| Inflasi Tak Terhindarkan Dalam Pengaturan BBM Bersubsidi |
|
|
|
| Oleh Administrator |
| Senin, 21 Maret 2011 19:51 |
Jakarta, Tambangnews.com.- Inflasi tak mungkin dihindari ketika pemerintah mulai menerapkan pengaturan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Waktu yang tepat untuk melaksanakan pengaturan ini adalah saat tekanan inflasi diperkirakan cukup rendah.Demikian menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan di Gedung Bank Indonesia Jakarta, Senin (21/3). "Saran saya, Maret atau April 2011 adalah waktu yang baik kalau kita ingin, pemerintah harus segera ambil keputusan sekarang-sekarang, apapun opsinya pasti ada inflasi," jelas Rusman. Tekanan inflasi pada Maret dan April 2011 akan cenderung menurun, sehingga jika pemerintah tidak mengambil keputusan untuk melakukan pengaturan BBM pada bulan tersebut, sebaiknya tidak melakukan pembatasan BBM bersubsidi sama sekali hingga akhir tahun. Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution menambahkan pihaknya memperkirakan inflasi 2011 bisa mencapai 6,4-6,5% jika pembatasan subsidi dilakukan. Selain itu, sepanjang tahun ini, perkiraan inflasi BI masih 5%±1%. "Memang kisaran 5%±1% sangat tergantung kepada apakah pembatasan subsidi itu berlangsung. Kalau berlangsung memang tidak mudah mencapai 5±1 %. Jika pembatasan subsidi bisa ke 6,4-6,5%,” ujarnya. Sementara itu, Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Darwin Zahedy Saleh dalam acara Kajian Pengaturan BBM Bersubsidi dengan Komisi VII DPR RI, mengatakan pemerintah menunda kebijakan program pengaturan BBM bersubsidi dalam waktu tidak ditentukan. “Penundaan ini disebabkan penerapan program pengaturan BBM bersubsidi akan menyebabkan inflasi,” katanya. Darwin menekankan inflasi menyangkut harga pangan dan energi yang mengalami fluktuasi. Selain itu, disparitas harga BBM Pertamax Rp8.700 dan Premium Rp.Rp.4.500 yang sangat tinggi, sehingga perbedaan yang terlalu jauh akan menggangu efektivitas program pengaturan BBM bersubsidi. Menurutnya, pemerintah harus melakukan pengklasifikasian pengguna untuk pencermatan memberikan subsidi pemakai BBM. “Untuk sistem pendukung seperti alat bayar subsidi langsung dan ketersediaan kendali volume yang menandai pengguna harus diuji coba berkali-kali. Waktunya sangat terbatas bila kebijakan ini diberlakukan 1 April 2011,” jelasnya. (kominfo/T.Ia/EYV/dry) |





Jakarta, Tambangnews.com.- Inflasi tak mungkin dihindari ketika pemerintah mulai menerapkan pengaturan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Waktu yang tepat untuk melaksanakan pengaturan ini adalah saat tekanan inflasi diperkirakan cukup rendah.













hsngxrg http://paydayloanslks.com/ pa...
ugpddei http://paydayloanslks.com/ pa...
vqfdcfe http://paydayloanslks.com/ pa...
This statement might be sweeping but ...
Slippers Christian Louboutin Altadama...