Rabu, 23 Mei 2012
Home Berita Utama Lubang Cair di bukit Pakirum Taliwang, Mata Pencaharian Baru Bagi Warga
Lubang Cair di bukit Pakirum Taliwang, Mata Pencaharian Baru Bagi Warga PDF Cetak E-mail
Oleh Ardianto   
Rabu, 26 Januari 2011 21:27
alt

Merebut bongkahan batu di Bukit Pakirun

Taliwang,Tambangnews.com .-  Bukit pakirum yang berada dalam wilayah kelurahan sampir kecamatan Taliwang telah berubah menjadi tempat mencari nafkah para pecinta logam mulia. Tidak hanya warga yang berasal dari kabupaten Sumbawa Barat (KSB) tapi juga dari daerah lain seperti Lombok dan Jawa yang beramai-ramai melakukan aktifitas penggalian untuk meraup sebanyak-banyaknya emas yang terpendam.

            “ Kemarin saya hasilkan 12 gram emas dari 25 kilogram batuan yang saya kumpulkan.” Ungkap Jayadi, warga kecamatan Taliwang yang ditemui dilokasi.

            Diceritakan Jayadi, ia bersama rekan-rekanya tidak punya pekerjaan tetap dan sangat gembira mendengar kabar kalau bukit pakirum banyak orang melakukan penggalian untuk mencari emas.

            “ Sudah 3 hari saya menggali, syukur alhamdulillah hasilnya mencapai 35 gram emas.” Kata Jayadi seraya menambahkan bahwa uang hasil penjualan emas akan dipergunakan untuk membiaya istri dan dua anaknya.

            Dari pantauan Tambangnews.com dilokasi, jumlah para penambang yang sedang sibuk beraktivitas di bukit pakirum telah mendekati angka 500 orang, hal ini disebabkan karena santernya isu yang berkembang bahwa kandungan emasnya berada diatas 20 karat.

            “Dari informasi yang saya dengar, kandungan emasnya mencapai 22 karat.” Terang Amrin warga lombok yang pada saat ditemui dilokasi merupakan hari pertama ia menggali.

            Beralih ke lobang penggalian yang lain, sekitar 50 orang bergerombol mengantri mendapat bagian dari lobang yang kabarkan merupakan “ lubang cair” dari total sekitar 150 lubang yang ada. Lubang yang hanya berceruk sekitar 2 meter itu di pagari dengan kawat oleh pemilik (penggali pertama) dengan melakukan sistim jatah masuk menggali pada setiap anggota kelompok.

            Meski jarak tempuh dengan berjalan kaki (menanjak,red) sekitar 30 menit dari parkir kendaraan ke lokasi penggalian, tampak beberapa pedagang makanan ringan tak mau kalah dengan membangun tenda guna memasok kebutuhan para penggali emas.

            “Faham aja pak, saya kesini tertatih-tatih, jadi wajar kalau saya jual sedikit mahal.” Tutur seorang ibu tua yang berjualan. Saat minumanya (berukuran sedang,red) dijual 5 ribu rupiah pada kadis ESDM,Kasat PolPP KSB dan aparat kepolisian saat tiba dilokasi dalam rangka memastikan adanya aktifitas pertambangan di bukit pakirum wilayah kelurahan Sampir.(sn09)
SocialTwist Tell-a-Friend
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
 

Gold Price Update

Gas Price Update

Artikel Terkait

Komentar

 

Berita Terkini

David Lilley: PTNNT Bukan Perusahaan Smelter 22 Mei 2012, 20.16 Administrator Daerah
David Lilley: PTNNT Bukan Perusahaan Smelter
DPRD Kabupaten Sumbawa Siap Pasang Badan Tolak PTNNT 22 Mei 2012, 20.11 Administrator Daerah
DPRD Kabupaten Sumbawa Siap Pasang Badan Tolak PTNNT
Hujan Interupsi Warnai Sosialisasi RKAB 2012 PTNNT 22 Mei 2012, 20.02 Administrator Daerah
Hujan Interupsi Warnai Sosialisasi RKAB 2012 PTNNT
Wilayah Dicaplok, Antam Rugi Rp40 Trilyun 22 Mei 2012, 19.56 Administrator Utama
Wilayah Dicaplok, Antam Rugi Rp40 Trilyun
The 1st Working Group Meeting Indonesia-Korea 22 Mei 2012, 08.18 Administrator Nasional
The 1st Working Group Meeting Indonesia-Korea

Berita Terbaru

Last Update:
22-05-2012 13:16
[cached @17:49]