| Pengembangan CBM dan BBN Indonesia Dikagumi Luar Negeri |
|
|
|
| Oleh Administrator |
| Kamis, 22 Juli 2010 21:15 |
Jakarta, Tambangnews.com.- Sejumlah negara sahabat yang mengikuti kegiatan Dialog on Oil and Gas Sustainable Development: Exploring Mutual Cooperation and Promoting Better Understanding through Knowledge Sharing yang diselenggarakan Ditjen Migas Kementerian ESDM, mengaku tertarik pada pengembangan gas metana batu bara (CBM) dan bahan bakar nabati (biofuel) yang dilakukan Pemerintah Indonesia.Hal itu terungkap pada acara penutupan kegiatan tersebut di Gedung Migas, Rabu (21/7). Beberapa negara yang mengikuti kegiatan yang berlangsung selama 17 hari ini adalah Vietnam, Namibia, Myanmar, Libya, Suriname dan Khazaktan. “Sangat menarik dapat menyaksikan perkembangan industri migas Indonesia. Kami harus belajar banyak, terutama dalam pengembangan CBM. Negara kami juga memiliki potensi tersebut, tapi belum pernah diolah,” kata U Kyin Sein, Senior Geologist dari Myanmar. Kyin Sein juga menyatakan kekagumannya atas pengembangan bahan bakar nabati sebagai energi terbarukan. Hal senada dikemukakan wakil dari Brunei Darussalam. Para peserta juga menyatakan kegembiraannya dapat menyaksikan secara langsung kegiatan operasi migas di sejumlah lapangan migas milik PT Pertamina, PT Medco E&P, PT Total Indonesie serta mengunjungi AKA Migas di Cepu. Sebelumnya, mereka berkesempatan melakukan diskusi dengan para pejabat Ditjen Migas, BPMIGAS, BPH Migas dan Lemigas. Dirjen Migas Kementerian ESDM Evita H. Legowo dalam sambutannya pada penutupan tersebut menyatakan gembira karena semua peserta telah memberikan kontribusi pemikiran, ide dan informasi yang berharga untuk meningkatkan kerja sama dan memberikan pemahaman yang lebih baik di bidang migas untuk masa yang akan datang. “Melalui diskusi dan kunjungan, saya harap semua peserta mendapat pemahaman yang lebih baik mengenai sektor migas Indonesia,” katanya. Ia juga meminta agar para peserta tak segan menghubungi Ditjen Migas, jika membutuhkan tambahan informasi. “Ini merupakan awal persahabatan, kerja sama antara kita. Saya berharap kerja sama di bidang migas antara Indonesia dan negara-negara peserta akan dilanjutkan dan diperkuat untuk saling menguntungkan,” tutup Evita. (ditjenmigas) |







Jakarta, Tambangnews.com.- Sejumlah negara sahabat yang mengikuti kegiatan Dialog on Oil and Gas Sustainable Development: Exploring Mutual Cooperation and Promoting Better Understanding through Knowledge Sharing yang diselenggarakan Ditjen Migas Kementerian ESDM, mengaku tertarik pada pengembangan gas metana batu bara (CBM) dan bahan bakar nabati (biofuel) yang dilakukan Pemerintah Indonesia.












BZ-You have link:http://www.barbour-...
Please remember that vintage watches&...
Please remember that vintage watches&...
Please remember that vintage watches&...