| Dewan Bingung Pro-Kontra Mangan |
|
|
|
| Oleh Bimeks |
| Selasa, 02 Juni 2009 09:36 |
Bima, Tambangnews.com.- Munculnya sikap pro dan kontra soal eksploitasi mangan di Desa Kawuwu Kecamatan Langgudu, diakui pihak DPRD Kabupaten Bima membingungkan. Penolakan tegas diusung massa mahasiswa dengan rangkaian aksi jalanan, belakangan sebagian warga Kawuwu mengaku malah resah dengan putusan penutupan sementara aktifitas tambang. Kenyataan itu diakui Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Bima, Dra Mulyati, kepada wartawan, Senin (1/6), menanggapi dinamika seputar tambang mangan itu. Sebelumnya, ujar Mulyati, massa mahasiswa menolak keras aktifitas tambang itu dan direspons Dewan pada 27 Mei lalu. Pertemuan dengan pimpinan Dewan pun dilakukan dan mengajukan penolakan. Keesokan harinya, terbitlah SK penutupan sementara dari eksekutif. Nah, baru sekarang muncul lagi penolakan sebagian masyarakat terhadap putusan eksekutif yang memberhentikan sementara penambangan itu. “Kami jadi bingung jadinya,” tutur Mulyati, politisi PKPB. Meski demikian, dia berjanji akan kembali merembukkan aspirasi masyarakat yang pro dan kontra itu. “Hal ini akan dirembukkan bersama eksekutif, kita carikan solusi yang terbaik,” ujarnya. Pada bagian lain, Bupati Bima H Ferry Zulkarnain, ST, mengaku saat ini hanya menerima warisan dari kebijakan pemerintahan terdahulu soal ijin eksploitasi mangan di Kawuwu itu. Sebab, SK yang disorot massa diterbitkan pemerintahan sebelumnya. “Kami hanya menerima imbas dari SK-nya,” ujarnya di halaman kantor Pemkab Bima, Senin (1/6). Dijelaskannya, ijin yang diberikan sejak tahun 2004 itu berlaku sampai 30 tahun. Dia berjanji akan mencari solusi yang tepat, sehingga nanti tidak ada yang merasa dirugikan. Katanya, tambang ini dapat memberikan kontribusi positif bagi daerah. Untuk itu akan merembukkan dan menganalisis untung-rugi penambangan itu. “Setiap masalah pasti ada solusinya, yang penting jalurnya musyawarah,” ujarnya. Seperti diberitakan sebelumnya, gelombang aksi mencuat saat aksi protes menuntut pencabutan ijin eksploitasi tambang mangan di Kawuwu. Massa menilai, dampak kerusakan menyusul keberadaan tambang itu dirasakan masyarakat sekitar, antara lain debit air berkurang, kerusakan hutan, kawasan tambang dalam areal hutan lindung. Aspirasi itu kerap disuarakan oleh massa yang menolak saat demo dan disampaikan kepada pimpinan Dewan ketika audiensi. (BE.18) |







Bima, Tambangnews.com.- Munculnya sikap pro dan kontra soal eksploitasi mangan di Desa Kawuwu Kecamatan Langgudu, diakui pihak DPRD Kabupaten Bima membingungkan. Penolakan tegas diusung massa mahasiswa dengan rangkaian aksi jalanan, belakangan sebagian warga Kawuwu mengaku malah resah dengan putusan penutupan sementara aktifitas tambang. 











cvnrlv http://ukcheappharmacy.co.uk/ ...
Welcome to Oakley Sunglasses Outlet S...
> Timer3.Enabled = False link...
Consequently it occurs that the web i...
Mass have not got word totally from t...