| YSTP Minta Newmont Kaji Kapal Penyebrangan Karyawan |
|
|
|
| Oleh Administrator |
| Jumat, 12 Juni 2009 21:54 |
Taliwang, Tambangnews.com.- Keberadaan kapal penyebrangan karyawan PT Newmont Nusatenggara (PTNNT) yang berlokasi di Pelabuhan Benete dengan rute Benete - Kayangan dirasa kurang strategis untuk mendukung interaksi sosial karyawan dengan masyarakat." Besar harapan perusahaan dapat memanfaatkan Pelabuhan Tano yang ada sekarang ini dengan pertimbangan selama ini, karyawan yang langsung menggunakan kapal sangat jarang berinteraksi dengan masyarakat (selesai bekerja langsung pulang ke Mataram)." jelas Direktur Yayasan Sarikat Tani Pembangunan (YSTP) Iwan Irawan melalui surat elektroniknya ke pihak PTNNT. Ditambahkan oleh Iwan efek domino bagi perekonomian masyarakat sangat kurang sekali. Jika Pelabuhan Tano dimanfaatkan, tentunya alat-alat transportasi lokal akan hidup termasuk pula para pedagang yang dilalui. Iwan juga menyinggung kepemilikan kapal penyebrangan yang konon sahamnya dikuasai pihak luar meskipun kepemilikan kapal tersebut atas nama Pemda Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). "Ada dugaan sebagian besar saham Perusda dimiliki oleh pihak luar, sehingga jika hal ini diteruskan bukan menguntungkan Pemerintah Daerah tetapi lebih menguntungkan pihak luar (pemilik saham mayoritas)." terang Iwan Sementara itu senior Manager External PTNNT Malik Salim dalam surat eloktroniknya menjelaskan bahwa PTNNT akan memperhatikan setiap keluhan, saran maupun masukan dari siapapun sebagai bagian dari tanggung jawab sosial PTNNT. Dijelaskannya masalah transportasi laut yang di sediakan oleh perusahaan untuk kepentingan karyawan dari Benete ke Kayangan pulang pergi semata mata jangan diartikan bahwa PTNNT tidak bersedia menggunakan sarana publik yang ada tapi ini adalah lebih kepada alasan operasional untuk mendukung kepastian dan ketepatan waktu bagi setiap karyawan untuk mendapatkan waktu istirahat yang cukup dan waktu yang tepat untuk bekerja kembali setelah beristirahat, tanpa ada kepastian tepat waktu maka operasional perusahaan pasti akan terganggu. "Hal hal lain yang harus menjadi perhatian adalah apakah sarana publik yang ada telah memadai untuk mendukung apa yg anda sarana misalnya sarana jalan, kondisi bus umum, jadwal penyeberangan ferry yg sering molor dan lain sebagainya belum lagi kalau ada hambatan hambatan lainnya." ujar Malik. Meskipun apa yang saya sampaikan di atas masih ada kekurangan, tetapi kami juga telah memberikan keleluasan kepada karyawan untuk menggunakan sarana publik terutama karyawan yangg ingin lebih cepat bertemu dengan keluarganya dengan menggunakan sarana publik yang ada misalnya bus Damri dan bus lainnya. Malik juga menyarankan agar masalah ini dibicarakan dengan pemerintah setempat tentang kesiapan Pemda untuk menyediakan prasarana yang memadai. Dicontohkannya bahwa ada ratusan karyawan lokal yg setiap hari pulang pergi dengan menggunakan sepeda motor, mereka lebih memilih naik sepeda motor dibandingkan naik bus yang ada, padahal naik sepeda motor lebih beresiko daripada naik sepeda motor. "Hal ini bisa sebagai contoh masalah supaya kita tidak hanya melihat dari sisi gampang saja manakala kita hendak mempersoalkan suatu masalah." terang Malik. "Soal kepemilikan saham dari pemilik kapal juga salah alamat, kapal itu masuk atas nama Pemda dan manakala Pemda tidak ada saham maka sepentasnya masalah tersebut ditanyakan ke Pemda KSB bukan ke NNT. Kami yakin siapa pun pemilik kapal itu, mereka adalah pengusaha nasional." Pungkas Malik. |







Taliwang, Tambangnews.com.- Keberadaan kapal penyebrangan karyawan PT Newmont Nusatenggara (PTNNT) yang berlokasi di Pelabuhan Benete dengan rute Benete - Kayangan dirasa kurang strategis untuk mendukung interaksi sosial karyawan dengan masyarakat.











cvnrlv http://ukcheappharmacy.co.uk/ ...
Welcome to Oakley Sunglasses Outlet S...
> Timer3.Enabled = False link...
Consequently it occurs that the web i...
Mass have not got word totally from t...