Jumat, 10 Februari 2012
Home Berita Nasional DPR Minta Pemerintah Lakukan Perhitungan Untuk Subsidi Listrik
DPR Minta Pemerintah Lakukan Perhitungan Untuk Subsidi Listrik PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Minggu, 31 Mei 2009 22:11
Jakarta, Tambangnews.com.- Anggota Komisi VII sepakat meminta Departemen ESDM dan PLN untuk melakukan perhitungan lebih terperinci terkait asumsi yang digunakan untuk subsidi listrik 2010 mendatang. Terkait usulan subsidi listrik tahun 2010 tersebut, Anggota Komisi VII DPR Kahar Muzakir (F-PG) mengatakan, seharusnya penghitungan subsidi listrik berpatokan pada harga batu bara,bukan harga minyak. Hal tersebut diungkapkan Kahar saat Rapat Dengar Pendapat antara Komisi VII DPR dengan Direktur Utama PLN, Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi DESDM, yang dipimpin Ketua Komisi VII DPR Airlangga Hartarto (F-PG), di DPR, Kamis (28/5).
“Perhitungan subsidi masih terkait dengan harga minyak. Kenapa patokan tidak memasukkan harga batu bara karena penggunaan batu bara lebih banyak. Seharusnya, selain asumsi makro APBN juga menggunakan asumsi yang lebih spesifik khusus untuk kelistrikan seperti batu bara,” papar Kahar.
Proses perumusan asumsi makro tahun 2010 mulai bergulir. Salah satunya adalah PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang mengusulkan alokasi subsidi listrik tahun depan sebesar RP 43,25 triliun
Direktur utama PLN Fahmi Mochtar dihadapan Komisi VII DPR mengatakan, untuk menentukan nominal susbsidi tahun 2010, PLN memakai acuan asumsi makro antara lain nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (US$) mencapai Rp 10.000/US$, harga Indonesia Crude Price (ICP) atau minyak mentah Indonesia sebesar US$ 50/barrel, dan asumsi pertumbuhan ekonomi sebesar 5%.
Selain itu, acuan dari sisi energi listrik meliputi faktor elastisitas penjualan listrik 6%, volume penjualan tenaga listrik 144,52 tetra watt hour, serta susut jaringan 9,95% dan margin usaha sebesar 3%.
Sedangkan untuk konsumsi bahan bakar minyak tahun depan, menurut Fahmi, justru akan mengalami penurunan sebanyak 43% dibandingkan tahun ini. "Konsumsi tahun 2009 diperkirakan 7,9 juta kiloliter sedangkan tahun depan 4,5 juta kiloliter," katanya.
Pasalnya, PLN memperkirakan konsumsi gas mengalami peningkatan dari 313 BBTU menjadi 323 BBTU sementara konsumsi batu bara juga mengalami peningkatan. Fahmi menjelaskan tahun 2009 perkiraan konsumsi batu bara sebesar 23,49 juta ton menjadi 31,7 juta ton 2010 nanti.(DPR/eko/olly)
SocialTwist Tell-a-Friend
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
 

Gold Price Update

Gas Price Update

Artikel Terkait

Komentar

 

Berita Terkini

Penawaran Langsung Oleh Pertamina Dalam WK Migas Non Konvensional 10 Februari 2012, 11.23 Administrator Nasional
Penawaran Langsung Oleh Pertamina Dalam WK Migas Non Konvensional
Pengadaan Hulu Migas 2011 Capai Rp 106 Triliun 10 Februari 2012, 11.19 Administrator Nasional
Pengadaan Hulu Migas 2011 Capai Rp 106 Triliun
Delegasi US-Asean Council Tawarkan Kerjasama Energi 10 Februari 2012, 11.02 Administrator Utama
Delegasi US-Asean Council Tawarkan Kerjasama Energi
Wamen ESDM Mencak-Mencak di DPD RI 09 Februari 2012, 23.45 Administrator Utama
Wamen ESDM Mencak-Mencak di DPD RI
Stefi: Pengelolaan CSR Berlandaskan Kesepakatan 08 Februari 2012, 22.37 Administrator Utama
Stefi: Pengelolaan CSR Berlandaskan Kesepakatan

Berita Terbaru

Last Update:
10-02-2012 04:23
[cached @23:20]