| Cuaca Tidak Menentu, Produksi Adaro Tetap Stabil |
|
|
|
| Oleh Administrator |
| Kamis, 10 Februari 2011 13:44 |
Jakarta, Tambangnews.com.- Curah hujan yang cukup tinggi selama tahun 2010 tidak menghalangi produksi dari Adaro Energi selama tahun 2010. Demikian siaran pers yang disampaikan Devindra Ratzarwin, Corporate Secretary PT Adaro.Dijelaskannnya pada tahun 2010, walaupun curah hujan dan jumlah hari hujan mencapai rekor tertinggi, Adaro Energy tetap mencatat pertumbuhan produksi tahunan untuk tahun ke-19, dengan peningkatan produksi batubara sebesar 4% hingga mencapai 42,2 juta ton, atau 94% dari target yang ditetapkan sebesar 45 juta ton. "Produksi dari pit yang baru (Wara) lebih tidak terpengaruh oleh cuaca buruk, karena masih berada pada tahap pengembangan awal dan nisbah kupasnya rendah." jelasnya. Pada tahun 2011, Adaro merencanakan untuk meningkatkan produksi sekitar 46-48 juta ton, termasuk 4-5 juta ton Envirocoal-Wara. Produk baru ini terus mendapat permintaan yang tinggi dari beberapa negara seperti India, China, Korea Selatan dan Indonesia. Diungkapkannya PT Pamapersada Nusantara (“PAMA”) berkontribusi terhadap volume produksi batubara Adaro Indonesia dengan porsi 39%. Di sisi lain, PT Bukit Makmur Mandiri Utama (“BUMA”) dan PT Rahman Abdijaya (“RAJ”) masing-masing memberikan kontribusi sebesar 19% dan 14%. "Kontribusi dari anak perusahaan Adaro Energy, dalam hal ini PT Saptaindra Sejati (“SIS”), sedikit lebih rendah dibandingkan tahun 2009 dengan porsi 25% dari total volume produksi, sementara Adaro Indonesia sendiri menangani 1%. PT Rante Mutiara Insani (“RMI”) membantu pengembangan pit Envirocoal-Wara dan memberikan kontribusi sebesar 2% terhadap produksi batubara Adaro Indonesia. Pada tahun 2010, PAMA menangani 40% dari total pemindahan lapisan penutup (overburden) Adaro, sementara BUMA, RAJ, RMI dan Adaro Indonesia masing-masing menangani 19%, 8%, 2% dan 1%. SIS menangani overburden dengan porsi 30%, atau hampir sama dengan 31% yang dilakukan pada tahun 2009. Devindra juga menginformasikan pada kuartal keempat tahun 2010, total batubara yang dibeli dari Adaro oleh Coaltrade Services International Pte Ltd turun 37% menjadi 0,79 juta ton dibandingkan kuartal yang sama pada tahun sebelumnya dikarenakan oleh kendala pasokan akibat kondisi cuaca yang buruk. "Namun, total batubara pihak ketiga yang dijual oleh Coaltrade naik 650% menjadi 0,9 juta ton." pungkasnya.** Download 4Q10 - Laporan Operasional Kuartalan Adaro |





Jakarta, Tambangnews.com.- Curah hujan yang cukup tinggi selama tahun 2010 tidak menghalangi produksi dari Adaro Energi selama tahun 2010. Demikian siaran pers yang disampaikan Devindra Ratzarwin, Corporate Secretary PT Adaro.












New speeches essays paper writing cor...
mysnmb http://paydayloanslkc.co.uk/ s...
thank you for sharing!it is good arti...
aelsmkke http://paydayloanslkc.co.uk/...
unahxd http://paydayloanslkc.com/ pay...