Rabu, 23 Mei 2012
Home Berita Utama Tingkatkan Investasi, Pemerintah Pertimbangkan Insentif Fiskal
Tingkatkan Investasi, Pemerintah Pertimbangkan Insentif Fiskal PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Selasa, 10 Mei 2011 09:14
Jakarta, Tambangnews.com.- Untuk memenuhi kebutuhan energi masa mendatang di Indonesia, diperlukan upaya signifikan dan investasi.  Terkait hal itu, pemerintah berkomitmen untuk memfasilitasi kemitraan bisnis dan menjaga iklim yang kondusif bagi investasi ESDM di Indonesia. Pemerintah juga siap mempertimbangkan insentif fiskal untuk percepatan pembangunan sumber daya energi.

”Untuk memenuhi kebutuhan energi, pemerintah akan meningkatkan penawaran wilayah kerja migas, CBM dan panas bumi. Untuk itu, pemerintah siap mempertimbangkan insentif fiskal untuk mendorong percepatan pembangunan sumber daya serta kontrak bagi hasil yang menarik bagi investor,” ungkap Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh pada acara Indonesia-US Energy Investment Roundtable di Hotel Gran Melia, Senin (8/5).

Darwin mengemukakan, saat ini energi fosil masih memberikan kontribusi 94% terhadap energi nasional. Dengan perekonomian yang tumbuh sekitar 6,3-6,8% per tahun, permintaan energi diperkirakan akan meningkat sebesar 6% sampai tahun 2014.

Dalam upaya memenuhi kebutuhan energi yang terus meningkat, lanjutnya, Indonesia menghadapi sejumlah tantangan, seperti pengembangan infrastruktur untuk negara kepulauan, mempertahankan tingkat produksi migas, mempercepat pengembangan energi non fosil dan meningkatkan efisiensi dalam penggunaan energi, termasuk konservasi dan diversifikasi serta harga energi yang wajar.

Lebih lanjut ia memaparkan, dalam rangka mencapai energi berkelanjutan untuk pembangunan nasional, pemerintah telah menargetkan elastisitas energi di bawah 1 pada tahun 2025. Kombinasi energi ditargetkan terdiri 83% bahan bakar fosil seperti minyak, gas dan batubara serta 17% energi terbarukan. Upaya tersebut sejalan dengan target nasional untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 26%  mulai tahun 2020.

”Namun lantaran pangsa bahan bakar fosil masih tetap signifikan, Indonesia terus berupaya mengurangi emisi dari bahan bakar fosil. Caranya, antara lain dengan menggunakan teknologi bahan bakar yang bersih,” tambahnya.

Mengakhiri sambutannya, Darwin mengharapkan agar pertemuan bilateral Indonesia-AS dapat diikuti dengan partisipasi investor AS. Tidak hanya investasi di bidang migas dan pertambangan, tetapi juga kerja sama pengembangan infrastruktur, energi baru terbarukan dan konservasi energi. (Migas ESDM)
SocialTwist Tell-a-Friend
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
 

Gold Price Update

Gas Price Update

Komentar

 

Berita Terkini

David Lilley: PTNNT Bukan Perusahaan Smelter 22 Mei 2012, 20.16 Administrator Daerah
David Lilley: PTNNT Bukan Perusahaan Smelter
DPRD Kabupaten Sumbawa Siap Pasang Badan Tolak PTNNT 22 Mei 2012, 20.11 Administrator Daerah
DPRD Kabupaten Sumbawa Siap Pasang Badan Tolak PTNNT
Hujan Interupsi Warnai Sosialisasi RKAB 2012 PTNNT 22 Mei 2012, 20.02 Administrator Daerah
Hujan Interupsi Warnai Sosialisasi RKAB 2012 PTNNT
Wilayah Dicaplok, Antam Rugi Rp40 Trilyun 22 Mei 2012, 19.56 Administrator Utama
Wilayah Dicaplok, Antam Rugi Rp40 Trilyun
The 1st Working Group Meeting Indonesia-Korea 22 Mei 2012, 08.18 Administrator Nasional
The 1st Working Group Meeting Indonesia-Korea

Berita Terbaru

Last Update:
22-05-2012 13:16
[cached @20:49]