| Gertakan DPRD KSB Dijawab Newmont Dengan Pengapalan Konsentrat Ke Jerman |
|
|
|
| Oleh Administrator |
| Sabtu, 22 Januari 2011 22:16 |
Taliwang,Tambangnews.com.- L a w a n !! atau lari menjadi pecundang....itulah status di Facebook Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) Fud Syaifudin pada Kamis pukul 6:42 wita menyikapi perlawanannya terhadap keberadaan PT Newmont Nusatenggara (PTNNT).Sikap pantang mundur juga diungkapkan oleh fud mengomentari pendapat facebooker yang isinya "Newmontkan gertak doank,,saya ingin liat keberanian kapitalis Amerika itu brani ga benar2 nuntut,,dn kami ingatkan dia baru mau nuntut,kami akan berpikir bagaimana menutup usaha kapitalis Amerika itu..Brani arif ( arif perdanakusuma, red) melangka 1 kali kami akang melangka 10 kali.." tulis Fud dengan semangat menggelora pada Jum'at (21/01) pukul 12:53 wita kemarin. Fud pun mengomentari tatkala PTNNT sudah melakukan loading pada Kamis 20/01) pukul 02.00 wita, "dia loding tapi tdk bisa di bawah berlayar,,sama dgn bahasa nde Ahom,,lalo mo uba senter nan tapi batre pang aku ning na..( Paman Ahom, punya senter tapi baterainya di saya, red).." Gertakan mantan ketua KPUD KSB ini akhirnya dijawab oleh PTNNT dengan pengapalan konsentrat Pada Jumat sore (21/01/2011), dengan kapal MV Skomvaer bertolak dari Pelabuhan Benete mengangkut 21.978,12 metrik ton basah konsentrat ke Brunsbuttel, Jerman dengan singgah terlebih dahulu di pelabuhan Geraldstone Australia. Namun semangat tempur anggota DPRD KSB dari partai Demokrasi Pembaharuan (PDP) ini setelah kapal diberangkat sedikit mengendur. Menurutnya tanggal 24 Januari 2011 ada lagi pengapalan konsentratnya, dan kami sudah sepakat akan duduk bersama antara Pemda, DPRD dan PTNNT guna berbicara tentang selanjutnya, yang terpenting sampel pertama sudah kita ambil. Memang jam 8 tadi malam kapal pengiriman yang ketiga berlayar, karena sudah ada kesepakatan kemarin dengan dirhen Minerba dan kita punya hak pengawasan dan pengambilan sampel. Maka untuk tanggal 24 januari 2011 sebelum pengiriman yang ke-4 maka harus ada kesepakatan dulu yang difasilitasi oleh Direktur Minerba ESDM. "Jadi hari senin (24/01) kami akan rapat dengan Bupati dan PTNNT, sebelum loading dan pemberangkatan konsentrat." jelas Fud kepada Tambangnews, sabtu (22/01) malam. Pengapalan konsentrat ini merupakan hasil pertemuan yang diselenggarakan oleh Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara yang dihadiri oleh pejabat pemerintah daerah dan pusat di Jakarta pada Jumat 21 Januari lalu, pengapalan konsentrat yang sempat terhenti tersebut diperkenankan meninggalkan Batu Hijau tanpa hambatan. “Kami menyampaikan terima kasih kepada Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara atas upaya yang dilakukan untuk mengatasi masalah ini. Kami telah mematuhi semua undang-undang dan peraturan yang berlaku yang berkenaan dengan kewajiban finansial dan proses pengapalan konsentrat,” kata Martiono Hadianto, Presiden Direktur PTNNT. Dalam pertemuan tersebut, Bupati Sumbawa Barat sepakat untuk merujuk kedua peraturan daerah yang menghentikan pengapalan dan menjadi perselisihan tersebut kepada pemerintah pusat untuk dikaji dan dipertimbangkan sesuai dengan prosedur pengkajian hukum. Jika kedua peraturan daerah tersebut tidak mematuhi peraturan nasional yang berlaku, maka keduanya akan dicabut. Perwakilan Kementerian Perdagangan menegaskan dalam pertemuan tersebut bahwa pemerintah daerah tidak memiliki wewenang untuk menerbitkan Surat Keterangan Asal terkait dengan pengapalan konsentrat PTNNT. “Kami akan melakukan pertemuan lagi dengan Bupati Sumbawa Barat guna membahas dan menyepakati suatu mekanisme yang memudahkan pemerintah daerah memahami proses pengujian dan pengapalan konsentrat dengan lebih baik untuk mempertegas transparansi mengenai ekspor konsentrat,” kata Martiono. Sementara itu anggota Tim sembilan bentukan Pemda KSB Agus Adnan mengakui bahwa pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa saat kapal meninggalkan pelabuhan Benete. "Kami hanya bisa mengawasi karena sampai dengan pemberangkatan kapal tidak ada perintah dari Bupati KSB untuk menghentikan kapal tersebut." ungkap Agus yang juga kepala satpol PP KSB. Diakuinya, keberangkatan kapal pengangkut konsentrat juga disaksikan oleh para anggota tim sembilan, "Kami rasa ada kesepakatan saat pertemuan dengan Dirjen Minerba sehingga kapal bisa diberangkatkan." pungkas Agus.(sn01) |
| LAST_UPDATED2 |





Taliwang,Tambangnews.com.- L a w a n !! atau lari menjadi pecundang....itulah status di Facebook Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) Fud Syaifudin pada Kamis pukul 6:42 wita menyikapi perlawanannya terhadap keberadaan PT Newmont Nusatenggara (PTNNT).













hsngxrg http://paydayloanslks.com/ pa...
ugpddei http://paydayloanslks.com/ pa...
vqfdcfe http://paydayloanslks.com/ pa...
This statement might be sweeping but ...
Slippers Christian Louboutin Altadama...