| Dewan KSB Terus Ngotot Panggil PTNNT |
|
|
|
| Oleh Raden Soeharto |
| Senin, 01 November 2010 08:12 |
|
Taliwang KSB. Tambangnews.com. - Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumbawa Barat bidang Perekonomian dan Keuangan terus ngotot memanggil managemen PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT), untuk segera membahas alokasi dana Corporate Social Responsibilty (CSR) senilai Rp. 146 miliar yang selama ini telah diberikan kepada pemerintah. Pemanggilan itu dinilai relevan, karena dana ratusan miliar merupakan inflementasi tanggung jawab sosial pihak perusahaan untuk kepentingan publik, namun hingga saat ini terkesan tidak jelas penggunaannya, “Kami akan terus panggil pihak managemen PTNNT dan Eksekutif, agar dana sosial perusahaan (CSR) senilai Rp.146 miliar yang selama ini diserahkan kepada pemerintah itu bisa jelas penyaluran da penggunaannya,” kata Fud Syaifuddin anggota Komisi II DPRD Sumbawa Barat pada tambangnews.com Minggu (31/10). Dijelaskan, langkah tegas memanggil kembali eksekutif dan managemen PTNNT itu, agar berbagai polemik serta persefsi kontroversi tentang penggunaan dana sosial (CSR) perusahaan yang seharusnya untuk program pemberdayaan dan pengembangan ekonomi masyarakat tersebut dapat segera terungkap “Pemanggilan ulang kepada Bupati dan PTNNT untuk hadir pada 9 November 2010 mendatang, karena pertemuan trifartite yang dijadwalkan pada Jumat (29/10) lalu batal dilaksanakan, karena managemen perusahaan terakait memiliki agenda lain yang sangat penting,” jelas Fud Syaifuddin politisai muda dari PDP itu. Hal yang sama disampaikan Muhammad Syahril Amin, Ketua Komisi II DPRD dari Partai Persatuan Daerah (PPD) Sumbawa Barat, bahwa timbulnya berbagai peolemik kontroversi antar lembaga dengan pihak ketiga itu, karena eksekutif terkesan tidak independen dalam menjalankan kebijakan birokrasi pemerintahan daerah, terbukti dari sekian jumlah program pencanangan pembangunan di KSB selama ini selalu tertutup tanpa melalui pembahasan dan keputusan bersama legislatif, “Tidak heran jika sejumlah perencanaan program pembangunan di KSB selama ini terus terkendala, karena pihak eksekutif selalu jalan sendiri dalam menentukan kebijakan birokrasinya, terbukti penyaluran dan penggunaan dana sosial (CSR) dari PTNNT senilai Rp. 146 miliar yang seharusnya untuk program pengembangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat hingga saat ini tidak jelas progressnya,” kata Syahril yang akrab disapa Dea Naga itu. Sementara, Senior Manager eksternal PTNNT, Arif Perdanakusumah yang dihubungi mengaku tidak bisa menghadiri pertemuan tripartite yang dijadwalkan Komisi II DPRD untuk pembahasan dana sosial (CSR) senilai Rp.146 miliar yang diberikan kepada pemerintah itu, karena undangannya bertepatan dengan agenda penting lain yang sudah terjadwal lebih dahulu, “Kami sudah mengirim surat kepada DPRD KSB dengan Nomor L-435/AP-NNT/X/2010, prihal alasan tidak hadirnya Newmont untuk duduk bersama dengan bupati dan komisi II, karena ada kegiatan proyek batu hijau yang cukup padat, terkait jadwal penyusunan laporan dan Pemaparan Rencana Kerja dan Anggran Biaya (RKAB)2011, serta realisasi RKAB 2010,” kata Arif Perdana Kusumah. Untuk diketahui, bahwa pertemuan tripartite antara DPRD, Bupati dan Managemen PTNNT untuk pembahasan soal dana Corporate Social Responsibilty (CSR)
|




















Please remember that vintage link:htt...
Thanks for your great post. I gonna b...
Nice post and Here,you can find all&n...
mnptpdrj http://paydayloansjjj.ca/ pa...
aqoqgqn http://paydayloansltv.com/ qu...