Rabu, 23 Mei 2012
Home Berita Utama Demo Masyarakat KSB ‘Salah Alamat’
Demo Masyarakat KSB ‘Salah Alamat’ PDF Cetak E-mail
Oleh Lukmanul Hakim   
Kamis, 27 Januari 2011 21:41
alt

Agusfian Wahab

SUMBAWA BESAR, Tambangnews.com.- Gelombang aksi massa masih terjadi di Bumi Pariri Lema Bariri (KSB,red) sebagai bentuk upaya untuk mendapatkan 7 persen saham yang bakal dilepas PT. Newmont Nusa Tenggara untuk divestasi tahun 2010. Pemda KSB hendaknya memberikan pemahaman pada masyarakat mengenai mekanisme untuk mendapatkan saham tersebut seperti upaya menekan pemerintah pusat.

 “Pemerintah KSB harus memberikan pencerahan kepada kepala desa (kades) dan masyarakat yang jelas dan tepat , untuk mendapatkan saham 7 persen.  Seharusnya mereka melakukan aksi demo ke pusat,”ujar Salah satu tokoh masyarakat KSB, Agusfian Wahab yang dihubungi wartawan via telepon, Kamis (27/1), ketika dimintai tanggapan soal  aksi massa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Kepala Desa (FK2D) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), menduduki gate Benete.

Selain itu,sambungnya, bila ada masalah perbedaan pendapat perlu ada musyawarah pemerintah KSB dan PT.NNT dan itu telah diperintahkan dalam Kontrak Karya (KK).  “Ada perbedaan pendapat, terlebih dulu dilakukan musyawarah untuk mencari solusi terbaik. Mari berkumpul ajukan permintaan ke pusat dengan suatu tekanan,” katanya

Menyangkut divestasi saham lanjut H. Agusfian,  perusahaan tambang PT.NNT memiliki hak  hukum untuk menjual saham. Jika kewajiban itu tidak dilakukan dapat dikatakan perbuatan lalai.  “Sekali lagi PT NNT wajib hukumnya tawarkan saham kepada pemerintahmenurut Kontrak Karya (KK) kepada pemerintah pusat dan swasta. Dan menurut KK saham itu ditawarkan kepada pemerintah pusat terlebih dulu dan propinsi serta daerah,” jelasnya.

Jika pusat tidak berminat membeli saham dan muncul paradigma agar PT. NNT menawarkan kepada daerah tambang. Sebab, KSB sebagai daerah tambang sangat berhak untuk mendapatkan saham daripada pusat.

Bahkan dalam Perda Nomor  4 Propinsi NTB tidak ada klausul mutlak bagi 3 pemerintah itu, yakni Pemprop, KSB dan  Kabupaten Sumbawa. Sehingga, tidak ada larangan bagi KSB untuk membeli saham 7 persen itu.  Begitu pula bagi Kabupaten Sumbawa dan Pemprop NTB. Hanya saja, saat ini PT. NNT melakukan aktivitas eksploitasi di KSB.

Tuntutan masyarakat atau kepala desa agar saham 7 persen dibeli pemerintah KSB, lanjut, H. Agusfian, dengan catatan lebih meningkatkan kesejahterahkan masyarakat. Ada indikasi masyarakat KSB adalah miskin. Dan dari deviden 7 persen itu untuk pembangunan daerah dan masyarakat. “Kendati wajar mendapatkan saham 7 persen. Hanya saja, dengan cara-cara tidak bertentangan dengan Undang-undang,” tegasnya.

Diketahui PT. NNT saat ini dalam aktivitasnya berada di daerah KSB, kata H. Agusfian, sehingga harus memberikan keuntungan bagi masyarakat terutama aspek ekonomi. Namun juga harus menguntungkan PT.NNT karena aspek perdagangan global.

Bahkan Buapti KSB, memberikan penekanan langkah yang diambil adalah untuk membuka mata pemerintah pusat bahwa masyarakat KSB yang menderita kerugian  yang makin memiskin masyarakat KSB karena belum mendapatkan apa-apa. (eL-gra)
SocialTwist Tell-a-Friend
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
 

Gold Price Update

Gas Price Update

Artikel Terkait

Komentar

 

Berita Terkini

David Lilley: PTNNT Bukan Perusahaan Smelter 22 Mei 2012, 20.16 Administrator Daerah
David Lilley: PTNNT Bukan Perusahaan Smelter
DPRD Kabupaten Sumbawa Siap Pasang Badan Tolak PTNNT 22 Mei 2012, 20.11 Administrator Daerah
DPRD Kabupaten Sumbawa Siap Pasang Badan Tolak PTNNT
Hujan Interupsi Warnai Sosialisasi RKAB 2012 PTNNT 22 Mei 2012, 20.02 Administrator Daerah
Hujan Interupsi Warnai Sosialisasi RKAB 2012 PTNNT
Wilayah Dicaplok, Antam Rugi Rp40 Trilyun 22 Mei 2012, 19.56 Administrator Utama
Wilayah Dicaplok, Antam Rugi Rp40 Trilyun
The 1st Working Group Meeting Indonesia-Korea 22 Mei 2012, 08.18 Administrator Nasional
The 1st Working Group Meeting Indonesia-Korea

Berita Terbaru

Last Update:
22-05-2012 13:16
[cached @17:49]