Rabu, 30 Juli 2014
Home Berita Utama Purnomo Resmikan PLTP Wayang Windu II

Daerah

 
Purnomo Resmikan PLTP Wayang Windu II PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Senin, 22 Juni 2009 21:27
Bandung, Tambangnews.com.- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro, Senin (22/6), meresmikan Pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Wayang Windu II (117 MW) di Bandung, Jawa Barat. Proyek ini dikembangkan oleh PT Star Energy Geothermal (Wayang Windu) Ltd yang melakukan Joint Operating Contract (JOC) dengan PT Pertamina Geothermal Energy (PGE).

Menteri ESDM menyampaikan apresiasi atas diselesaikannya proyek PLTP Wayang Windu II. ‘’Saya sangat gembira, bahwa dalam situasi dan kondisi perekonomian global yang kurang menggembirakan saat ini serta memperhatikan kecilnya persentase keberhasilan pengembangan penyediaan tenaga listrik oleh swasta, terdapat pengembang swasta yang tetap memiliki komitmen yang kuat dan konsisten menyelesaikan proyek penyediaan tenaga listrik yang menjadi kewajibannya’’, ungkap Menteri ESDM.

PLTP Wayang Windu II ini dibangun dengan nilai investasi sebesar USD 210 juta dan menyerap 1600 orang tenaga kerja, 850 orang diantaranya merupakan tenaga kerja setempat. Dengan demikian total pasokan listrik termasuk PLTP Wayang Windu I adalah sebesar 227 MW.

Menteri ESDM menjelaskan bahwa dengan selesainya proyek PLTP Wayang Windu II ini menjadikan Provinsi Jawa Barat sebagai provinsi yang terbanyak mengembangkan energi panas bumi untuk pembangkitan tenaga listrik di Indonesia, yaitu sebesar 1.000 MW atau 88,5% dari kapasitas terpasang total pembangkit listrik tenaga panas bumi.

Provinsi Jawa Barat memiliki potensi energi panas bumi mencapai sekitar 6.000 MWe yang tersebar di 40 lokasi di 10 kabupaten, yaitu Sukabumi, Bogor, Cianjur, Bandung, Garut, Subang, Sumedang, Tasikmalaya, Kuningan dan Majalengka. “Dengan demikian, Provinsi Jawa Barat baru memanfaatkan 16,7% dari potensi energi yang dimilikinya”, ujar Menteri ESDM.

Pada kesempatan tersebut Menteri ESDM juga mengungkapkan bahwa pemanfaatan potensi energi panas bumi akan terus ditingkatkan. Hal ini sejalan dengan target bauran energi Pemerintah sebagaimana tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 5 tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional, yang dituangkan dalam Blueprint Pengelolaan Energi Nasonal 2010 – 2025, bahwa peran panas bumi menjadi lebih dari 6,3% dalam komposisi bauran energi nasional pada tahun 2025. Untuk itu, dalam Program Percepatan Pembangunan Pembangkit Listrik 10.000 MW tahap II direncanakan pemanfaatan potensi panas bumi adalah sebesar 48% atau sekitar 4.733 MW. Sisanya adalah batubara (26%), gas (14%) dan tenaga air (12%).

Kapasitas PLTP yang akan dikembangkan dalam Program Percepatan Pembangunan Pembangkit Listrik 10.000 MW Tahap II tersebut merupakan hasil kajian PT PLN (Persero) dengan memperhatikan kepastian proyek PLTP yang siap beroperasi sampai dengan 2014. Guna mendukung program ini pemerintah telah menetapkan 16 WKP Panas Bumi yang tersebar di seluruh Indonesia bersifat terbuka pengembangannya oleh BUMN, swasta maupun koperasi melalui lelang.

Saat ini kapasitas terpasang PLTP yang telah dikembangkan dan dioperasikan adalah sebesar 1.130 MW, dengan rincian di pulau Jawa-Madura-Bali sebesar 1.060 MW, Sumatera 10 MW dan Sulawesi 60 MW atau baru sekitar 4,2% yang dimanfaatkan dari total potensi panas bumi yang dimiliki oleh Indonesia sebesar 27.000 MWe.

Untuk mendorong investor dalam mengembangkan potensi panas bumi, pada tanggal 24 Maret 2009, Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 5 Tahun 2009 tentang Pedoman Harga Pembelian Tenaga Listrik Oleh PT PLN (Persero) dari Koperasi atau Badan Usaha Lain. “Saya harapkan dengan adanya peraturan ini, dinamika investasi di sektor ketenagalistrikan khususnya energi panas bumi dapat berkembang lebih maju dan cepat, sehingga kebutuhan tenaga listrik ke depan tidak hanya bergantung pada energi fosil saja”, tegas Menteri ESDM.(*/tn01)
SocialTwist Tell-a-Friend
 

Gold Price Update

Gas Price Update

Artikel Terkait

Komentar