Rabu, 23 Mei 2012
Home Berita Utama Pertamina Bukukan Laba Rp. 16,77 triliun di 2010
Pertamina Bukukan Laba Rp. 16,77 triliun di 2010 PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Kamis, 16 Juni 2011 18:54
JAKARTA, Tambangnews.com.-  Rapat Umum Pemegang Saham PT Pertamina (Persero) yang dilaksanakan pada 14 Juni 2011 dan berakhir pada pukul 22.00 WIB di Kantor Kementerian BUMN, menyetujui dan mengesahkan Laporan Keuangan Perseroan tahun buku 2010 (audited) dengan pencapaian laba sebesar Rp. 16,77 triliun serta menyepakati pembayaran dividen kepada Pemerintah sebesar Rp. 7,12 triliun.

Vice President Corporate Communication Pertamina Mohammad Harun menjelaskan Laba di tahun 2010 ini meningkat 3% dibandingkan laba 2009 mengingat pada tahun 2010 terdapat kerugian pada penjualan BBM PSO (Public Service Obligation/BBM bersubsidi) akibat rendahnya patokan alpha yang diberikan pada Pertamina sehingga menyebabkan kerugian sebesar Rp. 2,5 triliun dan kerugian dari bisnis LPG non PSO  (12 kg dan 50 kg) sebesar Rp. 3,24 triliun. Sehingga apabila tanpa kerugian, keuntungan Pertamina bisa mencapai Rp. 22,51triliun.

"Laporan penilaian tingkat kesehatan perusahaan menunjukkan Pertamina berhasil mencapai tingkat kesehatan perusahaan SEHAT pada kategori AA dengan skor 90,85, meningkat dari skor di tahun 2009 yaitu A dengan skor 79,21. Sementara, pencapaian skor  GCG Korporat 86.79% di tahun 2010 yang termasuk dalam kategori baik meningkat dibandingkan tahun 2009 sebesar 83,56%." jelasnya.

Disamping Laporan Keuangan Perseroan, RUPS PT Pertamina (Persero) juga menyetujui dan mengesahkan RJPP Pertamina, diantaranya target laba Rp. 54 triliun pada tahun 2015 dan perubahan visi perusahaan yang semula menjadi Perusahaan Migas Nasional Kelas Dunia menjadi Perusahaan Energi Nasional Kelas Dunia. Dengan perubahan visi ini, Pertamina menunjukkan komitmennya untuk lebih mengembangkan energi alternatif, energi baru dan terbaharukan sebagai usaha menjaga pemenuhan energi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Pencapaian kinerja operasional Pertamina tahun 2010 di bidang hulu, Pertamina berhasil melakukan peningkatan produksi minyak sebesar  9%, gas 6%, dan geothermal 1% dibanding 2009. Pada tahun 2010 Pertamina berhasil mencapai produksi minyak sebesar 70 juta barrel dan produksi gas 532,8 BSCF atau total minyak dan gas sebesar 443,79 MBOEPD. Sebelumnya pada tahun 2009 produksi Pertamina mencapai 412,94 MBOEPD yang terdiri dari produksi minyak sebesar 64,40 juta barrel dan gas sebesar 502,05 BSCF. Produksi geothermal pada 2010 mencapai 15,96 juta ton, sementara pada tahun 2009 15,77 juta ton.
Pertamina juga berhasil menemukan cadangan baru  (contingen) sebesar 346,64 MMBOE.

Pada tahun 2010 akuisisi yang dilakukan Pertamina mencakup mengakuisisi Block Offshore South East Sumatera (OSES)  sebesar 13,07%, menambah Participating Interest di Block Offshore North West Java (ONWJ) sebesar 7,25%, dan kesertaan Pertamina di Block Semai II (Papua Barat) sebesar 15%  melalui mekanisme Pertamina Participating Interest (PPI). Pertamina juga menambah 2 (dua) konsesi block Coal Bed Methane (CBM) yaitu Block Muara Enim I (Sumatera Selatan) dan Block Tanjung I Area 2 (Kalimantan Selatan).

"Dalam RUPS tahunan tersebut, Pertamina juga melaporkan penyelesaian proyek konversi RCC Off Gas menjadi Propylene di RU VI Balongan, ditandai dengan mechanical completion  pada tanggal 27 Juli 2010." terang Harun

Meningkatkan safety awareness dilakukan melalui Safety Improvement Implementation Program (SIIP) di kilang dan assessment oleh Dupont dengan peningkatan score dari 1,5 (2006) menjadi 2,0 (2010).

Kilang-kilang Pertamina mendorong pengembangan produk - produk untuk meningkatkan nilai tambah antara lain  dengan memproduksi Marine Gas Oil (MGO) dan meningkatkan kualitas OBM (Oil Base Mud) serta memproduksi katalis sendiri.

"Untuk pengembangan kilang, Pertamina melakukan studi revitalisasi / rekonfigurasi kilang dengan teknologi baru guna meningkatkan kompleksitas dan menambah kapasitas kilang melalui program investasi, antara lain RFCC RU IV Cilacap, Proyek Langit Biru Cilacap, Bottom Up Grading kilang RU V Balikpapan, dan pembangunan kilang baru (grass root refinery) di Balongan." tambahnya.

Program konversi minyak tanah ke LPG telah diselesaikan di 10 propinsi (DKI, Jabar, Banten, DIY, Jateng, Jatim, Bali, Lampung, Sumsel dan Sulsel), serta  sebagian Kab./Kota di  NAD, Sumut, Riau, Kep. Riau,  Jambi, Bengkulu, NTB, Kaltim, Kalsel, Kalbar dan Sulbar.
Program ini telah berhasil mengurangi penggunaan minyak tanah bersubsidi sebesar 141%, dari  5,4 juta KL tahun 2009 menjadi 7,6 juta KL tahun 2010, dan memberikan penghematan subsidi pemerintah sebesar kurang lebih Rp14,38 Triliun, meningkat 125% dari tahun 2009 sebesar Rp6,92 Triliun.

Penjualan BBM Non PSO sektor retail (Pertamax dan Pertamax Plus) mengalami peningkatan sebesar 38.2% dibandingkan dengan realisasi tahun 2009.
Sebagai bentuk ekspansi pasar ke luar negeri, penjualan pelumas Pertamina sudah masuk ke 15 negara, yaitu Amerika Serikat, Pakistan, Taiwan, Singapore, Belgia, Australia, Uni Emirat Arab, China, Myanmar, Malaysia, Oman, Filipina, Bangladesh, Timor Leste, dan Jepang. Penjualan Avtur menembus angka 3 juta KL, dan penetrasi pasar internasional di 17 kota di luar negeri antara lain Singapura, Kuala Lumpur, Bangkok, Hongkong, Jeddah, Dubai, Majuro, Pittsburgh, Boston, Berlin, Brussel, Paris, Dong Muang, Amsterdam.

"Peningkatan standar pelayanan yang ditunjukkan dengan meningakatnya jumlah SPBU Pasti Pas! (dari 2.590 di tahun 2009 menjadi 3.590 di tahun 2010), 42 SPBE LPG Pasti!, 23 Customer Pasti Puas! Di Industri Marine dan berbagai penghargaan antara lain Top Brand Award 2010 (Prima XP), "Ramp Incident Free For One Year (Total 14 Years)" dari Japan Airlines untuk DPPU Soekarno-Hatta." jelasnya.

Salah satu hasil akselerasi peningkatan HSE awareness, Pertamina berhasil mendapatkan 9 PROPER Hijau dan 50 PROPER Biru di Unit-unit Operasi dan Anak Perusahaan. Peningkatan HSE awareness ini terus ditingkatkan diantaranya dengan membuat standarisasi pelaksanaan  Contractor Safety Management System (CSMS) di seluruh Unit Operasi dan Anak Perusahaan dan melakukan revitalisasi HSE Training Center Sungai Gerong dan HSE Mandatory Training Program.

Sebagai antisipasi atas berkembangnya bisnis perusahaan, Pertamina berhasil meningkatkan pemanfaatan sistem informasi perusahaan ditandai dengan dicapainya sertifikasi ISO 20000 untuk sistem ERP (Enterprise Resource Planning).

"Selain pencapaian kinerjanya, Pertamina juga melaporkan beberapa kendala yang dilaporkan kepada pemegang saham. Kendala yang dihadapi tersebut diantaranya masalah-masalah regulasi, penetapan harga, perpajakan dan masalah teknis di lapangan." pungkasnya. (tn01)
SocialTwist Tell-a-Friend
Comments
Add New Search
Ray Ban Caravan  - Ray Ban Caravan     |59.174.198.xxx |2011-06-17 10:03:42
Many thanks for posting this, It?s simply what I was researching for on bing.
I?d lots comparatively hear opinions from an individual, barely than a company
internet web page, that?s why I like blogs so significantly. Many thanks!
vibram canada  - vibram canada     |59.174.191.xxx |2011-06-21 03:55:05
I find errors in this blog a bit, but it caught my attention, after I
thought I would let you know, I really like it. I like this post, and
will subsribing to your RSS feed.
vibram five fingers vancouver  - vibram five fingers vancouver     |59.174.45.xxx |2011-06-22 02:51:32
When I first commented I click the new added Notify me feedback, check
boxes, and now every comment is that I got the
same e-mail comments 4 time. Are you in any waypossible to take the
service away from me? Thank you!
vibram five fingers bikila  - nice site.     |59.174.188.xxx |2011-07-11 03:57:26
This is a nice site. Good fresh, informative articles  and
beautiful interface. I'll be back soon, to thank the great article.
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
 

Gold Price Update

Gas Price Update

Artikel Terkait

Komentar

 

Berita Terkini

David Lilley: PTNNT Bukan Perusahaan Smelter 22 Mei 2012, 20.16 Administrator Daerah
David Lilley: PTNNT Bukan Perusahaan Smelter
DPRD Kabupaten Sumbawa Siap Pasang Badan Tolak PTNNT 22 Mei 2012, 20.11 Administrator Daerah
DPRD Kabupaten Sumbawa Siap Pasang Badan Tolak PTNNT
Hujan Interupsi Warnai Sosialisasi RKAB 2012 PTNNT 22 Mei 2012, 20.02 Administrator Daerah
Hujan Interupsi Warnai Sosialisasi RKAB 2012 PTNNT
Wilayah Dicaplok, Antam Rugi Rp40 Trilyun 22 Mei 2012, 19.56 Administrator Utama
Wilayah Dicaplok, Antam Rugi Rp40 Trilyun
The 1st Working Group Meeting Indonesia-Korea 22 Mei 2012, 08.18 Administrator Nasional
The 1st Working Group Meeting Indonesia-Korea

Berita Terbaru

Last Update:
22-05-2012 13:16
[cached @21:49]