| PT. Indo Raya Mining Siap Take Over PTNNT |
|
|
|
| Oleh Usep Syarif |
| Selasa, 18 Januari 2011 09:24 |
Mataram, Tambangnews.Com– Ketua Badan Pengurus Daerah Asosiasi Tambang Rakyat Indonesia (ATRI) Lombok Barat, Sanuti mengungkapkan, masyarakat di wilayah Pelangan, Kabupaten Lombok Barat lebih dari 500 tenaga kerja sudah terserap di PT. Indo Raya Mining (IRM).Pola yang ditawarkan IRM, kata Sanuti, sistem sharing hingga mencapai 50 – 50, sehingga masyarakat benar-benar merasa memiliki sendiri terhadap perusahaan lokal yang bergerak di bidang pertambangan. “Untuk awal saja sekarang sudah lebih dari lima ratus tenaga kerja terserap di perusahaan PT. IRM. Mereka bekerja di atas lahannya sendiri sistem sharing dengan perusahaan, sehingga keuntungan yang diperoleh lebih dari cukup. Ini perusahaan lokal yang cukup bonavide, karena baru awal saja sudah berinvestasi tidak tanggung-tanggung hingga mencapai puluhan miliar dilepas kepada masyarakat,” ungkap Sanuti. Ditanya apakah ada persoalan dengan isu tenaga kerja terampil dan tidak terampil, Sanuti mengatakan, sebelum PT. IRM masuk, masyarakat sudah diberi arahan dan dibekalai skill masing-masing, sehingga meski belum melakukan eksploitasi, masyarakat sudah bisa bekerja dan memetik hasilnya di samping mendapat pelatihan. Direktur Utama PT. IRM saat dikonfirmasi via telepon selulernya ketika berada di Singapura, Senin (17/1) mengakui, bahwa PT. IRM adalah perusahaan lokal yang siap menanamkan investasi dengan sistem sharing hingga mencapai 50 persen lebih dengan pemerintah setempat. Ditanya apakah sharing tersebut dalam bentuk harus dibayar oleh pemerintah, Direktur Utama PT. IRM, Sri Sudarjo, S.Pd. SH., mengatakan, bahwa 50 persen tersebut adalah saham kosong hak rakyat maupun pemerintah. “Kami siap menggunakan sistem sharing dengan pihak manapun. Termasuk jika PT. NNT take over, pihaknya siap membelinya dan minimal lima puluh persen untuk pemerintah daerah,” tegas Darjo sapaan akrabnya. Bahkan menurut Darjo, perusahaannya siap melepas saham kosong hingga 60 persen buat pemerintah jika lokasi lahannya milik pemerintah. Dan jika lahannya milik masyarakat, maka masyarakat yang lahannya terkena penambangan, tidak perlu lagi bekerja, karena secara otomatis akan memperoleh keuntungan dari saham yang dimiliki. Apakah PT. IRM ada kesiapan untuk meng-akuisisi 7 persen saham PT. NNT, Darjo menegaskan, jangankan 7 persen, 100 persen pun perusahaannya siap dan 60 persennya secara otomatis akan “dihibahkan” buat pemerintah setempat. “Mungkin banyak yang belum percaya, silakan stadi banding di tempat kami sekarang yaitu di wilayah Pelangan, Lombok Barat. Silakan bicara langsung dengan masyarakat setempat tentang sistem yang kami berlakukan supaya perusahaan kami tidak dibilang hanya omong kosong belaka,” ungkap Darko via selulernya saat berada di Singapura. Ditegaskan Darjo, perusahaan miliknya mengutamakan kesejahteraan masyarakat dan pemerintah setempat serta menghindari percaloan di bidang pertambangan. “Kami tidak akan meminjam dana dari Word Bank seperti perusahaan tambang yang lain dengan cara “menggadaikan” tanah yang lokasinya ditambang. Kami pun siap transparan, karena sumber daya alam Indonesia adalah milik rakyat Indonesia, bukan milik segelintir orang yang mempunyai kepentingan,” tegas Darjo. Menurut Darjo, pihaknya akan lebih mempercayakan segala sesuatu pekerjaan apapun dikhususkan bagi masyarakat setempat, termasuk tenaga ahli dengan catatan sama-sama bekerja jujur, baik jujur dalam bekerja, maupun jujur dalam membayar pajak dan lain sebagainya, karena sudah jelas usaha tambang adalah usaha murah dengan hasil sangat menggiurkan, karena tidak menggunakan modal. “Modalnya hanya modal kerja saja, tidak seperti petani yang menanam padi harus bermodal bibit padi. Usaha tambang kan tinggal menggali dari perut bumi, jadi modalnya hanya modal kerja saja,” ucap Darjo mengakhiri pembicaraannya karena mengaku sedang ada penting dengan investor yang ada di Singapura.(sn-02) |





Mataram, Tambangnews.Com– Ketua Badan Pengurus Daerah Asosiasi Tambang Rakyat Indonesia (ATRI) Lombok Barat, Sanuti mengungkapkan, masyarakat di wilayah Pelangan, Kabupaten Lombok Barat lebih dari 500 tenaga kerja sudah terserap di PT. Indo Raya Mining (IRM).














hsngxrg http://paydayloanslks.com/ pa...
ugpddei http://paydayloanslks.com/ pa...
vqfdcfe http://paydayloanslks.com/ pa...
This statement might be sweeping but ...
Slippers Christian Louboutin Altadama...