Rabu, 23 Mei 2012
Home Berita Utama Menkeu Kaget, Daerah Punya Saham 24% Tapi Tidak Punya Kewenangan
Menkeu Kaget, Daerah Punya Saham 24% Tapi Tidak Punya Kewenangan PDF Cetak E-mail
Oleh Arif Hidayat   
Selasa, 07 Juni 2011 23:07
Jakarta, Sumbawanews.com.- Kepemilikan saham 24% hasil divestasi PT Newmont Nusatenggara (PTNNT) yang dikuasai Pemda NTB, Kab. Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat bersama PT Multicapital dipertanyakan Menteri Keuangan Agus DW Martowardojo.

"Mereka punya saham 24% tapi tidak punya akses ke Newmont." cerita Agus dalam konfrensi pers di Gedung Djuanda I Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Selasa (7/6/2011).

Dijelaskannya beberapa waktu lalu tujuh orang yang berasal dari DPRD Sumbawa Barat yang merupakan anggota pansus konsentrat menemui dia di kantornya untuk meminta bantuan agar Newmont menyerahkan data-data konsentrat produksi mereka.

"Dia ingin tahu kadar emasnya berapa, berapa tembaga dan berapa lainnya," jelasnya setelah setelh mendapat pertanyaan dari wartawan Tambangnews.com.

Agus kemudian mempertanyakan kewenangan pemda dengan saham yang dimiliki pada Newmont. "Saya katakan, lho? bukannya kamu sudah punya 24 persen. Bukannya lokasinya ada disitu dan bukannya DPRD mempunyai fungsi pengawasan gitu, karena pengawasan itu kan penting sekali," ujar Agus sambil mengkonfirmasi ke SUmbawanews apa fakta tersebut benar terjadi didaerah.

Menuritnya ini yang membuktikan harus adanya reprsentatif dari pemerintah pusat pada direksi Newmont. Dengan demikian, pemerintah dapat memperingatkan jika Newmont adalah perusahaan join venture asing yang bekerja di Indonesia.

"Kamu adalah tamu di Indonesia, kamu harus hormati manajemen lokal, kamu harus hormati karyawan/karyawati lokal, kamu harus hormati regulator atau pusat ataupun daerah dan harus hormati pemegang saham lokal, pesan seperti itu saja sudah pesan pengantar supaya mereka lebih tertib," ungkap mantan dirut Bank Mandiri ini.

"Betulkan  Ibu Anny yang tentang konsentrat itu, ada permintaan?" tanya Agus kepada Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati

Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati membenarkan kunjungan tujuh orang dari DPRD sumbawa Barat pansus konsentrat yang mempertanyakan data-data dan sebagainya.

"Ironi karena 24 persen saham harusnya bisa akses ke pemegang saham. Memang pemegang saham dan cukup mayoritas memang seharusnya bisa akses terhadap data, bisa akses terhadap laporan keuangan misalnya, bisa akses terhadap pengawasan," jelas Anny dalam kesempatan yang sama.

Ini menjadi pertanyaan bagi kami sebetulnya apa yang yang dilakukan terhadap bisnis proses di Newmont, sementara yang dilakukan oleh Pemerintah sendiri dengan hanya tujuh persen yang dimiliki, pemerintah akan mendapatkan satu komisaris yang fungsinya akan menjadi pengawas. "Pasti akan (bisa) akses pada bisnis data, proses dan operasional sebagainya  jadi tujuh persen ini menjadi penting karena dapat dilihat pemerintah pusat bisa mengawasi seluruh proses bisnis demi kepentingan rakyat sebesar-besarnya," ujar Anny mengakhiri penjelasannnya. (sn01)
SocialTwist Tell-a-Friend
Comments
Add New Search
Anonymous   |202.169.62.xxx |2011-06-09 10:35:41
Si Menteri oon nih...

Pak, Kontrak Karya itu domainnya pusat. Coba Bapak jadi
orang daerah terus datang ke Newmont, pasti Newmont bilang ngga punya urusan
sama Bapak. Yg kontrol mereka Menteri ESDM....

Terus, Bapak ngga ngerti prinsip
korporasi ya? pemegang saham itu kalo mau tau sesuatu forumnya lewat RUPS. Ngga
bisa seenak-enaknya datang ke perusahaan minta ini minta itu....

Bapak ngerti
ngga istilah "pengendali mayoritas"? Newmont itu pegang 49% plus kuasai
saham merukh 20%. Operasi dipegang mereka. Total 69% nemwont pegang. Mana
mungkin daerah bisa lawan dari voting? Belum lagi sekarang daerah Bapak hadang
untuk beli 7%. Ya ngga akan mungkin Daerah kendalikan Newmont...

Kalo menteri
cara berpikirnya masih kaya Bapak, kiamat 3 kali pun Indonesia ngga menang lawan
asing. Terus aja seperti Bapak. Budak Asing.
Si Goblok  - Si Goblok   |125.160.178.xxx |2011-10-28 05:09:05
Wah... yang nulis comment itu mungkin antek2nya Bakrie ya?
Si Menteri Oon?
setidaknya dia bisa jadi menteri. Loe sendiri jadi apa?

Kalau udah punya
saham 24%. seharusnya pemda bisa menempatkan minimal 1 orang komisaris di
perusahaan itu. Kalau punya 24% tapi gak bisa tau tingkah laku perusahaan sepeti
apa, emang beli kucing dalam karung?

Prinsip Korporasi, kalau pemegang saham
nanya sesuatu lewat RUPS? Dasar Goblog!!! emang tugas komisaris itu apa?
Komisaris itu perwakilan dari mana?

Dasar antek2 Bakrie sialan, makan tuh
saham NNT; tapi ekspansi agresif Bakrie yang sangat dipenuhi hutang, suatu saat
akan kenaa batunya. Tunggu aja kalau sahamnya jatuh... pasti gelagapan tuh si
Dagu... hehehe
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
LAST_UPDATED2
 

Gold Price Update

Gas Price Update

Artikel Terkait

Komentar

 

Berita Terkini

David Lilley: PTNNT Bukan Perusahaan Smelter 22 Mei 2012, 20.16 Administrator Daerah
David Lilley: PTNNT Bukan Perusahaan Smelter
DPRD Kabupaten Sumbawa Siap Pasang Badan Tolak PTNNT 22 Mei 2012, 20.11 Administrator Daerah
DPRD Kabupaten Sumbawa Siap Pasang Badan Tolak PTNNT
Hujan Interupsi Warnai Sosialisasi RKAB 2012 PTNNT 22 Mei 2012, 20.02 Administrator Daerah
Hujan Interupsi Warnai Sosialisasi RKAB 2012 PTNNT
Wilayah Dicaplok, Antam Rugi Rp40 Trilyun 22 Mei 2012, 19.56 Administrator Utama
Wilayah Dicaplok, Antam Rugi Rp40 Trilyun
The 1st Working Group Meeting Indonesia-Korea 22 Mei 2012, 08.18 Administrator Nasional
The 1st Working Group Meeting Indonesia-Korea

Berita Terbaru

Last Update:
22-05-2012 13:16
[cached @20:49]