Rabu, 23 Mei 2012
Home Berita Utama Menteri ESDM Janji Kejar Ketertinggalan Sektor Energi
Menteri ESDM Janji Kejar Ketertinggalan Sektor Energi PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Kamis, 24 November 2011 08:02
Jakarta, Tambangnews.com.- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berusaha semaksimal mungkin untuk meningkatkan kinerja dan mengejar ketertinggalan sektor energi dari negara lain.

"Kalau dulu satu minggu, sekarang kenapa tidak dua hari saja. Kalau dulu tiga bulan, kenapa tidak seminggu saja. Tapi semua aturan akan tetap dilalui dan yang strategis saya akan diskusi dulu secara efektif. Ini yang buat kami dan ditunggu oleh industri keputusan yang lebih cepat karena kita sudah banyak ketinggalan di bidang ESDM," kata Menteri ESDM Jero Wacik saat Raker dengan Komisi VII di, Jakarta, Rabu (23/11).

Menurutnya, pengambilan keputusan strategis yang kini jumlahnya mencapai 24, termasuk SK Menteri ataupun keputusan lain, tentu tidak terlepas dari koordinasi yang efektif di tingkat eselon I, II, dan III. Hal itu dipastikan tidak keluar dari roadmap serta RPJM Kementerian ESDM.

Jero Wacik menambahkan, untuk sektor panas bumi, pemerintah berkomitmen terus mengejar proyek tersebut dalam rangka diversifikasi energi dan menjaga ketahanan energi nasional. Alasannya, semakin banyak energi baru dan terbarukan yang dimanfaatkan, ketahanan energi akan makin baik.

"Kami saat ini sedang mengerjakan yang di Garut, Gunung Salak, Sumatera, dan saya sudah tandatangani dari yang 18 itu. Kemudian saya juga sedang mengejar yang di Flores dan Sulut. Kemarin saya sudah tandatangani pembagian yang di Gunung Salak antara Kabupaten Bogor sama Kabupaten Sukabumi. Jadi untuk panas bumi kami akan uber, karena dalam rangka diversifikasi energi," ujarnya.

Terkait kilang, telah direncanakan pembangunan tiga kilang pada tahun 2014 di Balongan, Tuban, dan Banten, dengan kapasitas masing-masing 300 mcd. Saat ini masih di Jawa, namun Kementerian ESDM sedang mengkaji keekonomisan jika setiap provinsi mempunyai satu kilang.

"Koordinasi terkait kebutuhan insentif untuk pembangunan kilang minyak selain fasilitas insentif yang telah tersedia, PP Nomor 62 Tahun 2008 sebagai amendemen PP Nomor 1 Tahun 2007 tentang PPH penanaman modal bidang usaha yang telah dilakukan dengan Pertamina dan BKF," terangnya.

Sedangkan, untuk program pembangkit listrik 10 ribu MW tahap I, hingga akhir tahun 2011 akan beroperasi 4.200 MW dan diharapkan sisanya diselesaikan pada 2014. "Untuk gas, FSRU, SPBG, dan jaringan pengisian gas di kota ini sedang dalam proses semuanya dan tujuan utamanya yakni mengurangi subsidi BBM dan listrik," katanya.(kominfo/dry)
SocialTwist Tell-a-Friend
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
 

Gold Price Update

Gas Price Update

Artikel Terkait

Komentar

 

Berita Terkini

David Lilley: PTNNT Bukan Perusahaan Smelter 22 Mei 2012, 20.16 Administrator Daerah
David Lilley: PTNNT Bukan Perusahaan Smelter
DPRD Kabupaten Sumbawa Siap Pasang Badan Tolak PTNNT 22 Mei 2012, 20.11 Administrator Daerah
DPRD Kabupaten Sumbawa Siap Pasang Badan Tolak PTNNT
Hujan Interupsi Warnai Sosialisasi RKAB 2012 PTNNT 22 Mei 2012, 20.02 Administrator Daerah
Hujan Interupsi Warnai Sosialisasi RKAB 2012 PTNNT
Wilayah Dicaplok, Antam Rugi Rp40 Trilyun 22 Mei 2012, 19.56 Administrator Utama
Wilayah Dicaplok, Antam Rugi Rp40 Trilyun
The 1st Working Group Meeting Indonesia-Korea 22 Mei 2012, 08.18 Administrator Nasional
The 1st Working Group Meeting Indonesia-Korea

Berita Terbaru

Last Update:
22-05-2012 13:16
[cached @08:50]