Jumat, 10 Februari 2012
Home Berita Nasional Konversi LPG 3 Kg dan Gas Kota Tidak ada Dikotomi
Konversi LPG 3 Kg dan Gas Kota Tidak ada Dikotomi PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Senin, 08 Juni 2009 20:12
Jakarta, Tambangnews.com.-  Tidak ada dikotomi antara Program Konversi LPG 3 Kg dan Program Gas Kota yang saat ini gencar dilaksanakan Pemerintah. Konversi minyak tanah ke LPG 3 Kg dan  Program Gas Kota mempunyai tujuan yang sama untuk mengurangi konsumsi minyak tanah dan mengurangi beban subsidi.

Penggunaan minyak tanah oleh masyarakat sebagai bahan bakar rumah tangga tahun 2008 mencapai 7,82 juta KL. ”Dari beberapa produk yang diberikan subsidi, minyak tanah (kerosene) merupakan salah satu yang terbesar”, ujar Dirjen Migas, Evita H. Legowo di Palembang beberapa waktu lalu. Sehingga lanjut Ibu Dirjen, pemerintah akan memperioritaskan kedua program diversifikasi tersebut.

Secara umum dapat digambarkan, cadangan gas bumi yang dimiliki Indonesia jauh lebih besar jika dibandingkan dengan minyak bumi, namun sebaliknya pemanfaatan gas bumi pada sektor rumah tangga  masih jauh dibandingkan dengan minyak tanah. Konsumsi minyak tanah sektor rumah tangga mencapai 17,35% sedangkan gas bumi hanya 0,05%.

Seperti dilansir oleh situs SDM berdasarkan data cadangan 1 januari 2008, cadangan minyak bumi terbukti mencapai 3,747.50 MMSTB, potensial 4,471.72 MMSTB sehingga total keseluruhan 8,219.22 MMSTB. sedangkan cadangan gas bumi terbukti sebesar 112.47 TSCF, potensial 57.60 TSCF sehingga total keseluruhan mencapai 170.07 TSCF.

Menurut Kepala BPH Migas, beban subsidi untuk minyak tanah tahun 2008 mencapai Rp 48,2 Triliun dan untuk mengurangi beban subsidi tersebut maka diperlukan upaya peningkatan pemanfaatan LPG dan gas bumi.

Sejak dimulainya program konversi minyak tanah ke LPG di Tahun 2007, permintaan LPG terus mengalami peningkatan hingga mencapai 9 kali lipat. Kesuksesan program konversi ini telah menghemat subsidi hingga 50%. Tahun ini daerah yang direncanakan akan dikonversi antara lain NAD, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, DKI, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DIY, Bali, Kalimantan Timur dan Sulawesi Selatan.

Untuk program gas kota, pemerintah akan mengembangkan gas kota di beberapa wilayah seperti, NAD, Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, Jawa Barat, Jaawa Tengah, Jawa Timur dan Papua dan saat ini yang sudah memasuki tahap konstruksi yaitu, Palembang dan Surabaya.

Pemerintah akan menjadi motor penggerak (leader) program konversi energi ini agar target bauran energi terkait pemanfaatan gas bumi sebesar 30% pada tahun 2025 dapat dicapai.(*/tn02)
SocialTwist Tell-a-Friend
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
 

Gold Price Update

Gas Price Update

Artikel Terkait

Komentar

 

Berita Terkini

Wamen ESDM Mencak-Mencak di DPD RI 09 Februari 2012, 23.45 Administrator Utama
Wamen ESDM Mencak-Mencak di DPD RI
Stefi: Pengelolaan CSR Berlandaskan Kesepakatan 08 Februari 2012, 22.37 Administrator Utama
Stefi: Pengelolaan CSR Berlandaskan Kesepakatan
PLTU Tanjung Jati B Andalan Pasokan Jawa Tengah 08 Februari 2012, 21.58 Administrator Nasional
PLTU Tanjung Jati B Andalan Pasokan Jawa Tengah
Cost Recovery Shale Gas 100% 08 Februari 2012, 21.56 Administrator Nasional
Cost Recovery Shale Gas 100%
Operasi PLTU Tanjung Jati Unit 4 Momen Tepat Dorong Industri 08 Februari 2012, 21.54 Administrator Nasional
Operasi PLTU Tanjung Jati Unit 4 Momen Tepat Dorong Industri
Presiden SBY Menerima CEO Sumitomo Corporation 08 Februari 2012, 21.49 Administrator Utama
Presiden SBY Menerima CEO Sumitomo Corporation

Berita Terbaru

Last Update:
09-02-2012 16:45
[cached @14:20]