| Diusulkan Subsidi 10% Untuk Pertamax |
|
|
|
| Oleh Administrator |
| Rabu, 09 Februari 2011 20:36 |
Jakarta, Tambangnews.com.- Tim Pengawas Kebijakan Pembatasan BBM meminta pemerintah agar Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax diberikan subsidi sebesar 10% dari harga keekonomian yang berlaku di pasaran Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).Meski demikian usulan subsidi ini hanya bersifat sementara seiring daya beli masyarakat. “Pemerintah dapat memberlakukan subsidi Pertamax sebesar 10% yang bersifat sementara atau tidak selamanya hingga daya beli masyarakat mencukupi,” kata Ketua Tim Pengawas Kebijakan Pembatasan BBM Anggito Abimanyu di Jakarta, Rabu (9/2). Ia menegaskan, jika masyarakat telah mampu membeli Pertamax, maka subsidi tersebut perlu dicabut kembali. “Pencabutan subsidi perlu dilakukan, oleh karena dananya dapat digunakan untuk keperluan yang lainnya,” ujarnya. Sementara itu, Dirjen Migas Kementerian Energi Sumber Daya Mineral Evita Legowo menjelaskan pemerintah akan menaikkan atau menurunkan harga BBM Pertamax setelah mendapat masukan dari Tim Pengawas Kebijakan Pembatasan BBM. Berbeda dengan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Sofjan Wanandi yang mengungkapkan pemerintah tidak perlu memberikan subsidi Pertamax. Dananya sebaiknya dipergunakan untuk membangun infrastruktur BBM di seluruh Indonesia. Hal senada diungkapkan Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi. Ia mengatakan konsumen BBM Pertamax adalah 70% pengguna kendaraan pribadi yang sosial ekonominya tidak layak mendapatkan subsidi.(Kominfo/EYV/dry) |





Jakarta, Tambangnews.com.- Tim Pengawas Kebijakan Pembatasan BBM meminta pemerintah agar Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax diberikan subsidi sebesar 10% dari harga keekonomian yang berlaku di pasaran Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).












New speeches essays paper writing cor...
mysnmb http://paydayloanslkc.co.uk/ s...
thank you for sharing!it is good arti...
aelsmkke http://paydayloanslkc.co.uk/...
unahxd http://paydayloanslkc.com/ pay...