Minggu, 21 September 2014
Home Berita Nasional KKKS Memuji Langkah Pemerintah

Daerah

 
KKKS Memuji Langkah Pemerintah PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Sabtu, 17 November 2012 19:05

KUTA, Tambangnews.com.- Perusahaan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) migas memuji dan menyambut positif langkah cepat pemerintah merespon keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang membubarkan BP Migas. Mereka optimis pengelolaan pengusahaan migas tetap berjalan normal.

"Kami mengapresiasi langkah cepat pemerintah yang mengambil alih tugas-tugas pengelolaan dan pengusahaan industri hulu migas," ujar Lukman Mahfoedz, Presiden Direktur PT Medco Energi Indonesia. Kalangan KKKS, menurut Lukman, merasakan mendapat jaminan kepercayaan saat mendapat khabar bahwa Perpres 95/2012 tentang pengalihan fungsi dan tugas eks BP Migas ke KESDM.

Penjelasan Lukman dikemukaan usai bersama pengurus Indonesia Petroleum Association (IPA) serta sejumlah pimpinan KKKS seperti Exxon Mobil, Chevron Indonesia, Primier dan Salamander mengadakan pertemuan dengan Menteri ESDM Jero Wacik di hotel Patra Jasa, Kuta, Bali pada Jumat malam (16/11/2012). Pertemuan berlangsung sekitar satu jam itu berlangsung usai makan malam.

Pendapat senada juga disampaikan CEO PT Chevron Indonesia, Jeff. "Kami sebagai perusahaan yang telah lama menjalin kerjasama dengan pemerintah menyambut baik dengan langkah-langkah pemerintah. Kami mendapat jaminan bahwa iklim usaha industri migas tetap berjalan dengan baik," papar Jeff. Chevron Indonesian merupakan KKKS yang memproduksi minyak mentah paling besar di Indonesia.

Sedang VP PT Ephindo, Sammy Hamzah mengungkapkan kalangan KKKS merasa langkah cepat pemerintah itu sangat tepat dan baik. "Secara pribadi saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi atas respon cepat pemerintah," ujar Sammy yang juga Wakil Ketua API itu.

Pada kesempatan tersebut Menteri ESDM Jero Wacik mengungkapkan tindakan cepat diambil pemerintah mengingat industri hulu migas sangat sensitif dalam hitungan detik. "Sebab, produksi minyak mentah itu kalau berhenti kerugian yang ditanggung sangat besar. Selain itu usaha ini padat modal sekaligus padat teknologi," papar dia.

Pertemuan itu, menurut Menteri ESDM, Jero Wacik sebagai upaya membangun kepercayaan antara pemerintah dengan KKKS pasca keputusan MK yang membubarkan BP Migas. Oleh sebab itu meski pada Senin (19/11/2012) malam nanti akan bertemu dengan seluruh KKKS di hotel Dharmawangsa, Jakarta, disempatkan bertemu dengan pengurus IPA dan beberapa KKKS di Bali, kemarin. "Biar semakin intens terbangun saling percaya antara pemerintah dengan KKKS," papar diam. (ESDM/AR/tn02)

 

SocialTwist Tell-a-Friend
 

Gold Price Update

Gas Price Update

Artikel Terkait

Komentar