Rabu, 23 Mei 2012
Home Berita Utama Harga Minyak Selama 2011 Diperkirakan US$95-105 Per Barel
Harga Minyak Selama 2011 Diperkirakan US$95-105 Per Barel PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Senin, 16 Mei 2011 18:34
Jakarta, Tambangnews.com.- Harga minyak mentah dunia saat ini terus mengalami lonjakan hingga mencapai angka US$110 per barel. Angka tersebut sudah melampaui asumsi yang ditetapkan dalam APBN, yakni US$80 per barel. Namun, selama tahun 2011, harga minyak mentah dunia diperkirakan berada pada kisaran US$95-105 per barel.

Direktur Perencanaan Ekonomi Makro Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas Bambang Prijambodo mengatakan secara fundamental, perkembangan harga minyak mentah dunia memang telah menunjukkan peningkatan yang signifikan dan jauh dari apa yang diasumsikan dalam APBN 2011. “Tapi, kemungkinan keseluruhan tahun 2011, range-nya mungkin kalau tidak ada perubahan itu antara USD95-105 per barel," kata Bambang di Jakarta, Minggu (15/5).

Menurut Bambang, pada intinya, yang perlu dilihat bukan kajian harganya, tapi lebih melihat fundamentalnya. Fundamental yang dimaksud adalah terjadinya percepatan laju pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia, yang pada akhirnya kebutuhan akan energi juga semakin besar. Dengan demikian, pasokan energi yang cukup besar harus tersedia.

Masalahnya, lanjut Bambang, kebutuhan akan minyak dan energi yang besar tidak diimbangi dari sisi produksi.  Hal seperti ini tentu akan mengakibatkan terjadinya gejolak harga minyak. "Jika gejolak eksternal tak kunjung reda, maka harga minyak Indonesia tentu akan terdorong melebihi asumsi makro," ujarnya.

Ekonom Mandiri Sekuritas Aldian Talo Putra memperkirakan tahun ini harga minyak Indonesia akan tertahan di level US$ 100 per barel. "Kalau kita lihat kondisi saat ini, kita cenderung harga minyak di atas asumsi, sekitar US$100 per barel," katanya.

Namun demikian, ia mengaku prediksi tersebut bukan angka pasti. Pasalnya, untuk saat ini gerak laju harga minyak memang sulit untuk diprediksikan. "Tapi ini belum pasti, pada 2008 juga harga minyak sempat mencapai harga US$140 per barel, tapi  diakhir tahun 2008 turun, dan ketika dirata-ratakan tahunannya hanya US$95 per barel. Jadi harga minyak sulit diprediksi," jelasnya.

Namun, jika melihat beberapa sentimen pendorongnya, ia memperkirakan harga minyak masih akan tetap tinggi di atas asumsi makro. Harga minyak yang tepat itu seharusnya sekarang mendekati realitas, hanya yang realitasnya sulit untuk diprediksi.

"Kalau kita lihat dan ambil dari semua faktor, mungkin likuiditas di luar masih akan tinggi, suku bunga di AS juga masih akan rendah. Dan juga kalau kita pertimbangkan adanya faktor gangguan suplai di midle east, kelihatannya lebih ke atas. Jadi mungkin harga minyak lebih tinggi dari asumsi pemerintah," jelasnya.(kominfo/dry)
SocialTwist Tell-a-Friend
Comments
Add New Search
jay  - Harga minyak perbarrel   |180.242.60.xxx |2011-08-18 07:11:09
HARGA MINYAK MENTAH PERBARREL DARI TAHUN 2010-2011
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
 

Gold Price Update

Gas Price Update

Artikel Terkait

Komentar

 

Berita Terkini

David Lilley: PTNNT Bukan Perusahaan Smelter 22 Mei 2012, 20.16 Administrator Daerah
David Lilley: PTNNT Bukan Perusahaan Smelter
DPRD Kabupaten Sumbawa Siap Pasang Badan Tolak PTNNT 22 Mei 2012, 20.11 Administrator Daerah
DPRD Kabupaten Sumbawa Siap Pasang Badan Tolak PTNNT
Hujan Interupsi Warnai Sosialisasi RKAB 2012 PTNNT 22 Mei 2012, 20.02 Administrator Daerah
Hujan Interupsi Warnai Sosialisasi RKAB 2012 PTNNT
Wilayah Dicaplok, Antam Rugi Rp40 Trilyun 22 Mei 2012, 19.56 Administrator Utama
Wilayah Dicaplok, Antam Rugi Rp40 Trilyun
The 1st Working Group Meeting Indonesia-Korea 22 Mei 2012, 08.18 Administrator Nasional
The 1st Working Group Meeting Indonesia-Korea

Berita Terbaru

Last Update:
22-05-2012 13:16
[cached @20:49]