Sabtu, 01 November 2014
Home Berita Nasional PLN Laporkan Neraca Keuangan Semester 1 Tahun 2012
PLN Laporkan Neraca Keuangan Semester 1 Tahun 2012 PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Jumat, 31 Agustus 2012 19:16

Jakarta, Tambangnews.com.- PT PLN (Persero) telah mengeluarkan laporan keuangan semester 1 tahun 2012 yang telah direview oleh kantor akuntan publik Osman Bing Satrio & Rekan (member firm of Deloitte Touche Tohmatsu Limited). Berdasarkan laporan laba rugi konsolidasi, pendapatan usaha perseroan pada semester 1 2012 tercatat sebesar Rp. 111,3 triliun, naik 11% dari pendapatan usaha semester 1 2011 yang sebesar Rp. 98,5 triliun. Meningkatnya pendapatan usaha ini, terutama berasal dari kenaikan penjualan tenaga listrik (penambahan jumlah pelanggan dan penambahan volume penjualan).

Sementara itu, beban usaha sepanjang semester 1 2012 tercatat sebesar Rp 94,9 tiliun, meningkat 8% dibandingkan semester 1 2011 yang mencatatkan angka Rp. 86,7 triliun. Meningkatnya beban usaha ini karena peningkatan konsumsi bahan bakar dan pelumas dan pembelian tenaga listrik untuk memenuhi peningkatan permintaan listrik dari masyarakat. Meningkatnya beban usaha juga karena adanya peningkatan penyusutan akibat meningkatnya jumlah asset perseroan.

Dengan margin PSO dari pemerintah sebesar 7% pada tahun ini, PLN membukukan laba usaha perseroan sebesar Rp 16,4 triliun pada semester 1 tahun 2012 atau naik 28% dibanding periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 11,7 triliun. Namun laba bersih perseroan mengalami penurunan dari Rp 10,3 triliun pada periode yang sama tahun lalu menjadi Rp 31 miliar pada semester 1 tahun 2011. Penurunan drastis ini terutama akibat adanya kerugian karena selisih kurs mata uang asing yang umumnya berasal dari translasi asset dan kewajiban moneter perusahaan dalam mata uang asing.

Dari laporan posisi keuangan, tercatat jumlah aset tidak lancar mengalami kenaikan dari Rp 409,5 triliun pada 31 Desember 2011 menjadi Rp 443,8 triliun pada 30 Juni 2012. Hal ini terutama karena pada semester 1 tahun 2012 mulai beroperasi beberapa PLTU yang merupakan bagian dari proyek percepatan tahap 1 seperti PLTU Lontar (Teluk Naga) Unit 2 dan 3 serta PLTU Paiton. Sementara aset lancar naik dari Rp 58,2 triliun pada 31 Desember 2011 menjadi Rp 67,1 triliun pada 30 Juni 2012. Sehingga total jumlah aset perseroan pada 30 Juni 2012 sebesar Rp 510,9 triliun atau naik 8% dari Rp 467,7 triliun pada 31 Desember 2011.

Selengkapnya isi laporan keuangan semester 1 tahun 2012 seperti terlampir dibawah ini.(tn01)

SocialTwist Tell-a-Friend
 

Gold Price Update

Gas Price Update

Artikel Terkait

Komentar

 
Kepala SKK Migas Lowong, Pemerintah Segera Tetapkan 01 November 2014, 18.49 Administrator Nasional
Kepala SKK Migas Lowong, Pemerintah Segera Tetapkan
Sudirman Said: Prioritas Utama Saya adalah Mengurai Sumbatan 01 November 2014, 13.46 Administrator Utama
Sudirman Said: Prioritas Utama Saya adalah Mengurai Sumbatan
Beli Minyak Tanpa Broker, Jokowi Hemat Rp 15 Triliun 01 November 2014, 13.41 Administrator Utama
Beli Minyak Tanpa Broker, Jokowi Hemat Rp 15 Triliun
Fadli Zon: Tidak Perlu Ada Kenaikan Harga BBM 31 Oktober 2014, 06.41 Administrator Utama
Fadli Zon: Tidak Perlu Ada Kenaikan Harga BBM
Menteri ESDM Bertekad Subsidi Akan Dikembalikan Pada Tracknya 30 Oktober 2014, 09.48 Administrator Utama
Menteri ESDM Bertekad Subsidi Akan Dikembalikan Pada Tracknya