| Inilah Kronologis Penembakan Masyarakat Dalam Aksi di Medco Tomari - Pertamina Morowali |
|
|
|
| Oleh Administrator | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Sabtu, 27 Agustus 2011 09:49 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Jakarta, Tambangnews.com.- Aksi penembakan aparat keamanan yang menyebabkan dua orang meninggal dan belasan orang luka-luka mendapat perhatian sejumlah pihak. Berikut kronologis kejadian versi Jaringan Advokasi Rakyat Indonesia : AKSI PERTAMA, Sabtu 20 Agustus 2011 Sekitar 20 orang masyarakat dari Desa Kolobawah kecamatan Mamasalo Kab Morowali bersama degan 4 orang Mahasiswa dengan menggunakan 1 perahu motor kayu berangkat menuju Tiaka Coral Rief (pulau buatan ajungan lepas pantai) JOB Pertamina dan Medco Tomori di Tiaka. Perjalanan diperkirakan menempuh waktu sekitar 1 jam 20 menit. Masyarakat dan Mahasiswa sampai di lokasi dan segera melakukan aksi. Sekitar 5 menit kemudian sekitar 30 Aparat gabungan (Polisi, TNI dan Security Pertamia - Medco) mengepung peserta aksi. Aksi terus berlanjut tanpa terpengaruh oleh pengepunga itu. Peserta aksi menyayikan lagu-lagu perjuangan serta meneriakan yel-yel dan menyampaikan tututan mereka melalui orasi antara lain: Menolak keterlibatan Investasi Asing dalam pengelolaan Blok Minyak, Perusahaan di tuntut memperhatikan kesejahteraan masyarakat setempat, Pertaggungjawaban perusahaan terhadap dampak lingkungan. Permintaan masyarakat untuk bertemu dengan pimpinan perusahaan belum bisa di realisasikan. Masyarakat di minta pulang dan membuat jadwal pertemuan kembali dengan perusahaan. Masyarakat meminta jaminan dari pihak aparat dan perusahaan yang ada di lapangan agar pertemuan berikutnya dapat di hadiri unsur pimpinan perusahaan. Permintaan jaminan tersebut tidak bisa diberikan sehigga masyarakat menjadi kecewa dan terjadi ketegangan serta saling dorong antara masyarakat dengan Polisi, TNI dan security Perusahaan. Ketegangan mereda ketika disepakati bahwa sebagai jaminan adanya pertemuan berikutnya maka perusahaan meminjamkan speed boat sebagai jaminan. Masyarakat pulang dengan membawa speed boat perusahaan. Setelah berada sekitar 100 meter dari lokasi, tiba-tiba terdengar sekitar 8 kali suara tembakan kearah perahu dan speed boat yang di naiki oleh warga. Warga dalam Perahu dan Speed boat seketika panik sekaligus marah atas tembakan-tembakan yang diarahkan pada mereka. Warga telah sampai di tempat awal mereka berangkat. Informasi bahwa warga ditembaki di laut segera menyebar dari mulut ke mulut dan via sms ke para aktivis dan masyarakat lainnya. Menyikapi penembakan tersebut warga dan para aktivis segera melakukan konsolidasi sembari memberi ultimatum 1 x 24 jam pada perusahaan agar melakukan klarifikasi dan permintaa maaf terhadap penembakan tersebut. AKSI KE DUA, Senin 22 Agustus 2011 Pk 10.WITA Informasi terkait penembakan terhadap peserta aksi telah merebak dan menyulut kemarahan di masyarakat dan para aktivis. Kemarahan tersebut semakin menguat karena ultimatum klarifikasi dan permintaan maaf perusahaan dalam waktu 1 x 24 terhadap peristiwa penembaka tersebut tidak di tanggapi. Massa yang siap berangkat ke lokasi Medco Tomari – Pertamina teriventarisir mecapai sekitar 200 orang, tetapi keterbatasan sarana angkutan yang mampu di gunakan sejumlah 5 perahu membuat tidak semua masyarakat bisa berangkat. Akhirnya yang berangkat hanya berjumlah 100 orang di tambah sekitar 10 mahasiswa yang mendampingi. Masyarakat sejumlah 100 orang dengan menggunakan 5 perahu berangkat menuju Tiaka, Medco Tomori da Pertamina. Masyarakat sudah sampai di lokasi da segera melakuka aksi serta orasi-orasi. Dalam hitugan menit masyarakat sudah di kepung oleh sekitar 120 an aparat gabungan (Polisi, TNI dan Security Perusahaan). Kedatangan warga untuk menuntut beberapa hal yaitu : Pertama, Klarifikasi dan permohonan maaf atas penembakan yang terjadi pada hari Sabtu. Kedua, Memastikan jadwal pertemuan dengan pihak pimpinan perusahaan. Kedua tuntutan tersebut tidak mampu di penuhi oleh Komandan TNI yang ada di lapangan sehingga menimbulkan ketegangan yang berujung saling dorong dan saling kejar serta saling lempar. Beberapa fasilitas perusahaan terkena lemparan batu dan kayu dalam situasi chaos yang berlagsung sekitar 15 sampai 20 menit. Situasi chaos mereda. Masyarakat kemudian memutuskan pulang. Terinventarisir ada 5 orang Masyarakat yang luka karena bentrokan. Masyarakat sudah naik perahu tetapi di salah satu persatu perahu beriringan perahu menjauhi lokasi. Setelah berjalan sekitar 10 menit degan karak sekitar 750 meter dari lokasi, tiba-tiba perahu masyarakat di kejar oleh sebuah speed boat berisi sekitar 15 orang aparat bersenjata lengkap yang serta merta menembaki masyarakat yang berada dalam perahu. Masyarakat mendengar lebih dari 15 kali letusan senjata api. Situasi dalam perahu menjadi kacau balau, apalagi ketika disadari ada seorang mahasiswa yang luka tertembak di dada. Masing-masing perahu coba menyelamatkan diri dan mejauh dari Speed Boat yangmenembaki mereka sembari berusaha menyelamatkan korban yang terluka tembak ke rumah sakit terdekat di Luwuk. Sampai di Luwuk masyarakat menyadari bahwa masih ada satu perahu yang tidak terlihat bersama-sama 4 perahu lainya. Mengetahui hal tersebut, setelah menurukan korban yang luka tembak, ke 4 perahu beserta masyarakat di dalamnya kembali ke laut mencari perahu yang hilang. Masyarakat menemukan perahu yang hilang tengah terombang ambing di tengah laut. Ke 4 perahu kemudian mendekat ke perahu yang hilang dan menemukan 2 orang sudah dalam keadaan tidak bernyawa, lima luka-luka dan 2 lagi diam shock ketakutan di sudut perahu. Perahu tersebut ternyata kehabisan bahan bakar dan di serang oleh aparat yang menggunakan Speed Boat. Total masyarakat yang luka-luka ada 18 orang dan 2 orang meninggal dunia. Satu korban luka tembak yang pertama di rawat di RS Luwuk dan menyusul 5 korban luka perahu yang hilang juga dirawat di RS Luwuk, 11 korban luka-luka lainya memilih untuk dirawat di rumah masing-masing . 2 orang yang meninggal telah di makamkan. Demikianlah kronologis sementara yang berhasil di himpun oleh kawan-kawan aktivis berdasarkan kerterangan dari para saksi mata, fakta-fakta di lapangan dan iformasi-informasi lainya. Jaringan Advokasi Rakyat Indonesia (JARI). (tn01)
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||





Jakarta, Tambangnews.com.- Aksi penembakan aparat keamanan yang menyebabkan dua orang meninggal dan belasan orang luka-luka mendapat perhatian sejumlah pihak. 












Today, link:http://www.beatsbydrdref...
Once you've selected your colours, th...
At present, link:http://www.bodallia...
New speeches essays paper writing cor...