| Gas Tangguh Dikapalkan |
|
|
|
| Oleh Administrator |
| Kamis, 09 Juli 2009 08:48 |
Jakarta, Tambangnews.com.- Pengiriman perdana LNG Tangguh ke POSCO, Korea Selatan, sebanyak 1 kargo telah dilakukan Senin (6/7) pukul 6 pagi waktu Papua. Ekspor pertama ini menandakan mulai beroperasinya proyek Tangguh dalam kurun waktu kurang lebih empat tahun sejak mendapat ijin resmi dari Pemerintah Indonesia pada Maret 2005.Pengiriman perdana menuju terminal LNG POSCO di Gwangyang, Korea Selatan dengan menggunakan kapal Tangguh Foja. Ekspor pertama ini menandakan mulai beroperasinya proyek Tangguh dalam kurun waktu kurang lebih empat tahun sejak mendapat ijin resmi dari Pemerintah Indonesia pada Maret 2005. Dilansir oleh situs BPMigas, Kepala BPMIGAS R. Priyono mengatakan “Pengiriman perdana kargo LNG dari Tangguh ini merupakan salah satu momentum penting bagi sejarah usaha hulu migas nasional. Sebagai sentra LNG Indonesia yang ketiga, pengiriman kargo pertama ini diharapkan akan mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu produsen LNG di dunia, disamping juga sebagai salah satu sumber penambahan penerimaan negara. Proyek Tangguh ini nantinya diharapkan akan menjadi cikal bakal pengembangan industri strategis di wilayah Indonesia Timur.” Proyek LNG Tangguh merupakan salah satu proyek yang dinilai berhasil. Selain mampu menyerap tenaga lokal dan nasional hingga lebih dari 10,000 pekerja di masa puncak proyek, penyelesaian proyek Tangguh juga termasuk yang tepat waktu, apalagi bila dilihat dari lokasinya yang terpencil dengan segala keterbatasan infrastruktur, serta prasarana dan sarana pendukung lainnya. Nilai investasi proyek ini mencapai sekitar US$5 milyar. Presiden BP Indonesia William Lin menambahkan: “Pencapaian penting ini merupakan hasil langsung dari gabungan keahlian dan komitmen yang terpadu dari para karyawan, mitra kerja dan kontraktor Indonesia dan luar negeri. LNG Tangguh merupakan contoh gemilang dari apa yang dapat dicapai dengan perencanaan dan manajemen proyek yang ketat, dan dukungan penuh dari pemerintah dan masyarakat setempat.” Tangguh terdiri dari enam lapangan gas dari kontrak kerja sama Wiriagar, Berau dan Muturi di daerah Bintuni, Papua Barat. Gas yang diproduksi dari dua anjungan lepas pantai tak berawak disalurkan melalui pipa sepanjang 22 kilometer ke dua kilang pencair gas, masing-masing dengan kapasitas produksi LNG 3.8 juta ton per tahun. Train 1 memulai produksi LNG untuk kargo pertama ini pada pertengahan Juni sementara Train 2 diharapkan mulai beroperasi pada kwartal ini juga. Tangguh dioperasikan oleh BP Indonesia, dengan saham 37.16%, kontraktor kepada Badan Pengelola Minyak dan Gas (BPMIGAS). Mitra lain dalam proyek tersebut adalah MI Berau B.V. (16.3%), CNOOC Ltd. (13.9%), Nippon Oil Exploration (Berau) Ltd. (12.23%), KG Berau/KG Wiriagar (10%), LNG Japan Corporation (7.35%) and Talisman (3.06%). (tn02) |







Jakarta, Tambangnews.com.- Pengiriman perdana LNG Tangguh ke POSCO, Korea Selatan, sebanyak 1 kargo telah dilakukan Senin (6/7) pukul 6 pagi waktu Papua. Ekspor pertama ini menandakan mulai beroperasinya proyek Tangguh dalam kurun waktu kurang lebih empat tahun sejak mendapat ijin resmi dari Pemerintah Indonesia pada Maret 2005.










psvvozn http://qcialis.eu/ cialis kau...
anyfajce http://qviagra.it/ viagra >:...
plewei http://qcialis.fr/ cialis 9447...
vkdplc http://qcialis.eu/ cialis Knol...
weklkd http://qviagra.eu/ viagra kauf...