Rabu, 23 Mei 2012
Home Berita Utama Judhiar Ragu Komitmen Bupati KSB Terkait Divestasi 7%
Judhiar Ragu Komitmen Bupati KSB Terkait Divestasi 7% PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Senin, 21 Februari 2011 13:45
Mataram, Tambangnews.com.- Keinginan Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) DR. KH. Zulkifli Muhadli yang ingin merebut saham divestasi PT Newmont Nusatengga (PTNNT) untuk kepentingan rakyat Sumbawa Barat diragukan oleh mantan Kepala Inspektorat KSB Judhiar AbdulKadir.

Menurut Judhiar, keraguan tersebut sangat beralasan mengingat alasan-alasan yang diungkapkan oleh Bupati KSB dalam persoalan divestasi selalu berubah-ubah.

"Sejak divestasi tahun 2008 hingga saat ini, alasan yang dikemukakan Bupati KSB tidak jelas, bias dan cendrung berubah-ubah." jelas Yar.

Penilaian Yar ini wajar mengingat divestasi saham 24% sebelumnya ternyata jauh dari harapan, meskipun saat itu Bupati KSB selalu melemparkan jargon saham tersebut merupakat harkat dan martabat rakyat KSB dan PT Multicapital merupakan mitra terbaik bekerjasama.

Pernyataan Bupati KSB baru-baru ini yang menyinggung tentang upaya KSB merebut saham 7% sebagai solusi bagi Provinsi NTB dan Kabupaten Sumbawa terkait dengan polemik keberadaan PT Daerah Multi Bersaing (PTDMB), dinilai oleh Judhiar sebagai pernyataan mengada-ada.

"Justru Bupati KSB lah yang menciptakan suasana yang tidak menentu." terang Yar.

Jika KSB dianggap sebagai solusi itupun sangat bertentangan dengan kondisi keuangan KSB yang saat ini terlilit defisit anggaran hingga Rp200 Milyar. Defisit tersebut merupakan indikator bobroknya Pengelolaan keuangan selama ini.

"Perda 34 yang dianggap Sakral merupakan salah satu penyebab digerogotinya APBD, disamping itun eskalasi bunga atas pinjaman tersebut juga membebani anggaran dan sekaligus mengangkangi Undang-Undang (UU) dan Peraturan Pemerintah (PP) bidang keuangan." jelas Yar.

Bagaimana mungkin neraca keuangan yang menggambarkan sakitnya keuangan daerah dipercaya menjadi pemegang saham sementara kalau ingin menjadi solusi bagi daerah lain keungan KSB harus sehat terlebih dulu.

Kehadiran penyandang dana jelas menjadi jaminan, tapi itu berarti bahwa Bupati KSB  yang mengatasnamakan KSB tidak lebih bertindak selaku broker dengan dugaan kuat untuk menjamin sumber-sumber keuangan pribadi oknum-oknum di KSB.

"Artinya apakah diturunkan ditengah jalan atau diakhir masa baktinya, ada keyakinan kuat jaminan kucuran dana dari sumber yang tengah dipersiapkan." terang Yar.

Ingat masyarakat bertanya mengapa 25% Golden Share yang harusnya  dimiliki secara gratis tapi dialihkan menjadi beban Pemerintah daerah. "Bagaimana pula dengan skenario tahapan ini?" tanya Yar.

Judhiar menduga  pemenang Beauty Contest yakni PT Titan Metal tidak lebih dari kelompok Bakrie's Subsidiary.

Lilitan PTDMB termasuk juga akan berimbas pada 2.3% pemilikan saham KSB. "Muaranya kondisi ini memberikan peluang besar 24% divestasi tahap I menjadi ngambang (default) dan apalagi kalau bukan penguasaan 31% oleh Bakrie Incorporate dan kita gigit jari berebut pepesan kosong atau bote bau balang." Ungkapnya seraya mempertegas untuk menjawab dugaan ini, Bupati KSB harusnya transparan buka sampai tuntas pada rakyat alasan dan esensi apa sehingga kita harus memilih 7% saham PTNNT.

Demikian pula lilitan masalah PTDMB. Jangan lagi membohongi rakyat dengan demo ke Gerbang Town Site PTNNT, karena kita juga pemilik saham PTNNT.

"Ingat dan berikan penjelasan bahwa investasi sektor ini bersifat spekulatif dengan resiko tinggi." jelas pejabat yang sengaja disingkirkan oleh Bupati KSB ini.

Bagi Bakrie's Inc, tidak masalah karena ini investasi portofolio, artinya borok disini mampu ditutupi dukungan investasi lainnya.

Bayangkan Pemkab KSB yang 90% didukung DAU, DAK dan Dana Dekosentrasi lainnya dan peruntukannya tidak jelas.

Andai ada spare 10% pinjaman untuk menutup defisit, tapi apa yang mampu diperbuat dana sekecil itu, "Apa Bupati KSB harus mengorbankan esensi kehadiran anggaran Pemkab, dan ini sangat fatal dan menyengsarakan rakyat sendiri." tanya Yar terkait posisi keuangan KSB saat ini.

Sementara itu seperti yang dilansir Tambangnews.com sebelumnya, Bupati KSB DR. KH. Zulkifli Muhadli menjelaskan Upaya pemerintah daerah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dalam meraih 7 persen saham PTNNT, bukan semata demi dirinya sendiri tetapi juga untuk dua daerah lainnya yang tergabung dalam PT.Daerah Maju Bersaing (PTDMB), yakni kabupaten sumbawa dan pemerintah propinsi.

“Jika pemerintah pusat memberikan saham tersebut pada Sumbawa Barat, maka kami akan memberikan juga pada sumbawa dan provinsi agar saham tersebut bisa dimiliki secara bersama-sama.” Ungkap bupati KSB.

Menurutnya, Sumbawa Barat memilih jalan sendiri untuk meraih saham tersebut karena melihat ada beberapa kendala jika memilih bersama PTDMB. Dimana perusahaan dari konsersium 3 pemerintah daerah tersebut sedang dalam gugatan “class action” oleh Komisi II DPRD Sumbawa dan Sumbawa Barat.

“KSB sebagai solusi untuk meraih saham itu, agar tidak terlepas dari daerah dan dimiliki oleh pihak lain.” tegasnya memberi alasan.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa meskipun KSB terkesan berjalan sendiri dalam upaya meraih saham itu, bukan berarti akan meninggalkan konsersium (PTDMB,red) yang telah menguasai 24 saham bersama multy capital.

“Meski KSB hanya berjalan sendiri untuk akuisisi 7 persen ini, bukan berarti keluar dari DMB, kita tetap di dalamnya.” pungkasnya.(sn01)
SocialTwist Tell-a-Friend
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
 

Gold Price Update

Gas Price Update

Artikel Terkait

Komentar

 

Berita Terkini

David Lilley: PTNNT Bukan Perusahaan Smelter 22 Mei 2012, 20.16 Administrator Daerah
David Lilley: PTNNT Bukan Perusahaan Smelter
DPRD Kabupaten Sumbawa Siap Pasang Badan Tolak PTNNT 22 Mei 2012, 20.11 Administrator Daerah
DPRD Kabupaten Sumbawa Siap Pasang Badan Tolak PTNNT
Hujan Interupsi Warnai Sosialisasi RKAB 2012 PTNNT 22 Mei 2012, 20.02 Administrator Daerah
Hujan Interupsi Warnai Sosialisasi RKAB 2012 PTNNT
Wilayah Dicaplok, Antam Rugi Rp40 Trilyun 22 Mei 2012, 19.56 Administrator Utama
Wilayah Dicaplok, Antam Rugi Rp40 Trilyun
The 1st Working Group Meeting Indonesia-Korea 22 Mei 2012, 08.18 Administrator Nasional
The 1st Working Group Meeting Indonesia-Korea

Berita Terbaru

Last Update:
22-05-2012 13:16
[cached @18:49]