| Siapa Yang Bertanggung Jawab Terhadap Illegal Mining Labaong...? |
|
|
|
| Oleh Indra Jaya | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Jumat, 13 Agustus 2010 21:50 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Dari hari kehari bencana longsor dipusat illegal mining Olat Labaong terus terjadi, sejalan dengan peristiwa ini puluhan korban meninggal dan luka-luka tidak dapat dihindri, tetapi aneh bin ajaib aparat keamanan atau tim terpadu bentukan pemerintah daerah Kabupaten Sumbawa hanya bisa mendengar berita buruk ini tanpa bisa berbuat apa-apa. Mereka asyik bersosialisasi, mencari dan menggali aspirasi masyarakat sembari sesekali mendongeng tentang resiko hukum bagi pelaku illegal mining.Berkaitan dengan jumlah korban tewas dan luka-luka akibat bencana longsor yang telah terjadi berkali-kali, oleh aparat keamanan maupun pemerintah daerah ketika ditanya hanya bisa menjawab "belum diketahui secara pasti" tanpa ada upaya mencari tau kebenaran dilokasi illegal mining. Celakanya, tidak jarang keterangan yang datang dari pemerintah setempat baik aparat desa,kecamatan maupun aparat keamanan nadanya sama dengan informasi yang keluar dari mulut penguasa keamanan Tambang Liar Labaong. Padahal informasi lain yang layak untuk dipercaya tentang kondisi dan setuasi di area tambang tersebut terkesan tidak diakomodir. Sejauh ini sudah tidak menjadi rahasia umum, hanya dikarenakan rasa takut adanya ancaman pemerintah akan menutup illegal mining Labaong, lantas pelaku illgal mining yang masih aktif berusaha tutup mata, tutup telinga dan tutup mulut merahasiakan semua yang terjadi. Nilai-nilai kemanusiaan tidak lagi mengukir rasa, masing-masing orang sibuk dengan aktifitasnya sendiri-sendiri. Akibatnya, bencana longsor yang telah menelan begitu banyak korban kerahasiaannya tersimpan rapi sampai-sampai pemerintah dan aparat keamanan kesulitan memperoleh data yang akurat. Pertanyaannya...sebegitu kuatkah blokade yang dilakukan penguasa keamanan areal Tambang Labaong sehingga aparat keamanan dan pemerintah daerah tidak mampu tembus ke Tempat Kejadian Perkarara (TKP) guna penyelidikan..? Atau memang ada unsur kesengajaan menunda-nunda dikarenakan kepentingan politik Pilkada, sehingga tidak ambil pusing terhadap puluhan mayat yang terkubur tanpa kain kaffan di Olat Labaong...? Sejak awal sudah diprediksi bahwa illegal mining Olat Labaong bakal mengundang bencana bagi masyarakat, lingkungan dan mahluk hidup lainnya. Bahkan sejumlah aktifis serta para intlektual coba membedah sekaligus menyuarakan kepada pemerintah untuk segera menghentikan illegal mining Labaong dengan alasan tuntutan aturan dan dampak lingkungan. Tidak lama kemudian pemerintah bersama DPRD dan aparat kepolisian gelar rapat koordinasi sehingga lahirlah keputusan "Tindak Tegas Setiap Pelaku Illegal Mining" Berdasarkan keputusan itulah aparat kepolisian melaksanakan penertiban preventif. Tindakan aparat kepolisian ini sempat menghentikan aktifitas illegal mining beberapa hari, namun entah kenapa aktifitas itu kembali merebak bahkan lebih dahsyat melibatkan ribuan pendatang dari luar pulau Sumbawa. Keptusan tindak tegas perlahan-lahan sirna berganti pola penanganan secara persuasif malalui topeng sosialisasi oleh tim terpadu. Bersama dengan perjalanan waktu, tim terpadupun terus bekerja bersosialisasi, sana sini gelar pertemuan, bersamaan dengan itu aktifitas illegal miningpun terus melaju lebih cepat dari perjalanan sosialisasi tim terpadu. Cerita Rakyat tentang korban tewas tertimbun longsoran serta bau busuk bangkai manusia yang kini menjadi topik hangat dikalangan masyarakat, belum juga berhasil menggelitik telinga pemerintah untuk segera bersikap memenuhi kehendak UU 4/2009 tentang Minerba. Kalau saja peluang untuk dilegalkannya penambangan rakyat di Kabupaten Sumbawa, maka Pemerintah berkewajiban untuk melakukan pembinaan, pengawasan dan penertiban terhadap masyarakat pelaku penambangan.
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||







Dari hari kehari bencana longsor dipusat illegal mining Olat Labaong terus terjadi, sejalan dengan peristiwa ini puluhan korban meninggal dan luka-luka tidak dapat dihindri, tetapi aneh bin ajaib aparat keamanan atau tim terpadu bentukan pemerintah daerah Kabupaten Sumbawa hanya bisa mendengar berita buruk ini tanpa bisa berbuat apa-apa. Mereka asyik bersosialisasi, mencari dan menggali aspirasi masyarakat sembari sesekali mendongeng tentang resiko hukum bagi pelaku illegal mining.












you need not envy other link:http://...
BZ-You have link:http://www.barbour-...
Please remember that vintage watches&...
Please remember that vintage watches&...