Rabu, 23 Mei 2012
Home Berita Utama Makelar Hambat Proses Divestasi Saham Newmont
Makelar Hambat Proses Divestasi Saham Newmont PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Sabtu, 23 April 2011 07:33
altJakarta, Tambangnews.com.- Proses divestasi PT Newmont Nusatenggara (PTNNT) tahun 2010 sebesar 7% sebenarnya tidak terlalu rumit, karena divestasi tahap pertama sebesar 24% telah berjalan.

"Yang membikin rumit adalah oknum-oknum yang ingin mengambil keuntungan dari proses divestasi tersebut, istilahnya mereka tidak lebih dari broker alias makelar divestasi." Demikian pernyataan mantan kepala Inspektorat Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) Judhiar Abdulkadir, Sabtu (23/4) pagi.

Menurutnya Kalau dipertanyakan sebaiknya Newmont menyerahkan sahamnya  kepada KSB atau Pemerintah Pusat, maka pasti pilihannya pada KSB. Permasalahannya sekarang Titan Metals sebagai pemenang beauty contest menggunakan baju KSB, dan etika bisnis  mengharuskan Newmont mawas diri.

"Apakah tidak cukup pengalaman kita dengan Devestasi tahap I dimana 75% Saham itu dicaplok oleh Swasta dengan sejumlah kesepakatan yang tidak pernah dipenuhi seperti deviden termasuk Golden Shares dan smelter?" tanya Judhiar
 
Judhiar menduga  kuat Bupati KSB kejar Divestasi 7% Saham Newmont sarat muatan,  "dugaannya ada kekuatan  kerajaan bisnis Bakri Group yang syahwat politik Bakri jelang 2014  membangun konspirasi politik local NTB yang dimanfaatkan oleh penumpang gerbang Kereta Api Anggrek Nelimurni Slipi Jurusan Senayan-Merdeka Utara, itu belum termasuk gerakan recehan para politisi muda kita termasuk  pembisik di KTC yang siap pasang badan, sehingga terkesan apakah Makelar jadi bingung dan goblok atau sok-sok pintar." jelas Yar membandingkan kondisi tersebut dengan Kereta Api.

Sebagai warga KSB yang saat ini berdomisili diluar KSB, judhiar menghimbau untuk jangan pernah pecaya janji politis, apalagi itu politik tingkat tinggi, "percayalah bahwa kritisi kami sebagai bukti kecintaan kepada individu yang konsensus dipilih rakyatnya, Janji politis hanya dicetuskan saat menyatunya kepentingan, tapi tidak ada yang mampu memberikan jaminan perwujudan kedepan, Kami yakin Bupati KSB tahu  betul itu." terang Yar

Selain itu Dorong Legislatif untuk mengubah kesepakatan dalam kongsi Perda (Prov) 04/2010  secara proporsional dengan komposisi Daerah Penghasil,(KS & KSB masing-masing 40% dan Prov. 20 %) dan memang yang kita pegang adalah Saham Newmont bukan Saham bodong Multi Capital.

Upaya menghindari dampak Divestasi Tahap  Pertama, maka tidak bisa tidak, hindari kesepakatan dengan Swasta, dan minta skema Newmont berperan sebagai penyandang dana, sehingga secara keseluruhan Divestasi 7% Saham  tahap-II secara keseluruhan milik konsorsium (KSB=2,8%; KS=2,8 % dan Prov.1,4 %).

Diterangkannya keinginan Pemerintah Pusat untuk mengambil alih saham 7% tidak lain sebagai bentuk keperdulian untuk menyelamatkan asset negara ( to safeguarding its asset), " Jikapun itu terjadi, kebijakan tersebut masih lebih baik dibandingkan saham tersebut jatuh ketangan broker yang sudah pasti tidak jelas bagi daerah." ungkap Yar seraya mengungkapkan jika pemerintah pusat sudah mengambil saham tersebut tinggal daerah negoisasi kontribusi pusat kepada daerah. (sn01)
SocialTwist Tell-a-Friend
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
 

Gold Price Update

Gas Price Update

Artikel Terkait

Komentar

 

Berita Terkini

David Lilley: PTNNT Bukan Perusahaan Smelter 22 Mei 2012, 20.16 Administrator Daerah
David Lilley: PTNNT Bukan Perusahaan Smelter
DPRD Kabupaten Sumbawa Siap Pasang Badan Tolak PTNNT 22 Mei 2012, 20.11 Administrator Daerah
DPRD Kabupaten Sumbawa Siap Pasang Badan Tolak PTNNT
Hujan Interupsi Warnai Sosialisasi RKAB 2012 PTNNT 22 Mei 2012, 20.02 Administrator Daerah
Hujan Interupsi Warnai Sosialisasi RKAB 2012 PTNNT
Wilayah Dicaplok, Antam Rugi Rp40 Trilyun 22 Mei 2012, 19.56 Administrator Utama
Wilayah Dicaplok, Antam Rugi Rp40 Trilyun
The 1st Working Group Meeting Indonesia-Korea 22 Mei 2012, 08.18 Administrator Nasional
The 1st Working Group Meeting Indonesia-Korea

Berita Terbaru

Last Update:
22-05-2012 13:16
[cached @19:49]