| Pertamina Belum Siap Laksanakan Pembatasan BBM Bersubsidi |
|
|
|
| Oleh Administrator |
| Selasa, 28 September 2010 14:05 |
|
Jakarta, Tambangnews.com.- Pertamina belum siap melaksanakan pembatasan BBM bersubsidi dalam waktu dekat ini, kecuali dilakukan dalam renstra beberapa tahun ke depan. “Karena terbatasnya infrastruktur yang dimiliki, hingga saat ini SPBU Pertamina yang ada di daerah untuk BBM non Migas seperti Pertamax belum ada, bahkan di daerah Jabotabek pun belum ada, yang ada saat ini baru BBM bersubsidi seperti Premiun dan Solar,” kata Ketua Umum Hiswana Migas Eri Purnomohadi dalam acara dialog interaktif di Jakarta, Selasa (28/9). Namun kalau penataan pihaknya mengatakan setuju, itu dikarenakan setiap tahun kuota BBM bersubsidi yang diberikan lebih rendah dari kebutuhan masyarakat dan itu menimbulkan masalah. Untuk itu pemerintah harus memberikan petunjuk kepada masyarakat bahwa karena penyediaan BBM bersubsidi terbatas, sehingga perlu penghematan. Sementara itu, Ketua BPH Migas Tubagus Haryono mengakui untuk implementasi pelaksanaan pembatasan BBM bersubsidi di lapangan diperlukan dukungan infrastruktur yang lebih memadai termasuk infrastruktur penyediaan BBM tersebut. Tubagus menyebutkan, penggunaan kartu ataupun stiker termasuk klasterisasi, perlu segera diimplementasikan. Hingga saat ini, kata dia, pembatasan BBM bersubsidi baru pada tingkat penataan. Sementara untuk pembatasan sepenuhnya belum dapat diwujudkan karena harus menunggu perubahan Peraturan Presiden (Perpres) sebagai payung hukumnya. Mengenai waktu pelaksanaan, menurut Tubagus pelaksanaan pembatasan BBM oleh BPH Migas telah dirancang pada Oktober 2010, sedangkan pelaksanaan penataan BBM bersubsidi akan dilakukan hingga akhir tahun 2010. Pelaksanaan pembatasan BBM bersubsidi perlu waktu dan melibatkan instansi terkait, seperti Pertamina, BPH Migas, Pemda, Kemenhub, Gabungan Industri Indonesia (Gakindo) dan Polri, ucapnya. “Hal itu agar tidak terjadi penyelewengan penggunaan BBM bersubsidi, selain itu kami telah berkerjasama dengan instansi terkait seperti Angkatan Laut terhadap kemungkinan terjadi penyeludupan BBM di laut dan dengan Polri untuk di darat,” katanya. (kominfo/Mf) |



















hsngxrg http://paydayloanslks.com/ pa...
ugpddei http://paydayloanslks.com/ pa...
vqfdcfe http://paydayloanslks.com/ pa...
This statement might be sweeping but ...
Slippers Christian Louboutin Altadama...