| Minat Investor Asing Ke Indonesia Cukup Besar |
|
|
|
| Oleh Administrator |
| Jumat, 26 November 2010 21:46 |
![]() Jakarta, Tambangnews.com.- Pemerintah harus mampu merebut momentum besarnya minat investor asing untuk berinvestasi ke Indonesia, karena Indonesia merupakan tiga negara besar Asia selain India dan China yang tidak terkena krisis keuangan dunia. “Selain itu Indonesia merupakan negara demokrasi besar di dunia, yang kondisi keamanan dan politiknya terjaga serta pertumbuhan ekonomi yang terus membaik, sehingga sangat menarik bagi negara lain untuk beriinvestasi, artinya minat dari negara luar yang begitu besar harus dimanfaatkan untuk kebangkitan ekonomi Indonesia,” kata Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Mustafa Abubakar di Jakarta, Jumat (26/11). Guna mengupayakan masuknya modal asing selain kami melakukan roadshow ke berbagai negara di dunia, saat ini pemodal asing beramai-ramai datang ke Indonesia untuk berinvestasi dengan mencari mitra usaha di Indonesia. Menurutnya, besarnya minat asing kepada perusahan BUMN, perlu disambut baik, karena dengan masuknya dana segar tersebut perusahan BUMN bisa tumbuh dan berkembang lebih cepat lagi. Dia juga meminta kepada masyarakat jangan menyambut dengan skeptis penjualan saham BUMN tersebut, tapi mesti disambut sebagai peluang bukan ancaman bagi perusahan negara tersebut. Partisipasi investor swasta, kata dia, baik dalam maupun luar negeri diperlukan untuk menggerakan ekonomi Indonesia, misalnya dengan menjual saham (IPO) perusahan BUMN tersebut dapat memberikan multi player efek bagi pertumbuhan ekonomi negara kita. Bahkan angkatan kerja akan terserap dalam jumlah banyak termasuk tenaga informal yang ditimbulkan dari perkembangan oleh sejumlah perusahan dalam negeri dengan masuknya investasi asing tersebut. Menurutnya, pilihan menjual saham ke publik akan lebih baik dari pada hanya dikuasai oleh satu pihak saja atau negara, karena dengan perusahaan yang Go Publik tersebut, pengawasannya akan lebih banyak dan pelaksanaan usahanya lebih transparan. Seperti PT Krakatau Steel (KS), dapat dikatakan baru saat ini perusahaan tersebut bisa maju yang sebelumnya merupakan usaha macet. Kini perusahan tersebut sudah go publik, karena persyaratan masuk pasar modal tidak mudah, karena pembukaannya harus transparan, sangat berbeda dengan yang belum go publik semuanya serba tertutup. Dia mengatakan pada awal 2010 pemerintah merencanakan akan menjual IPO PT Garuda Indonesia, meski beberapa hari yang lalu terjadi sedikit masalah dengan operasi Garuda tersebut, diharapkan kejadian tersebut tidak menjatuhkan nilai saham PT Garuda Indonesia. Banyak perusahan BUMN yang sudah sukses dan berkembang pasca penjualan IPO nya seperti PT Telkom, PT Bank Mandiri, BRI, BNI dan BTN, semua maju dan kita harus belajar dari sana. Ternyata kata dia, apa yang diisukan bahwa menjual IPO dari perusahan akan membuat perusahan tersebut bankrut, tapi nyatanya sangkaan itu salah, justru sebaliknya bisa lebih maju dan berkembang.(Kominfo/msf) |




















hsngxrg http://paydayloanslks.com/ pa...
ugpddei http://paydayloanslks.com/ pa...
vqfdcfe http://paydayloanslks.com/ pa...
This statement might be sweeping but ...
Slippers Christian Louboutin Altadama...