| Warga Buyat Sebut Regnolda 'Pembohong' |
|
|
|
| Oleh Dian Kurniawan |
| Rabu, 03 Agustus 2011 09:27 |
Buyat, Tambangnews.Com - Pasca memanasnya isu pencemaran lingkungan di wilayah Teluk Buyat pada tahun 2004 hingga 2007 lalu, sosok yang disebut-sebut sangat bertanggung jawab dalam polemik itu oleh warga Teluk Buyat adalah Regnolda Jamaludin Lubis. Sosok bergelar Doktor ahli Tanaman Mangrov itu divonis warga Teluk Buyat sebagai seorang provokasi yang banyak mempengaruhi masyarakat Teluk Buyat dengan sejumlah data yang tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya. Akibatnya, tidak kurang dari 70 Kepala Keluarga (KK) bersedia diexpansi ke wilayah Dominanga oleh yayasan serta oknum yang mengatasnamakan para pemerhati lingkungan di wilayah perairan Teluk Buyat yang dipimpin DR. Regnolda Jamaluddin Lubis. ''Kami sudah dibohongi oleh Regnolda dan yayasannya. Kami ditakut takuti serta diberikan janji manis agar mau dipindahkan dari teluk Buyat ini. Itu sengaja dilakukan untuk menguatkan alibi bahwa teluk Buyat sudah tercemar yang namanya Tailing dar PT NMR. Padahal itu sebenarnya tidak pernah terjadi. Teluk Buyat itu aman aman saja, makanya kami memustuskan untuk kembali dari tempat pengungsian kami,''tutur Mey Rondonou kepada Tambangnews.com. Dari 70 KK yang sempat diungsikan, 30 KK telah memutuskan untuk kembali ke wilayah Teluk Buyat tempat tinggal mereka sebelumnya. ''Keputusan kami untuk kembali disebabkan daerah tempat kami diungsikan sangat tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan. Tidak ada fasilitas seperti yang dijanjikan kepada kami. Dan kami sadar bahwa kami hanya dijadikan umpan untuk kepentingan yayasan yang dipimpin Regnolda,''tutur Mey. Hal senada juga diungkapkan Indris, Kepala Desa di wilayah Teluk Buyat. Menurutnya, kehidupan para pengungsi Teluk Buyat di daerah Dominanga sangat mwmprihatinkan. Tanah yang ditempati 70 KK di daerah pengungsian hanya berstatus pinjam pakai. Lebih memprihatikan lagi, pekerjaan selama berada diteluk Buyat yang tidak pernah dikerjakan, selama berada dipengungsian terpaksa dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab kepada keluarga. ''Kalau disini (Teluk Buyat) warga pengungsi sangat mengandalkan kekayaan pantai Buyat maka di Dominanga warga terpaksa bekerja juga sebagai petani untuk bisa menyambung hidup keluarganya. Sementara uang yang dijanjikan masing masing Rp.200 juta/KK, sampai sekarang tidak pernah di terima warga pengungsi teluk Buyat. Mereka semua telah dikorbankan dan dibohongi untuk kepentingan Regnolda,''tegas Idris. (ian) |





Buyat, Tambangnews.Com - Pasca memanasnya isu pencemaran lingkungan di wilayah Teluk Buyat pada tahun 2004 hingga 2007 lalu, sosok yang disebut-sebut sangat bertanggung jawab dalam polemik itu oleh warga Teluk Buyat adalah Regnolda Jamaludin Lubis. 












Today, link:http://www.beatsbydrdref...
Once you've selected your colours, th...
At present, link:http://www.bodallia...
New speeches essays paper writing cor...