|
10 Investor Minati Shale Gas |
|
|
|
|
Oleh Administrator
|
|
Jumat, 23 September 2011 10:19 |
Jakarta, Tambangnews.com.- Pemerintah telah menerima pengajuan permintaan joint study shale gas dari 10 investor. Dalam melakukan joint study tersebut, investor akan bekerja sama dengan 5 perguruan tinggi yang telah ditunjuk pemerintah yaitu ITB, UGM, UPN, Universitas Trisakti dan Universitas Padjajaran. “Sudah ada 10 perusahaan yang mengajukan joint study shale gas,” kata Dirjen Migas Kementerian ESDM Evita H. Legowo usai mengumumkan pemenang lelang penawaran langsung WK migas di Jakarta Convention Center. Evita mengemukakan, pemerintah terus berupaya mengembangkan gas unconventional, seperti shale gas dan gas metana batu bara (CBM). Pada tahap awal ini, pengembangannya dilakukan dengan cara joint study. Shale gas adalah gas yang diperoleh dari serpihan batuan shale atau tempat terbentuknya gas bumi. Proses yang diperlukan untuk mengubah batuan shale menjadi gas membutuhkan waktu sekitar 5 tahun. Pemerintah saat ini tengah menyusun aturan hukum pengembangan shale gas. Berdasarkan hasil identifikasi yang dilakukan pemerintah, hingga saat ini terdapat 7 cekungan di Indonesia yang mengandung shale gas dan 1 berbentuk klasafet formation. Cekungan terbanyak berada di Sumatera yaitu berjumlah 3 cekungan, seperti Baong Shale, Telisa Shale dan Gumai Shale. Sedangkan di Pulau Jawa dan Kalimantan, shale gas masing-masing berada di 2 cekungan. Di Papua, berbentuk klasafet formation. Negara yang telah mengembangkan shale gas dan cukup berhasil adalah Amerika Serikat. Negara yang sebelumnya harus mengimpor gas itu, pada tahun 2014 mendatang tidak perlu melakukannya lagi karena kebutuhannya telah dipenuhi oleh shale gas.(ditjenmigas)
|
|
LAST_UPDATED2 |
hsngxrg http://paydayloanslks.com/ pa...
ugpddei http://paydayloanslks.com/ pa...
vqfdcfe http://paydayloanslks.com/ pa...
This statement might be sweeping but ...
Slippers Christian Louboutin Altadama...