Selasa, 22 Mei 2012
Home Berita Nasional Alokasi Gas Domestik 2011 Capai 58%
Alokasi Gas Domestik 2011 Capai 58% PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Selasa, 22 November 2011 10:52

Jakarta, Tambangnews.com.- Alokasi gas bumi untuk domestik tahun 2011 mencapai 58%. Lebih besar jika dibandingkan ekspor yang mencapai 42%. Alokasi tersebut diperuntukkan untuk peningkatan produksi, pupuk, listrik, industri lain, gas kota dan BBG transportasi.

Demikian dikemukakan Menteri ESDM Jero Wacik dalam Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR, Senin (21/11). Dalam Raker yang dipimpin Ketua Komisi VII DPR Teuku Riefky Harsya tersebut, Menteri ESDM didampingi Wakil Menteri ESDM Wdjajono Partowidagdo, Dirjen Migas Evita H. Legowo, Sekjen ESDM Waryono Karno dan para pejabat eselon I di lingkungan Kementerian ESDM.

Untuk meningkatkan pasokan dalam negeri, katanya, telah dilakukan optimalisasi pemanfaatan infrastruktur gas. Antara lain, swap penyaluran gas Lapangan Gajah Baru dengan Conoco Phillips Blok Koridor pada kontrak penyaluran gas ke Singapura, sehingga tambahan produksi gas daru Lapangan Gajah Baru dapat digunakan di dalam negeri.

"Selain itu, pemanfaatan produksi LNG Badak dan Tangguh melalui FSRU Jawa Barat dan Sumatera Utara," jelasnya.

Terkait alokasi gas untuk domestik, pemerintah telah mengeluarkan Permen ESDM No. 03/2010 tentang Alokasi dan Pemanfaatan Gas Bumi yang isinya, antara lain:

a.  Pemanfaatan gas bumi diprioritaskan untuk kebutuhan dalam negeri dengan tetap mempertimbangkan keekonomian pengembangan lapangan.

b.  Alokasi pemanfaatan cadangan gas bumi yang baru ditemukan, diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan setempat. Apabila terdapat kelebihan, dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan wilayah lainnya.

c.  Pemanfaatan gas bumi untuk dalam negeri dilakukan dengan mempertimbangkan ketersediaan infrastruktur, besarnya cadangan dan keekonomian lapangan dengan urutan prioritas:

1. Upaya peningkatan produksi migas.
2. Sebagai bahan baku industri pupuk.
3. Sebagai penyediaan tenaga listrik.
4. Sebagai bahan bakar/bahan baku untuk industri lainnya.

d.  Apabila terjadi kekurangan pasokan gas bumi (shortage) di suatu wilayah akibat keterbatasan di suatu wilayah akibat keterbatasan sumber gas dan infrastruktur, maka dapat dilakukan relokasi pasokan gas bumi atau swapping sebagai salah satu akibat contigency plan.

(ditjenmigas)

SocialTwist Tell-a-Friend
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
 

Gold Price Update

Gas Price Update

Artikel Terkait

Komentar

 

Berita Terbaru

Last Update:
21-05-2012 16:37
[cached @19:47]