Jumat, 10 Februari 2012
Home Berita Nasional Ekspor CPO Ke India Akan Meningkat
Ekspor CPO Ke India Akan Meningkat PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Selasa, 11 Agustus 2009 20:40
Jakarta, Tambangnews.com.- Ekspor CPO (Crude Palm Oil) ke India akan naik antara 5 hingga 10 persen pasca penandatanganan kesepakatan perdagangan bebas ASEAN dan India (AIFTA). Demikian analisis Dewan Pembina Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Derom Bangun Derom di Jakarta, Selasa (11/8) seperti dilansir oleh situs kominfo.

            “Sekarang ekspor kita 2,5 juta ton per tahun ke India. Dengan (AIFTA) ini saya kira akan naik 5-10 persen, karena adanya pemulihan daya beli masyarakat India yang sebelumnya terkena dampak krisis juga,” Jelas Derom.

            Kesepakatan perdagangan bebas antara ASEAN dan India rencananya akan ditandatangani Kamis (13/8) pada pertemuan tingkat menteri tahunan ASEAN (ASEAN Economic Ministers/AEM) di Bangkok, Thailand pada 13-16 Agustus 2009.

Menurut Derom, dalam rangka pemulihan krisis global di India, negara tersebut memerlukan sekitar 12 juta ton minyak makan (minyak kedelai dan minyak kelapa sawit) karena tingginya konsumsi domestik di negara tersebut sedangkan produksi domestik di India hanya sekitar 5-6 juta ton.  

            Dalam perjanjian kerjasama tersebut India akan menurunkan Bea Masuk (BM) CPO (Crude Palm Oil) dan RPO (Refined Palm Oil) dari ke tingkat maksimum dari saat ini 80 persen dan 90 persen menjadi 37,5 persen dan 45 persen pada 2019.

”Satu catatan, ketika harga CPO saat ini tinggi, India sangat memperhatikan daya beli masyarakatnya. Jadi kalau BM tinggi seperti sekarang ini di level 90 persen, pasti akan bisa lagi dikurangi hingga 0 persen seperti yang terjadi pada tahun 2008 lalu,” tambah Derom.

Oleh karena itu, produsen dalam negeri berpotensi akan menambah pasokan ekspor untuk kebutuhan India sebanyak 250 ribu ton dari total ekspor saat ini sebanyak 2,5 juta ton per tahun untuk memenuhi 6 juta ton yang masih diperlukan India melalui impor.

Keunggulan lainnya, menurut Derom, pasar di India lebih banyak membutuhkan impor dalam bentuk mentah karena mereka punya pabrik sendiri daripada membeli minyak goreng langsung.

”Karena itu, peluang kita lebih besar daripada Malaysia. Yang paling banyak ekspor ke India adalah Indonesia dan Malaysia. Beda dengan China mereka suka membeli langsung dalam bentuk olein, jadi kita jago dibahan mentah,” katanya.

 Saat ini, Indonesia dan Malaysia kurang lebih telah memenuhi hampir 86 persen pasokan terhadap kebutuhan dunia sedangkan sisanya dari negara-negara seperti Thailand, Columbia, dan Meksiko namun dalam skala kecil.(bipnewsroom/T.Ve/toeb)
SocialTwist Tell-a-Friend
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
 

Berita Terkini

Wamen ESDM Mencak-Mencak di DPD RI 09 Februari 2012, 23.45 Administrator Utama
Wamen ESDM Mencak-Mencak di DPD RI
Stefi: Pengelolaan CSR Berlandaskan Kesepakatan 08 Februari 2012, 22.37 Administrator Utama
Stefi: Pengelolaan CSR Berlandaskan Kesepakatan
PLTU Tanjung Jati B Andalan Pasokan Jawa Tengah 08 Februari 2012, 21.58 Administrator Nasional
PLTU Tanjung Jati B Andalan Pasokan Jawa Tengah
Cost Recovery Shale Gas 100% 08 Februari 2012, 21.56 Administrator Nasional
Cost Recovery Shale Gas 100%
Operasi PLTU Tanjung Jati Unit 4 Momen Tepat Dorong Industri 08 Februari 2012, 21.54 Administrator Nasional
Operasi PLTU Tanjung Jati Unit 4 Momen Tepat Dorong Industri
Presiden SBY Menerima CEO Sumitomo Corporation 08 Februari 2012, 21.49 Administrator Utama
Presiden SBY Menerima CEO Sumitomo Corporation

Berita Terbaru

Last Update:
09-02-2012 16:45
[cached @13:20]