| Pertamina Ubah Desain Depo Plumpang |
|
|
|
| Oleh Administrator |
| Jumat, 10 Juli 2009 15:53 |
Jakarta, Tambangnews.com.– PT Pertamina dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus membahas disain pengamanan untuk menjamin peristiwa kebakaran yang melanda Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara, belum lama ini tidak terulang kembali.Seperti dirilis oleh beritajakarta.com, rencana pembuatan buffer zone (zona pengaman) dan rumah susun (rusun) berlanjut, tapi disain sedikit berubah karena rencananya di sekitar lokasi depo akan dibangun jalan tol akses Tanjungpriok-Semper-Plumpang-Cikunir. “Di sepanjang jalan tol yang melintasi Depo Plumpang, rencananya akan dibuat semacam terowongan sepanjang 1,25 kilometer,” kata Wagub DKI Jakarta Prijanto memimpin Rapat Pembahasan Progres Depo Plumpang bersama PT Pertamina di Balaikota DKI, Jakarta, Kamis (9/7). Kanopi yang dibuat semacam terowongan ini akan mengamankan pengendara yang melintas dari dampak kebakaran jika peristiwa lalu terulang. Terowongan di jalan tol tersebut juga untuk mengamankan area Depo Plumpang dari tindakan sabotase yang bisa dilakukan dari atas jalan tol. Pemprov DKI dan PT Pertamina saat ini sedang membahas perubahan disain teknis revitalisasi Depo Pertamina Plumpang yang telah terbakar beberapa bulan lalu. Perubahan dilakukan karena ada rencana pembuatan jalan tol akses Jalan Tanjung Priok-Semper-Plumpang-Cikunir. Jalan tol ini akan melintas bagian atas Depo Plumpang sepanjang 1,25 kilometer. “Kami tengah membahas bagaimana agar depo ini terlindungi dari human error seperti ada yang melempar sesuatu dari atas jalan tol ke depo yang mengakibatkan kecelakaan. “Selain itu, juga untuk melindungi pelintas jalan tol dari kebocoran gas atau angin kencang. Jadi depo dan pelintas tol tetap terlindungi,” kata Prijanto menambahkan. Sebenarnya, Pertamina berencana meminta Departemen Pekerjaan Umum (DPU) untuk mengubah perlintasan jalan tol. Jadi, jalan tol dibuat melengkung ke arah utara agar tidak melintas di atas depo. Namun perubahan tersebut dirasa tidak mungkin, sebab di arah utara sudah terbangun gardu listrik milik PLN. Karena jalur tol tak mungkin dirubah, kemudian Pertamina akan membangun pengaman diatas jalan tol berbentuk kanopi tertutup atau semacam terowongan. Mengenai pembangunan buffer zone, Prijanto memastikan tetap akan dilakukan dan akan diperluas dari utara ke arah timur dengan bentuk melingkar. Rencana pembangunan buffer zone di Depo Pertamina saat ini masih dalam tahap inventarisasi lahan warga Tanahmerah, Plumpang, Jakarta Utara. Untuk pembangunan buffer zone membutuhkan dana yang tidak sedikit. Ini termasuk proyek besar, karena harus merelokasi sekitar 7.400 kepala keluarga (KK) yang menetap di belakang PT Pertamina. Sedangkan untuk pengukuran lahan, Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup DKI Sarwo Handayani, pernah memperkirakan akan menelan dana sekitar Rp100 juta, sebab selain kawasan Tanahmerah akan dilintasi pembangunan jalan tol, di kawasan ini juga banyak objek vital yang harus diamankan. Diantaranya adalah tiang saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET) dan gardu induk milik PLTU. Karena itu, pengukuran harus dilakukan secara tepat. (*/tn02) |







Jakarta, Tambangnews.com.– PT Pertamina dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus membahas disain pengamanan untuk menjamin peristiwa kebakaran yang melanda Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara, belum lama ini tidak terulang kembali.











cvnrlv http://ukcheappharmacy.co.uk/ ...
Welcome to Oakley Sunglasses Outlet S...
> Timer3.Enabled = False link...
Consequently it occurs that the web i...
Mass have not got word totally from t...