|
Komisi III Akan Undang Dinas ESDM
Taliwang KSB, Tambangnews.Com - Hanya dalam hitungan beberapa pekan, bukit Pakirun yang terletak hanya 200 meter saja dari pusat kota Taliwang telah ramai didatangi para penambang. Tidak hanya penduduk asli KSB, para penambang juga berasal dari luar daerah yaitu Lombok, Bali, Jawa hingga Manado. Bahkan diperkirakan sekarang bukit Pakirun telah menampung tidak kurang dari seribu penambang.
Ibarat kata pepatah, ''Dimana ada gula, pasti disitu ada semut''. Dimana ada kegiatan penambangan, pasti disitu juga ada gelondongan. Kondisi itu juga yang terjadi di wilayah tambang di KSB. Khususnya di lokasi bawah bukit Pakirun, sejumlah mesin gelondongan telah beroperasi tampa ada yang mampu menghalangi.
akibatnya, masyarakat disekitar lokasi areal pertambangan yang berada tidak jauh dari pemukiman masyarakat nelayan Lebo (sebut danau di wilayah setempat) merasa was-was dengan kegiatan aktivitas tambang oleh sejumlah masyarakat, khususnya para pemilik gelondong.
kekhawatiran nelayan Lebo bisa dmengerti, mengingat para pengusaha gelondong yang kerap menggunakan zat kimia, mercuri dan cianida membuang limba mereka langsung ke areal Lebo. Hal itu dikhawatirkan berimbas kepada mata pencaharian mereka yang menggantungkan hidup dari hasil tangkapan ikan di Lebo. ''Sejak ada aktifitas tambang, ikan hasil tangkapan kita jadi kurang dminati oleh konsumen. Padahal sebelum maraknya aktivitas tambang, ikan-ikan Lebo menjadi incaran konsumen,''ujar sadri yang mengaku warga bukit pakirum kepada sumbawanews dilokasi penambangan.
Kekhawatiran Sadri bisa jadi mewakili kekawatir masyarakat lainnya yang menggantungkan hidup dari sebuah danau (Lebo) yang berada diwilayah setempat. Menjawab kekawatiran masyarakat nelayan Pakirum, komisi III DPRD Sumbawa Barat berencana akan mengundang dinas terkait (ESDM) untuk mengklarifikasi kondisi penambangan rakyat di lokasi Bukit Pakirum.
''Kami sudah mendengar adanya aktivitas tambang di Bukit Pakirum. dan beberapa keluhan juga kami sudah terima dari masyarakat disana. untuk itu kalau tidak besok atau lusa kami akan undang kadis ESDM untuk kita dengarkan keterangannya serta kita carikan solusi dari aktivitas penambangan di wilayah itu,''ujar Khaeruddin Umar anggota komisi III DPRD Sumbawa Barat kepada sejumlah wartawan.
Tidak hanya di bukit Pakirum, sambung Khaeruddin, ada dibeberapa lokasi tambang lainnya yang berdekatan dengan bukit Pakirum yang juga membuang limbah hasil gelondongannya ke wilayah sungai sekitar lokasi tambang.
''Yang pasti kami akan minta ke ESDM untuk mencarikan solusi dari kondisi itu, agar tidak menimbulkan dampak baik terhadap lingkungan maupun masyarakat di sekitar lokasi itu,''sebut Khaeruddin sembari mencohtohkan, agar para pemilik gelondongan bisa membuat lubang penampungan sementara untuk limbahnya. (ian).
|
New speeches essays paper writing cor...
mysnmb http://paydayloanslkc.co.uk/ s...
thank you for sharing!it is good arti...
aelsmkke http://paydayloanslkc.co.uk/...
unahxd http://paydayloanslkc.com/ pay...