| Presiden akan Kaji Subsidi BBM |
|
|
|
| Oleh Administrator |
| Senin, 11 Juli 2011 21:22 |
Jakarta, Tambangnews.com.- Subsidi negara untuk bahan bakar minyak (BBM) sudah terlalu besar sehingga pemerintah segera akan melakukan kajian mengenai hal ini. "Presiden akan mengambil sebuah keputusan terhadap apa yang terjadi sekarang ini. Presiden akan mengkaji harga minyak global dan juga kondisi lifting minyak kita sekarang ini," kata Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Pusat Erwin Aksa dalam keterangan pers, usai audiensi dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, di Kantor Presiden, Senin (11/7) sore.Erwin bersama pengurus Hipmi Pusat lainnya datang ke Istana untuk mengundang Presiden menghadiri dan membuka Munas Hipmi, pada 17-19 Oktober mendatang di Sulawesi Selatan. Menurut Jubir Presiden, Julian Aldrin Pasha, Presiden akan hadir dalam pembukaan Munas Hipmi tersebut. "Insya Allah beliau bisa hadir di dalam pembukaan munas tersebut," kata Julian, yang memberikan keterangan pers bersama Erwin Aksa. Dalam pertemuan dengan pengurus pusat Hipmi tersebut, dijelaskan pula soal akuisisi 7 persen saham PT Newmont oleh pemerintah. Hipmi, ujar Erwin Aksa, menilai langkah ini tepat. "Kami merasa pemerintah perlu mengambil langkah strategis guna membangun keseimbangan kepemilikan Newmont," Erwin Aksa menambahkan. Akuisisi saham Newmont ini dilandasi pula oleh kerjasama pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga aset nasional tersebut. "Pemerintah daerah telah diberi kesempatan yang lebih besar di dalam mengendalikan porsi Newmont tersebut," Erwin menjelaskan. Presiden SBY juga mengajak Hipmi yang dilibatkan dalam penyusunan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) untuk terus berkonribusi di dalam implementasinya. "Inplementasi MP3EI akan melibatkan pengusaha nasional, khususnya pengusaha muda, yang akan mempunyai kesempatan lebih besar karena sasarannya adalah 2025," ujar Erwin. "Saya yakin pengusaha mudalah yang mempunyai kesempatan dalam program ini," ia menambahkan. Hipmi sendiri menyampaikan harapannya agar pemerintah terus menjaga stabilitas politik dalam negeri karena merupakan kunci utama pertumubuhan ekonomi. "Hipmi berharap stabilitas dapat terus diciptakan sampai pemerintahan berakhir secara baik di tahun 2014," kata Erwin Aksa. (presidensby/dit) |





Jakarta, Tambangnews.com.- Subsidi negara untuk bahan bakar minyak (BBM) sudah terlalu besar sehingga pemerintah segera akan melakukan kajian mengenai hal ini. "Presiden akan mengambil sebuah keputusan terhadap apa yang terjadi sekarang ini. Presiden akan mengkaji harga minyak global dan juga kondisi lifting minyak kita sekarang ini," kata Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Pusat Erwin Aksa dalam keterangan pers, usai audiensi dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, di Kantor Presiden, Senin (11/7) sore.












New speeches essays paper writing cor...
mysnmb http://paydayloanslkc.co.uk/ s...
thank you for sharing!it is good arti...
aelsmkke http://paydayloanslkc.co.uk/...
unahxd http://paydayloanslkc.com/ pay...