| Hilal; Musibah, Anggota DPRD Sebagai Tim Sosialisasi Dodo Rinti |
|
|
|
| Oleh Indra Jaya |
| Senin, 13 Juni 2011 21:47 |
Sumbawa Besar, Tambangnews.com.- Terkait rencana eksplorasi PTNNT di kawasan tambang Elang Dodo kecamatan Ropang serta keterlibatan sejumlah anggota DPRD didalam tim sosialisasi bersama-sama dengan eksekutif, menurut penilaian Hilal Amudy SIp mantan anggota DPRD Sumbawa rencana aktifitas tambang serta keterlibatan anggota DPRD selaku tim sosialisasi membawa kepentingan investor merupakan musibah besar “dari dulu sampai saat ini DPRD memiliki fungsi pengawasan disamping fungsi-fungsi lainnya,” kata Hilal.Adapun permasalahan lain yang akan menjadi pertanyaan masyarakat, tidak hanya posisi DPRD selaku lembaga dewan perwakilan rakyat daerah, tetapi akan muncul pertanyaan dari mana sumber anggaran untuk membayar anggota DPRD yang terlibat tim sosialisasi tersebut. Jika menggunakan anggaran dari PTNNT maka akan timbul keraguan masyarakat terhadap independensi lembaga terkait. Karena bukan tidak mungkin akan muncul penilaian sosialisasi yang dilakukan anggota DPRD sebagai bentuk pesan sponsor pihak PTNNT. Kendati demikian ungkap Hilal, ibarat pepatah lama “Nasi sudah menjadi bubur” maka untuk kesimpulan akhir boleh atau tidaknya aktifitas tambang PTNNT di Kabupaten Sumbawa sebaiknya diserahkan sepenuhnya kepada seluruh masyarakat Sumbawa melalui hasil keputusan kongres rakyat “biarkan masyarakat menentukan masa depannya sendiri sesuai kehendak UUD 45 bahwa kedaulatan tertinggi berada ditangan rakyat,” imbaunya. Terkait kebenaran keterlibatan sejumlah anggota DPRD didalam tim sosialisasi rencana eksplorasi PTNNT di Dodo-Rinti berikut sumber anggarannya dibenarkan sejumlah anggota DPRD lainnya kemarin bertempat diruang komisi 2, bahkan menurut pengakuan salah seorang anggota komisi terkait yang juga terlibat didalam tim, dia tidak memposisikan diri sebagai bagian tim sosialisasi tetapi hanya melakukan penyerapan aspirasi masyarakat. Kilas balik penjelasan salah seorang ahli pertambangan yakni DR Kurtuby pada acara Loka Karya Jurnalistik bertempat di Hotel Lombok Raya beberapa waktu lalu, bahwa PT Newmont merupakan perusahaan indikator emas dunia. Oleh karenanya, penambangan yang dilakukan perusahaan raksasa tersebut hanya untuk mineral tambang emas. Artinya ketika pada tahapan eksplorasi ditemukan devosit mineral lain yang dominant selain emas, maka PTNNT tidak akan melakukan eksploitasi. Selain itu Kurtuby juga menegaskan, tidak ada alasan kontrak karya PTNNT tidak bisa dirubah disesuaikan dengan setuasi dan kondisi sekarang “saya sudah 3 kali merubah kontrak karya pertambangan migas,” kata Kurtuby. Disarankan, salah satu cara untuk bisa mendeteksi mineral hasil tambang PTNNT menurut Kurtuby, pengolahan konsentrat harus dilakukan di Indonesia umumnya dan didaerah penghasil khusunya. (raja) |





Sumbawa Besar, Tambangnews.com.- Terkait rencana eksplorasi PTNNT di kawasan tambang Elang Dodo kecamatan Ropang serta keterlibatan sejumlah anggota DPRD didalam tim sosialisasi bersama-sama dengan eksekutif, menurut penilaian Hilal Amudy SIp mantan anggota DPRD Sumbawa rencana aktifitas tambang serta keterlibatan anggota DPRD selaku tim sosialisasi membawa kepentingan investor merupakan musibah besar “dari dulu sampai saat ini DPRD memiliki fungsi pengawasan disamping fungsi-fungsi lainnya,” kata Hilal.












New speeches essays paper writing cor...
mysnmb http://paydayloanslkc.co.uk/ s...
thank you for sharing!it is good arti...
aelsmkke http://paydayloanslkc.co.uk/...
unahxd http://paydayloanslkc.com/ pay...