|
Diskusi SR; Pemerintah Perlu Keseriuan Menangani Tambang Rakyat |
|
|
|
|
Oleh Administrator
|
|
Selasa, 06 September 2011 22:50 |
Taliwang, Tambangnews.com.- Diskusi off air Saran Rakyat di Grand Royal Hotel Taliwang Sumbawa Barat, Senin (5/9) kemarin membahas lima topik diantaranya masalah tambang rakyat yang saat ini marak terjadi di wilayah Sumbawa Barat.
Topik Pertambangan rakyat ini muncul dari anggota SR Jony saputra yang menilai adanya ribuan Gelondong dan ratusan tonk yang tersebar diberbagai wilayah di KSB. Gelondong dan tong ini diletakkan dibantaran sungai, pemukiman, danau lebo, sawah dijadikan sebagai tempat produksi emas.
salah seorang peserta diskusi SR Shandy Masadi yang menilai perlunya tindakan tegas dari pemerintah Daerah KSB terutama Dinas terkait baik Dinas Pertambangan maupun Lingkungan Hidup, "menjadi wajar pertanyaan rakyat muncul karena pemerintah tidak serius menangani dan memberikan perhatian kepada masalah ini." ungkap Masadi.
Pernyataan lain dari Wahyu Firmansyah yang menegaskan diperlukan langkah strategis pemerintah daerah dengan melokalisasi pelaku tambang rakyat.
Sementara peserta lain Mulyadi Gole menilai jika adanya desakan untuk membuat suatu regulasi tentang tambang rakyat maka perlu melihat asas mamfaat dan mudharatnya aktifitas tambang rakyat, "jika lebih besar mudharatnya dan nilai komersialisasinya tinggi maka haram bagi pemberlakuan regulasi tersebut." jelasnya.
Menurut Mulyadi tambang rakyat memang memberikan nilai ekonomis yang cukup menjanjikan tapi kita semua jangan lupa bahwa ada zat kimiawi baik mercury apalagi Zianida yang akan mengancam bagi pencemaran lingkungan dan sangat tidak sepakat jika regulasi tersebut diberlakukan.
Pandangan Mulyadi ini diperkuat oleh pendapat Olan Marlin salah seorang jurnalis setempat yang menginformasikan pada tahun 2008 salah satu lembaga penelitian telah menyatakan bahwa ada kerusakan lingkungan dan proses kimiawi yang melebihi ambang batas di Sepanjang sungai Taliwang.
Ada kekuatiran dari peserta diskusi, jika tambang rakyat ini ditutup, "Penutupan bukan solusi karena masyarakat KSB saat ini sedang menggantungkan hidupnya dari aktifitas gelondong, jika Pemda KSB mau menutup maka konsekwensinya adalah konflik besar di KSB." ungkap Rengga Jayadi. (sn01)
|
Today, link:http://www.beatsbydrdref...
Once you've selected your colours, th...
At present, link:http://www.bodallia...
New speeches essays paper writing cor...