| Tabir PT.Titan Metals Sedikit Terkuak |
|
|
|
| Oleh Ardianto |
| Kamis, 03 Februari 2011 20:33 |
|
Syahril : Kuat Dugaan Sebagai Broker Saham Taliwang, Tambangnews.com.- Tanda tanya masyarakat sumbawa barat terhadap PT.Titan Metals yang oleh pemerintah daerah telah dijadikan mitra untuk akuisisi 7 persen saham PTNNT sedikit demi sedikit mulai terjawab. Perusahaan yang telah menyingkirkan 3 saingannya dalam beauty contes 20 januari lalu itu, ternyata sebuah perusahaan yang baru ditetapkan pada 19 november 2010 dengan kegiatan usaha diantaranya,bertindak sebagai pengembang yang melibuputi perencanaan,pelaksanaan, dan pengawasan kontruksi beserta fasilitas-fasilitasnya, pemasangan komponen bangunan berat atau Heavy Lifting, pembangunan kontruksi gedung,jembatan,jalan, bandara dermaga, Eksport dan import, industri pengolahan bahan-bahan dari logam, baja dan alumnunium, dan menjalankan usaha-usaha dibidang jasa kecuali jasa dalam bidang hukum dan pajak. Perusahaan yang baru berumur kurang dari 3 bulan tersebut berkedudukan di Jakarta Selatan dan didirikan oleh 4 orang dengan modal dasar perseroan berjumlah 2 milyar rupiah, terbagi atas 2 juta lembar saham dengan perincian masing-masing saham bernilai nominal seribu rupiah. Dari modal dasar tersebut telah ditempatkan dan disetor 25,5 persen atau sejumlah Rp.510.000.000 oleh para pendiri yang telah mengambil bagian saham. Menyikapi kehadiran PT.Titan Metals di sumbawa Barat, Ketua Komisi II DPRD KSB, M.Syahril Amin menyatakan, pasca ditetapkannya perusahaan itu sebagai mitra pemda KSB dalam akuisisi 7 persen saham yang dilepas PTNNT, dirinya sudah diliputi kecurigaan karena tidak satupun jejak rekam kegiatan persuahaan tersebut dalam bisnis pertambangan ditemukan. “ Saya berusaha mencari identitas dan jenis pekerjaan apa yang telah dilakukan perusahaan tersebut selama ini, hasilnya nihil dan belakangan diketahui perusahaan itu ternyata baru seumur jagung.” Ungkap M.Syahril yang akrab di sapa dea ini. Kamis (3/2). Ia menghimbau pemerintah daerah agar berhati-hati dalam menerapkan kebijakan terkait ditetapkannya Tintan Metals sebagai mitra karena untuk mengakuisisi 7 persen saham membutuhkan biaya yang sangat besar. “ Kita membutuhkankan biaya sebesar Rp. 2,7 Triliun untuk membeli saham PTNNT. Jangan sampai untuk kedua kalinya sumbawa barat dirugikan seperti pada saat akuisisi 24 persen saham dengan Multy Capital.” Imbaunya. Selain itu, ia menduga PT.Titan Metal hadir di Bumi Pariri Lema Bariri hanya sebagai broker (calo,red) saham, karena baru berumur beberapa bulan dengan kemampuan keuangan yang masih dipertanyakan. “Menurut saya indikasinya jelas, umur perusahaan itu kurang dari tiga bulan dengan kemampuan finansial yang masih menjadi tanda tanya. Dugaan mereka sebagai calo sangat kuat kearah sana.” Jelasnya. Untuk itu, lanjut M.Syahril, jika Pemda KSB memang beritikad untuk membeli saham divestasi 7 persen PTNNT seharusnya mengambil cara yang aman tanpa melibatkan pihak ketiga yakni dengan cara mencari sumber dana ke lembaga resmi pemerintah pusat melalui Pusat Investasi Pemerintah (PIP) atau melakukan peminjaman ke sindikasi perbankan. “ Jika saham 7 persen sudah dipastikan di berikan pada Sumbawa Barat, sebaiknya pemeda KSB mencari sumber dana dan pinjaman yang aman tanpa melibatkan pihak lain agar keuntungan yang didapat lebih besar dan lebih terasa untuk kesejahteraan rakyat.” Pungkasnya. (sn09) |


















New speeches essays paper writing cor...
mysnmb http://paydayloanslkc.co.uk/ s...
thank you for sharing!it is good arti...
aelsmkke http://paydayloanslkc.co.uk/...
unahxd http://paydayloanslkc.com/ pay...