Kamis, 23 Oktober 2014
Home Berita Nasional Pertamina Tunda Kenaikan Harga LPG Industri (50Kg)
Pertamina Tunda Kenaikan Harga LPG Industri (50Kg) PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Jumat, 08 Juli 2011 13:44
JAKARTA, Tambangnews.com. – Penyalahgunaan LPG tabung ukuran 3 kg, tidak hanya terjadi pada LPG ukuran 12 kg, tetapi juga tabung 50 kg atau bulk yang digunakan untuk industri. Karena itu, pemerintah masih mempertimbangkan permintaan PT Pertamina untuk menaikkan harga LG tabung 12 kg dan 50 kg.

”Penyalahgunaan itu tidak hanya (LPG 3 kg) pindah ke 12 kg, tetapi tabung 50 kg juga ada,” tegas Dirjen Migas Kementerian ESDM Evita H. Legowo, kemarin.

Berdasarkan kenyataan tersebut, lanjutnya, pemerintah masih belum memberikan keputusan atas permintaan Pertamina untuk menaikkan harga LPG tabung 12 kg dan 50 kg.

Sementara itu, dalam siaran persnya, Kamis (7/7), PT Pertamina menyatakan menunda kenaikan harga LPG tabung 50 kg. Hal ini dilakukan setelah perusahaan pelat merah itu diminta pemerintah meninjau ulang rencananya tersebut.

Sebelumnya, menurut VP Corporate Communication PT Pertamina M. Harun, Pertamina berencana menaikkan harga jual LPG untuk industri sekitar 10%. Dengan kenaikan harga jual LPG industri ini, Pertamina ingin berbagi beban dengan industri sehingga Pertamina dapat memenuhan demand atas LPG yang meningkat sesuai dengan perkembangan industri. Dengan demikian, Pertamina dan industri bersama-sama berkontribusi atas pertumbuhan perekonomian nasional.

Harga jual LPG Pertamina untuk industri (50 kg) saat ini yaitu   Rp 7.355 per  kg, masih di bawah harga pasar yang sudah lebih dari Rp 9.000 per kg.

“Selisih harga jual tersebut selama ini ditanggung oleh Pertamina sehingga menyebabkan berkurangnya laba Pertamina sampai dengan Rp  3,2 triliun di tahun 2010,” katanya.

Pada kuartal pertama 2011, bisnis LPG non PSO Pertamina sudah menyumbangkan kerugian sejumlah Rp 1 triliun. Apabila harga tersebut dipertahankan seperti saat ini, kemungkinan kerugian akibat bisnis LPG non PSO yang mencakup 12 kg, 50 kg dan bulk untuk  industri diperkirakan mencapai Rp 3,6 triliun. (ESDM)
SocialTwist Tell-a-Friend
 

Gold Price Update

Gas Price Update

Artikel Terkait

Komentar

 
Fahri: Kenaikan BBM Sekarang Tidak Tepat 21 Oktober 2014, 06.28 Administrator Utama
Fahri: Kenaikan BBM Sekarang Tidak Tepat
Fadli Zon: Belum Mendesak Menaikkan Harga BBM 16 Oktober 2014, 06.28 Administrator Utama
Fadli Zon: Belum Mendesak Menaikkan Harga BBM
DR RI: Kalteng Selalu Kesulitan BBM 16 Oktober 2014, 06.22 Administrator Utama
DR RI: Kalteng Selalu Kesulitan BBM