Jumat, 19 September 2014
Home Berita Daerah SPBU Di Kulon Progo Kekurangan BBM Jenis Premium

Daerah

 
SPBU Di Kulon Progo Kekurangan BBM Jenis Premium PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Rabu, 24 November 2010 21:33
Wates, Tambangnews.com.- Meskipun Kabupaten Kulonprogo hanya berjarak 5 km dari Depo Pertamina Rewulu, namun akhir-akhir ini Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium, mulai langka. 
       Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), sering kehabisan stok. Ini merupakan dampak proses distribusi dari PT Pertamina yang kurang lancar. 
       Direktur PD. Aneka Usaha, yang juga pengelola SPBU Wates M.Dalduri, Rabu (24/11) mengatakan, kelangkaan ini mulai dirasakan para pengelola SPBU semenjak dua pekan terakhir. Hanya saja puncaknya terjadi pada Selasa (23/11) kemarin. SPBU Wates mengalami kekosongan selama 12 jam. 
       “Selama dua pekan ini kekosongan hanya sekitar tiga jam dan pada dini hari. Tetapi Selasa lalu sejak sore baru dikirim Rabu pagi,” katanya. 
       Dalduri tidak tahu persis permasalahan keterlambatan distribusi ini, sebab SPBU Wates telah memiliki delivery order (DO) untuk dua hari kedepan. Artinya, pembelian untuk dua hari kedepan sudah terbayarkan, sehingga semestinya pengiriman lancar karena sudah lunas dibayar di muka. 
       Menurutnya, dalam kondisi normal SPBU Wates mengajukan pengiriman 24 ton per hari, tapi kenyataanya dalam dua pekan ini hanya dikirim 16 ton dan 8 ton. Padahal kebutuhan normal mencapai 16 ton per hari untuk bensin dan 4 ton untuk solar. “Hanya bensin yang kirimannya berkurang, kalau solar masih aman,” katanya. 
       Pihak SPBU Wates sendiri telah meminta klarifikasi ke pemasaran Pertamina. Saat itu dikatakan tidak ada permasalahan. Masalah yang muncul di divisi distribusi di Rewulu. Hanya saja tidak ada kejelasan atas masalah yang timbul dan menyebabkan kelangkaan. 
       Atas keterlambatan pengiriman ini, SPBU mengalami kerugian hingga jutaan rupiah. Dalam kondisi normal, SPBU milik Pemkab Kulonprogo ini per harinya bisa mendapatkan keuntungan hingga Rp2,8 juta, namun karena kekosongan yang ada, dipastikan keuntungan ini tidak bisa tercapai. 
       Kabid Geologi dan Energi Dinas Perindag dan ESDM Kulonprogo Heri Purnomo mengatakan, kelangkaan ini bukan hanya terjadi di Kulonprogo saja, namun sudah menjadi isu nasional, terkait dengan kebijakan pemerintah pusat. Salah satunya untuk pengurangan subsidi kepada masyarakat. 
        “Bantul, Kota dan Wonosari semuanya juga langka kok,” jelasnya. 
        Sementara itu Pengawas SPBU 44.556.06 Sogan Wates, Darwanto, mengatakan pihaknya sudah mengantisipasi akan adanya peralihan bahan bakar premium ke pertamak. 
         Sejak dua hari ini mereka telah mengoperasionalkan penjualan pertamak. Hanya saja tingkat pembeliannya masih rendah. Jika 8 ton premium habis satu hari, maka untuk pertamak bisa untuk satu pekan, padahal permintaan kiriman bensin dari 16 ton per hari hanya dikirimi 8 ton.(kominfo/her/toeb)
SocialTwist Tell-a-Friend
 

Gold Price Update

Gas Price Update

Komentar