| Newmont Tegaskan Hasil Pengujian Konsentrat Tim Independen Sama dengan PTNNT |
|
|
|
| Oleh Administrator |
| Senin, 14 Februari 2011 11:50 |
Sumbawa Barat, Tambangnews.com.– Hasil pengujian kandungan mineral pada konsentrat yang dihasilkan PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) oleh Tim Independen Pemantau Dampak Lingkungan dan Evaluasi Produk Konsentrat PTNNT pada 2003 menunjukkan hasil yang sama dengan hasil pengujian yang dilaporkan PTNNT kepada pemerintah.Dalam Laporan hasil penelitian Tim Independen yang dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Gubernur NTB No. 180 Tahun 2003 tersebut disebutkan bahwa tembaga (Cu) merupakan penyusun terbesar konsentrat dengan konsentrasi 29,51 - 36,38% diikuti oleh perak (Ag) dan emas (Au) dengan konsentrasi berturut-turut 73,8 - 82,0 ppm dan 23,22 – 29,39 ppm. “Data ini menunjukkan bahwa PTNNT melakukan penambangan bijih tembaga sebagai mineral utama, sedangkan emas dan perak sebagai mineral ikutan saja,” tulis Laporan Tim Independen yang diketuai H Dr Zainal Asikin SH SU. Untuk pengujian konsentrat, Tim Independen mengambil conto konsentrat pada pengapalan ke 34 sebanyak 20.880 ton yang saat itu akan diekspor ke Jepang.menggunakan kapal MV CS Valiant. Metode analisis yang digunakan berstandar internasional dengan level Umpire (level ketelitian tertinggi dalam analisis kadar konsentrat). Conto kemudian dianalisis di laboratorium Sucofindo di Surabaya. “Pelaksanaan penelitian oleh Tim Independen NTB 2003 merupakan salah satu wujud komitmen kami untuk melaksanakan prinsip transparansi dan keterbukaan dalam operasi PTNNT. Kami selalu menyambut baik setiap instansi pemerintah yang tertarik untuk mengetahui proses pengujian konsentrat PTNNT,” kata Arif Perdanakusumah, Manajer Senior Hubungan Eksternal PTNNT dalam siaran persnya Senin (14/02/2011). Pertambangan Batu Hijau merupakan cebakan tembaga porfiri dengan sedikit kandungan emas dan perak. Logam berharga tidak secara langsung dapat diperoleh karena bercampur dengan mineral lain yang tidak memiliki nilai ekonomis. Cebakan porfiri diketahui hanya memiliki kadar yang rendah. Di Batu Hijau, setiap ton bijih yang diolah hanya menghasilkan 4,87 kilogram tembaga. Sedangkan rata-rata hasil perolehan emas jauh lebih sedikit, yaitu hanya 0,37 gram dari setiap ton bijih yang diolah. Hal ini menunjukkan bahwa untuk menghasilkan sejumlah kecil logam yang dapat dijual, diperlukan kerja keras. Penambangan di Batu Hijau diawali dengan kegiatan pengeboran dan peledakan untuk memudahkan pengambilan bijih. Bijih kemudian diangkut ke pabrik pengolahan mineral, sedangkan batuan berkadar lebih rendah diangkut ke tempat penampungan, untuk menunggu giliran pengolahan pada waktu mendatang. Di konsentrator, mineral berharga dipisahkan dari batuan pembawa melalui proses penggerusan dan flotasi. Proses flotasi ini tidak menggunakan bahan kimia secara berlebihan sehingga aman dan membantu meminimalkan dampak lingkungan. Secara fisika, proses ini memisahkan mineral berharga dari batuan pembawa dengan menggunakan gelembung udara dan reagent dalam jumlah kecil. Dari sel flotasi, konsentrat dikirim ke tangki penghilangan kadar garam. Di dalam tangki ini air laut dibuang dan konsentrat dikentalkan dengan cara mengalirkan air tawar secara berlawanan arah. Air tawar menggantikan air laut dan konsentrat mengendap di dasar tangki. Setelah proses penyaringan, konsentrat akan berupa bubuk seperti pasir halus dan disimpan dalam gudang untuk menunggu pengapalan. Konsentrat akhirnya dikapalkan ke sejumlah pabrik peleburan dalam negeri yakni ke PT Smelting di Gresik, Jawa Timur maupun ke luar negeri (Jepang, Korea Selatan, India, Eropa) untuk menjalani proses pemisahan dan pengambilan logam berharga, yaitu tembaga, emas dan perak. PTNNT adalah kontraktor pemerintah Indonesia sesuai dengan perjanjian Kontrak Karya yang ditandatangani pada 1986. PTNNT mengoperasikan tambang tembaga dan emas di Batu Hijau, Sumbawa Barat sejak 2000. Produksi PTNNT adalah konsentrat yang kemudian dijual ke pabrik peleburan di dalam negeri dan di luar negeri. PTNNT mematuhi semua ketentuan pemerintah dan standar praktik bisnis internasional dalam melaksanakan penjualan konsentrat. Pada 2010, PTNNT telah membayar semua kewajiban keuangan kepada negara sebesar Rp5,76 triliun. Sementara itu, Pemda Kabupaten Sumbawa Barat beberapa waktu lalu juga membuat tim independen untuk memeriksa kandungan konsetrat PTNNT. Sebelumnya Tim Sembilan bentukan Pemda KSB telah berhasil mengambil sample yang berada di gudang penimbunan (Stokpile) konsentrat PT. Newmont Nusa Tenggara sebanyak 58,6 kilogram pada Selasa (18/1/2011). Pengambilan sample ini dilakukan terkait dengan keraguan Pemda KSB atas komposisi kandungan konsentrat yang dilaporkan PTNNT selama ini. Namun hingga saat ini belum, hasil pengujian atas sampel tersebut belum dibuka ke Publik. (sn01) |





Sumbawa Barat, Tambangnews.com.– Hasil pengujian kandungan mineral pada konsentrat yang dihasilkan PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) oleh Tim Independen Pemantau Dampak Lingkungan dan Evaluasi Produk Konsentrat PTNNT pada 2003 menunjukkan hasil yang sama dengan hasil pengujian yang dilaporkan PTNNT kepada pemerintah.












New speeches essays paper writing cor...
mysnmb http://paydayloanslkc.co.uk/ s...
thank you for sharing!it is good arti...
aelsmkke http://paydayloanslkc.co.uk/...
unahxd http://paydayloanslkc.com/ pay...