| Harga Minyak Selama 2011 Diperkirakan US$95-105 Per Barel |
|
|
|
| Oleh Administrator |
| Senin, 16 Mei 2011 18:34 |
Jakarta, Tambangnews.com.- Harga minyak mentah dunia saat ini terus mengalami lonjakan hingga mencapai angka US$110 per barel. Angka tersebut sudah melampaui asumsi yang ditetapkan dalam APBN, yakni US$80 per barel. Namun, selama tahun 2011, harga minyak mentah dunia diperkirakan berada pada kisaran US$95-105 per barel.Direktur Perencanaan Ekonomi Makro Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas Bambang Prijambodo mengatakan secara fundamental, perkembangan harga minyak mentah dunia memang telah menunjukkan peningkatan yang signifikan dan jauh dari apa yang diasumsikan dalam APBN 2011. “Tapi, kemungkinan keseluruhan tahun 2011, range-nya mungkin kalau tidak ada perubahan itu antara USD95-105 per barel," kata Bambang di Jakarta, Minggu (15/5). Menurut Bambang, pada intinya, yang perlu dilihat bukan kajian harganya, tapi lebih melihat fundamentalnya. Fundamental yang dimaksud adalah terjadinya percepatan laju pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia, yang pada akhirnya kebutuhan akan energi juga semakin besar. Dengan demikian, pasokan energi yang cukup besar harus tersedia. Masalahnya, lanjut Bambang, kebutuhan akan minyak dan energi yang besar tidak diimbangi dari sisi produksi. Hal seperti ini tentu akan mengakibatkan terjadinya gejolak harga minyak. "Jika gejolak eksternal tak kunjung reda, maka harga minyak Indonesia tentu akan terdorong melebihi asumsi makro," ujarnya. Ekonom Mandiri Sekuritas Aldian Talo Putra memperkirakan tahun ini harga minyak Indonesia akan tertahan di level US$ 100 per barel. "Kalau kita lihat kondisi saat ini, kita cenderung harga minyak di atas asumsi, sekitar US$100 per barel," katanya. Namun demikian, ia mengaku prediksi tersebut bukan angka pasti. Pasalnya, untuk saat ini gerak laju harga minyak memang sulit untuk diprediksikan. "Tapi ini belum pasti, pada 2008 juga harga minyak sempat mencapai harga US$140 per barel, tapi diakhir tahun 2008 turun, dan ketika dirata-ratakan tahunannya hanya US$95 per barel. Jadi harga minyak sulit diprediksi," jelasnya. Namun, jika melihat beberapa sentimen pendorongnya, ia memperkirakan harga minyak masih akan tetap tinggi di atas asumsi makro. Harga minyak yang tepat itu seharusnya sekarang mendekati realitas, hanya yang realitasnya sulit untuk diprediksi. "Kalau kita lihat dan ambil dari semua faktor, mungkin likuiditas di luar masih akan tinggi, suku bunga di AS juga masih akan rendah. Dan juga kalau kita pertimbangkan adanya faktor gangguan suplai di midle east, kelihatannya lebih ke atas. Jadi mungkin harga minyak lebih tinggi dari asumsi pemerintah," jelasnya.(kominfo/dry) |





Jakarta, Tambangnews.com.- Harga minyak mentah dunia saat ini terus mengalami lonjakan hingga mencapai angka US$110 per barel. Angka tersebut sudah melampaui asumsi yang ditetapkan dalam APBN, yakni US$80 per barel. Namun, selama tahun 2011, harga minyak mentah dunia diperkirakan berada pada kisaran US$95-105 per barel.












New speeches essays paper writing cor...
mysnmb http://paydayloanslkc.co.uk/ s...
thank you for sharing!it is good arti...
aelsmkke http://paydayloanslkc.co.uk/...
unahxd http://paydayloanslkc.com/ pay...