8) kembali menelan korban nyawa. Tebing bukit yang digali pelaku illegal mining berbentuk goa longsor meluruhkan tanah dan batu-batu besar, menimpa sedikitnya 4 pelaku illegal mining. 2 orang tewas seketika sementara 2 lainnya masih berada dibawah reruntuhan dan sampai saat ini belum diketahui nasibnya.Junaidin saksi sekaligus pelaku illegal mining pada sumbawanews menuturkan, peristiwa mengenaskan itu terjadi sekitar pukul 23.00.wita, pada saat itu puluhan orang tengah menambang tiba-tiba dinding tanah bagian atas lobang runtuh membuat pelaku illgal mining kalang kabut menyelamatkan diri, tetapi malang tidak dapat ditolak ke empat penambang yang tertimbun tidak berhasil keluar dari lobang mengingat posisinya sedikit terjepit merapat kedidinding bagian dalam. bersamaan dengan itu Junaidin juga mengakui kalau dirinya bersama beberapa teman lainnya ikut membantu mengevakuasi jenasah 2 korban. sedangkan 2 lainnya yang diduga masih hidup tidak berhasil dievakuasi karena selain tertimbun tanah juga terhimpit batu besar. "saya bersama teman-teman yang mengangkat jenazahnya dari balik reruntuhan,"ungkap Junaidin. Identitas kedua korban tewas menurut Junaidin secara pasti tidak diketahui tetapi yang jelas satu jenazah berasal dari Menado dan satu lagi berasal dari Lombok. Sementara 2 lainnya yang masih tertinggal dibawah reruntuhan berasal dari Lombok. Celakanya menurut penuturan sejumlah penambang, oleh pihak panitia yang disebut penguasa keamanan, tidak lagi punya naluri kemanusiaan. Mereka mengintimidasi pelaku penambangan untuk menutupi kejadian tersebut agar tidak keluar dari lingkungan tambang. Bahkan oleh panitia menyarankan agar mayat yang tertimbun dan masih terlihat kepalanya diminta untuk ditimbun "kalau tidak bisa dikeluarkan, timbun saja" papar Junaidin mengutif saran panitia. Penuturan lain juga datang dari Achmad yang saat ini mengaku trauma dan tidak lagi mau menambang. Diungkapkan, kejadian paling mengerikan sepanjang hidupnya dialami di lokasi tambang Olat Labaong. "saya kaget setengah mati, ketika itu saya menggali batu, tanpa disengaja dari dalam gundukan reruntuhan tanah terlihat tangan manusia dalam kondisi rusak membusuk,'" beber Achmad. Dari catatan Tambangnews.com, setidaknya longsor sudah terjadi empat kali yakni tanggal 2, 7, 11 dan 13 Agustus 2010. dari Keempat longsor tersebut diperkirakan longsor pada tanggal 11 Agustus menelan korban hingga puluhan orang.(jayus) |







Sumbawa Besar, Tambangnews.com.- Longsor susulan area Illegal Mining Olat Labaong yang terjadi Kamis malam (13/8) kembali menelan korban nyawa. Tebing bukit yang digali pelaku illegal mining berbentuk goa longsor meluruhkan tanah dan batu-batu besar, menimpa sedikitnya 4 pelaku illegal mining. 2 orang tewas seketika sementara 2 lainnya masih berada dibawah reruntuhan dan sampai saat ini belum diketahui nasibnya.












BZ-You have link:http://www.barbour-...
Please remember that vintage watches&...
Please remember that vintage watches&...
Please remember that vintage watches&...