Selasa, 22 Mei 2012
Home Berita Nasional Presiden Resmikan Pembangunan Kilang Minyak RFCC Pertamina
Presiden Resmikan Pembangunan Kilang Minyak RFCC Pertamina PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Kamis, 29 Desember 2011 22:38
Cilacap, Tambangnews.com.-  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan pencanangan (groundbreaking) pembangunan Kilang Minyak Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Pertamina Refinery Unit 4 Cilacap, di Lapangan Sepakbola Lomanis, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (28/12) sore. Bersamaan dengan pencanangan ini, Presiden juga meresmikan pengoperasian tiga Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Ketiganya adalah PLTU 1 Banten-Suralaya di Cilegon berdaya 625 MW, PLTU 3 Banten Unit 1 di Tangerang, Provinsi Banten, berdaya 315 MW, dan PLTU Tanjung Jati B Ekspansi Unit 3 di Jepara, Jawa Tengah, yang berdaya 66 MW.

Pembangunan kilang minyak dan peresmian PLTU ini merupakan bagian dari implementasi program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Ketiga infrastruktur energi ini merupakan bagian dari pemenuhan kebutuhan energi nasional dan mengurangi ketergantungan pada impor. Saat ini, produksi premium Pertamina hanya bisa memenuhi 54 persen kebutuhan nasional dan sisanya impor.

"Proyek RFCC yang akan dimulai pembangunannnya hari ini memiliki tujuan untuk meningkatkan produksi BBM, khususnya bahan bakar beroktan tinggi dan memiliki kualitas lebih baik serta memperbaiki margin kilang RU IV Cilacap secara keseluruhan," ujar Dirut Pertamina Karen Agustiawan dalam laporannya kepada Presiden SBY. Selain itu pembangunan proyek RFCC ini diharapkan dapat mendukung MP3EI yang diperkirakan akan menyerap 6 ribu hingga 8 ribu pekerja dan penggunaan kandungan lokal yang mencapai 320 juta dolar AS.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo dalam sambutannya mengatakan, Jawa Tengah memiliki beban puncak listrik sebesar 2.988 MW sedangkan kapasitas pembangkit yang ada baru sebesar 2.000 MW. "Harapan kami dengan diresmikannya PLTU Tanjung Jati B di Kabupaten Jepara yang berkapasitas 3 X 660 Megawatt serta pembangunan PLTU Batang berkapasitas 2 X 1000 MW, PLTU Rembang 2 X 315 MW, dan PLTU Adipala Cilacap dengan kapasitas 660 MW, maka Jawa Tengah akan memberikan kontribusi terhadap kehandalan pasokan listrik di Jawa, Bali, dan Madura pada tahun 2014," ujar Bibit.

Dalam sambutannya, Presiden SBY menjelaskan bahwa dunia memerlukan tambahan komoditas energi sebesar 60 persen. "Oleh karena itulah kalau kita memahami perkembangan dunia dan memahami perkembangan negeri kita soluinya tiada lain kita harus bisa memenuhi keperluan energi yang makin ke depan akan menjadi tantangan yang tidak ringan," ujar SBY.

Saat ini di Indonesia terus membangun industri energi agar 240 juta penduduk Indonesia terpenuhi kebutuhannya. "Menjadi tujuan dan sasaran kita untuk membangun industri kita bisa memenuhi keperluan rakyat kita," Presiden SBY menjelaskan.

Usai menyampaikan sambutannya, Presiden SBY menekan tombol sirine, dengan didampingi Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri ESDM Jero Wacik, dan Dirut Pertamina Karen Agustiawan, sebagai tanda diresmikannya groundbreaking atau pemasangan pancang pertama RFCC RU IV Pertamina Cilacap, dan 3 PLTU di Banten dan Jawa Tengah. Usai acara, Presiden berkeliling meninjau Kilang Minyak di Unit IV Pertamina, Cilacap. (presidensby/arc)
SocialTwist Tell-a-Friend
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
 

Berita Terbaru

Last Update:
21-05-2012 16:37
[cached @19:47]